Breaking News
Trending Tags
Beranda » Nasional » TOKOH INSPIRING MENCINTAI INDONESIA

TOKOH INSPIRING MENCINTAI INDONESIA

  • account_circle Redaksi 9
  • calendar_month Senin, 11 Sep 2023
  • visibility 434
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Dalam banyak hal, mencintai Indonesia sebagai bangsa dan negara tidak datang tiba-tiba, tapi dibutuhkan proses yang sangat panjang yang ikut membentuk pelakunya, Sang Pecinta. Mencintai dalam konteks ini tidak saja di mulut dengan mengatakan hubbu al-wathan min iman, melainkan juga dalam praktik kehidupan sosial kemasyarakatan. Bukannya, ungkapan dimulut kurang memberikan arti apa-apa, jika tidak dibarengi oleh aksi nyata dan konkrit. Bukannya cinta harus dibuktikan dalam kenyataan.

Proses interaksi sosial dan budaya yang mempengaruhi jalan hidup seseorang akan berpengaruh pada kualitas komitmen pada cara menegaskan kecintaan pada Indonesia dalam bingkai keragamaan agama, suku dan ras. Tidak ada orang yang kualitas komitmennya tinggi kepada bangsa lahir dalam ruang kosong. Karenanya, interaksi sosial yang terbuka dengan siapapun akan melahirkan sosok individu yang terbuka menerima keragaman dalam konteks kebangsaaan.

Itulah kira-kira pernyataan awal setelah membaca buku Gus Yaqut: Jangan Pernah Lelah Mencintai Indonesia. Buku yang cukup tebal ini __dengan jumlah halaman 485_ menarik untuk dibaca di tengah tantangan mencintai Indonesia terus ada, baik di dunia nyata maupun dunia maya. Buku yang ditulis oleh tim Ansor Channel penting; setidaknya dalam rangka menjadi bahan referensi, sekaligus inspring untuk tetap mencintai Indonesia dalam kondisi apapun dengan belajar pada Gus Yakut sebagai tokoh sentral yang menjadi bahasan.

Ada dua hal penting, menurut penulis dengan membaca bukuini, pertama, lingkungan keluarga. Gus Yakut lahir dari lingkungan pesantren yang sangat kuat; lingkungan santri telah dialaminya sejak lahir sehingga menjadi cukup beralasan bahwa Gus Yaqut selalu bergerak dalam ideologi yang diperjuangkan oleh kalangan kiai-kiai pesatren, yakni keberislaman yang berhaluan Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah di satu sisi dan keindonesiaan yang harmoni dalam bingkai kebhinnekaan.

Di samping itu, keterbukaan keluarga besar KH. Kholil Bisri dalam memberikan teladan yang sangat berarti pada pertumbuhan dan perkembangan Gus Yakut serta saudara-saudaranya. Posisi Kiai Kholil, misalnya, bukan hanya pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh Rembang, ia tercatat juga sebagai aktivis NU. Bahkan menjadi politisi Muslim yang berkali-kali menempati posisi strategis di DPRD tingkat II hingga pernah menjabat sebagai anggota DPR RI serta ikut menginisiasi pendirian Partai Kebangkitan Bangsa, lih. 11-38.

Di samping itu, kedua, pengaruh keterbukaan pergaulan, dan keterbukaan membaca pikiran-pikiran orang yang terbuka wawasannya. Sebut saja misalnya, kegandrungan Gus Yaqut pada pemikiran dan pergerakan yang dilakukan oleh KH. Abdurrahman Wahid, khususnya dalam mengawal isu-isu toleransi dan keragaman agama, suku serta ras. Keterbukaan ini sangat penting sebab dengan terbuka wawasan, seseorang akan terbuka juga dalam mengambil tindakan dan pergaulan serta konsisten bergerak pada melawan intoleransi.

Salah satunya, misalnya, tekad Gus Yaqut mengambil pilihan mendukung Ahok kaitan Pilgub DKI tidak lain dalam rangka agar kiranya intoleransi tidak bersemai secara masif di Indonesia. Biarkan pilgub berjalan secara damai dan biarkan rakyat memilih dengan hati nuraninya, tanpa ada penggunaan simbol-simbol agama untuk kepentingan politik sesaat, apalagi menggunakan agama sebagai pembenar tindakan intolerasi kepada yang berbeda.

Akhirnya, Gus Yaqut sebagai tokoh muda yang terus menebarkan cara berpikir terbuka dengan siapapun. Apa yang digerakkan dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan sejatinya adalah kerja-kerja berkelanjutan untuk meneruskan nilai-nilai perjuangan yang diadopsi dari kultur keluarga santri, pergaulan yang terbuka serta pengetahuan yang terbuka dengan belajar pada tokoh-tokoh progresif sebelumnya.

