Ansor Kraksaan Gelar Bukber, Ketua PCNU Tegaskan Komitmen Penguatan Kaderisasi
- account_circle BSA Jawa Timur
- calendar_month Kam, 19 Mar 2026
- visibility 81
- comment 0 komentar

Probolinggo, Ansor Jatim — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kraksaan menggelar kegiatan buka bersama dalam rangka mempererat silaturahmi di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, (18/03/2026), di Saka 9 Pondok Pesantren Nurul Qodim Desa Kalikajar Kulon, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pengurus harian PC GP Ansor Kraksaan serta pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kecamatan Kraksaan. Momentum Ramadan dimanfaatkan tidak hanya sebagai ajang kebersamaan, tetapi juga sebagai ruang konsolidasi organisasi.
Ketua PC GP Ansor Kraksaan, Abd. Rahman, menegaskan bahwa kegiatan buka bersama menjadi bagian dari upaya merawat kekompakan kader.
“Kami ingin momentum Ramadan ini benar-benar dimanfaatkan untuk memperkuat silaturahmi antar pengurus dan kader. Ansor tidak hanya solid dalam gerakan, tetapi juga hangat dalam kebersamaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi ruang komunikasi yang penting untuk memperkuat arah gerak organisasi ke depan.
“Melalui kegiatan sederhana seperti buka bersama ini, kami berharap terbangun komunikasi yang lebih erat, sehingga ke depan Ansor Kraksaan semakin kuat dalam menjalankan peran sosial dan keumatan,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua PCNU Kraksaan, KH. Chafidzul Hakiem Noer yang juga pengasuh Saka 9 Pondok Pesantren Nurul Qodim, dalam sambutannya menekankan pentingnya keikhlasan dalam berkhidmat di lingkungan Ansor dan Nahdlatul Ulama.
“Ikhlas dalam berkhidmat di Ansor dan NU menjadi kunci utama. Dengan keikhlasan, setiap gerakan akan bernilai ibadah dan membawa keberkahan,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar program pengkaderan terus dimasifkan di semua tingkatan, baik di level cabang maupun PAC.
“Pengkaderan harus diperkuat, mulai dari PKD, PKL, Diklatsar, Susbalan, bahkan kalau bisa sampai PKN. Ini penting untuk menyiapkan kader yang tangguh dan militan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa PCNU Kraksaan siap memberikan dukungan penuh terhadap seluruh kegiatan Ansor.
“Ansor harus kokoh menjadi benteng ulama dan pesantren. PCNU siap support 100 persen dalam setiap kegiatan,” katanya.
Menurutnya, organisasi yang kuat harus ditopang oleh struktur yang solid, kompeten, dan memiliki militansi tinggi.
Ia juga mengingatkan agar kader Ansor tidak menjadikan politik sebagai tujuan utama.
“Dalam NU, politik jangan menjadi tujuan, tetapi menjadi mitra untuk memperkuat program demi kepentingan umat. Dalam kepemimpinan Rahman, taruh dulu urusan politik. Ketika kita benar-benar berjuang untuk umat, semua akan datang dan merangkul,” tandasnya.
Selain itu, ia mendorong agar Ansor tidak berhenti sebagai titik akhir kaderisasi, melainkan terus berkembang dari basis pesantren.
“Di pesantren-pesantren besar harus mampu membentuk PAC istimewa. Ansor jangan menjadi titik akhir, tetapi bagian dari proses panjang pengabdian,” imbuhnya.
Ia juga menekankan pentingnya inovasi dalam gerakan organisasi.
“Harus ada hal-hal baru yang terus dikembangkan. Sesuai tagline NU Kraksaan, ‘Bangkit, bersinergi, bermanfaat’,” pungkasnya.
Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIB ini mengusung dresscode khas Ansor-Banser, yakni kopiah hitam, kemeja putih, serta seragam organisasi. Diharapkan, kegiatan ini mampu memperkuat soliditas kader sekaligus mempertegas peran Ansor dalam mengabdi kepada umat dan bangsa. (suf)
- Penulis: BSA Jawa Timur