Semoga kita bisa belajar, hanya intinya dari semua itu adalah keterbukaan hidup berinteraksi dengan siapapun yang beragam. Pastinya, interaksi ini tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang religius sebagai karakter keindonesiaan kita.

Peresensi :

Wasid Mansyur

Waka PW GP Ansor Jawa Timur

  • Penulis: Redaksi 9

Rekomendasi Untuk Anda

  • GP Ansor Kota Pasuruan Berinovasi Dengan Menggelar Pelatihan Guru Pandai AI untuk Pembelajaran Interaktif

    GP Ansor Kota Pasuruan Berinovasi Dengan Menggelar Pelatihan Guru Pandai AI untuk Pembelajaran Interaktif

    • calendar_month Minggu, 11 Mei 2025
    • visibility 640
    • 0Komentar

    KOTA PASURUAN, Ansor Jatim – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan generasi muda yang kompeten di era digital, PC GP Ansor Kota Pasuruan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan menyelenggarakan pelatihan bagi guru-guru SD dan MI se-Kota Pasuruan tentang pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembuatan media pembelajaran interaktif. Kegiatan yang berlangsung […]

  • PW GP Ansor Jatim Dukung Program Ketahanan Pangan dengan Budidaya Lele dan Patin

    PW GP Ansor Jatim Dukung Program Ketahanan Pangan dengan Budidaya Lele dan Patin

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
    • visibility 566
    • 0Komentar

    Jember, Ansor Jatim – PW GP Ansor Jawa Timur memberikan dukungan penuh terhadap program ketahanan pangan dan Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Sebagai bentuk dukungan nyata, PW GP Ansor Jatim membina budidaya ikan air tawar, khususnya Lele dan Patin, di Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember. Ketua Bidang Pertanian dan Perkebunan […]

  • Kasus Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Atlet Kickboxing Masuk Penyidikan
    LBH

    Kasus Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Atlet Kickboxing Masuk Penyidikan

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • visibility 391
    • 0Komentar

    LBH Ansor Sidoarjo Tegaskan Berpihak pada Korban Sidoarjo, Ansor Jatim – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kabupaten Sidoarjo melakukan pendampingan hukum terhadap seorang atlet kickboxing wanita berinisial VAAP (24) yang telah berprestasi mendapatkan medali emas tingkat dunia yang diduga menjadi korban dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) oleh pelatihnya sendiri berinisial WPC. Sebagaimana diketahui, terduga […]

  • Kemerdekaan Berpolitik Warga NU dan  Kemandirian NU dalam Membangun Umat

    Kemerdekaan Berpolitik Warga NU dan Kemandirian NU dalam Membangun Umat

    • calendar_month Kamis, 1 Feb 2024
    • visibility 428
    • 0Komentar

    Memanasnya suhu politik menjelang coblosan 14 Februari 2024 memiliki dampak signifikan dalam pergulatan politik di akar rumput. Kondisi tersebut sebenarnya bukan luar biasa, karena setiap menjelang coblosan upaya mempengaruhi masyarakat dengan intrik politik yang halus maupun yang kasar pasti terjadi. Namun ada satu hal yang patut kita amati secara serius adalah perilaku politik NU secara […]

  • K.H. Marzuqi Mustamar dan Gus Miftah serta tokoh NU Apresiasi Pengukuhan Ranting GP. Ansor Suwayuwo.

    K.H. Marzuqi Mustamar dan Gus Miftah serta tokoh NU Apresiasi Pengukuhan Ranting GP. Ansor Suwayuwo.

    • calendar_month Senin, 18 Okt 2021
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Pasuruan – Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda Ansor Suwayuwo, Kecamatan Sukorejo masa khidmat 2021-2023 resmi dikukuhkan oleh Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kabupaten Pasuruan yang diwakilkan oleh Sahabat Lamiadin selaku Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Sukorejo di Gedung Serbaguna Desa Suwayuwo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Minggu (17/10). Prosesi Pengukuhan Pengurus […]

  • Semangat Baru Ansor Bungatan; PKD Bertema ‘Bergerak Menghadapi Tantangan Era Society 5.0’

    Semangat Baru Ansor Bungatan; PKD Bertema ‘Bergerak Menghadapi Tantangan Era Society 5.0’

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2021
    • visibility 230
    • 0Komentar

    PAC GP Ansor Bungatan mengadakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) pada Sabtu-Ahad, 13-14 Nopember 2021 di Pondok Pesantren Darul Ulum Bletok Kidul, Bungatan, Situbondo. Ada 31 sahabat Ansor yang menjadi peserta. Kesemuanya berasal dari berbagai Pimpinan Ranting yang berada di wilayah Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Bungatan. “Tujuan PKD ini untuk membentuk kader militan […]

expand_less