Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kabar PAC » Melawan Sampah Tanpa Menunggu Negara

Melawan Sampah Tanpa Menunggu Negara

  • account_circle BSA Jawa Timur
  • calendar_month Sel, 30 Des 2025
  • visibility 121
  • comment 0 komentar


Oleh: Agus Ahmadi

Aksi turun membantu korban bencana sering dipuji sebagai kepedulian sosial. Namun upaya mencegah bencana justru kerap dianggap tidak menarik, bahkan diabaikan. Pengelolaan sampah adalah contoh paling nyata. Ia tidak heroik, tidak viral, dan jarang mendongkrak elektabilitas. Karena itulah ketika negara berjalan lambat, masyarakat memilih bergerak lebih dulu.

Aksi nyata pengelolaan sampah sejatinya sudah berjalan dalam berbagai bentuk. Gerakan ini tidak selalu lahir dari kebijakan besar atau proyek negara. Ia justru tumbuh dari pesantren, lembaga keagamaan, pemuda, dan komunitas lokal. Sunyi dari sorotan, tetapi nyata bekerja di tingkat akar rumput.

Di lingkungan pesantren, salah satu contoh kuat datang dari Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo. Dengan ribuan santri yang tinggal menetap, persoalan sampah tidak mungkin diperlakukan sebagai urusan pinggiran. Pesantren ini membangun sistem pemilahan sampah dari sumbernya, terutama di asrama dan ruang belajar.

Sampah organik dipisahkan untuk dikelola dan dimanfaatkan kembali, sementara sampah anorganik dikumpulkan secara teratur agar tidak menumpuk. Santri dilibatkan langsung dalam proses ini. Kebersihan tidak diletakkan sebagai tugas petugas semata, melainkan sebagai bagian dari disiplin hidup santri.

Praktik di Nurul Jadid menunjukkan bahwa pesantren bukan hanya pusat transmisi ilmu agama, tetapi juga ruang pendidikan ekologis. Lingkungan dijaga bukan karena takut sanksi, melainkan karena kesadaran nilai. Sampah dipahami sebagai konsekuensi hidup bersama yang harus dikelola secara bertanggung jawab.

Di luar pesantren, gerakan berbasis jamaah dan pemuda tumbuh dengan corak berbeda. Di Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, PAC GP Ansor Klakah bersama UPZIS MWCNU Klakah menggagas gerakan “Sajadah: Sampah Jadi Sedekah.” Gerakan ini lahir dari kegelisahan sederhana atas menumpuknya sampah plastik di sekitar masjid dan permukiman warga.

Botol dan gelas plastik dikumpulkan melalui kotak donasi yang disebar di masjid, madrasah, dan ruang publik. Jamaah tidak diminta uang, cukup menyetorkan sampah yang biasanya dibuang. Sampah dikelola secara berkala, lalu hasilnya dialirkan kembali untuk kegiatan sosial dan penguatan ekonomi jamaah NU.

Model ini menunjukkan bahwa sedekah tidak selalu harus berupa uang. Sampah yang selama ini dipandang sebagai beban justru diubah menjadi instrumen ibadah sosial. Gerakan ini sederhana, murah, dan mudah direplikasi, tetapi efektif menumbuhkan kesadaran kolektif.

Di wilayah lain di Jawa Timur, praktik serupa juga berkembang dengan pendekatan masing-masing. Di Surabaya, bank sampah kampung dan drop box plastik mulai menempatkan sampah sebagai bagian dari sistem kota. Di Jember dan Malang, komunitas pemuda, mahasiswa, dan pesantren aktif mengedukasi 3R, membersihkan sungai, serta mendampingi bank sampah sekolah dan madrasah.

Ragam praktik ini menunjukkan bahwa masyarakat Jawa Timur sebenarnya memiliki inisiatif dan daya hidup untuk bergerak melawan sampah. Bentuknya beragam, skalanya berbeda, tetapi semangatnya sama. Tidak menunggu, langsung bergerak.

Namun pertanyaan jujur perlu diajukan. Apakah semua aksi ini cukup untuk mengatasi persoalan sampah? Jawabannya, jauh dari cukup. Bandingkan saja timbulan sampah ratusan ton per hari menurut data kabupaten kota setempat dengan kemampuan masyarakat mengelolanya secara mandiri.

Realitas lapangan justru memperlihatkan keterbatasan negara. Dinas Lingkungan Hidup sebagai representasi pemerintah daerah tidak bisa berbuat banyak tanpa anggaran. Para petugas bekerja profesional dan menerima gaji di atas UMR, tetapi ruang gerak kebijakan sepenuhnya bergantung pada ketersediaan anggaran. Tanpa anggaran, tidak ada program. Tanpa program, tidak ada gerakan.

Lebih jauh, Dinas Lingkungan Hidup menekankan fungsi sebagai kepanjangan tangan kebijakan kepala daerah. Mereka menjalankan keputusan, bukan menentukan arah politik kebijakan. Dalam sistem seperti ini, mereka sulit bergerak melampaui garis yang sudah digariskan. Dan ini tidak sepenuhnya bisa disalahkan.

Masalahnya, jika menengok Pemilu dan Pilkada 2024 di Jawa Timur, hampir tidak ada daerah yang menjadikan isu pengelolaan sampah sebagai janji kampanye utama. Kalaupun disebut, porsinya kecil. Ini menandakan bahwa isu sampah dipandang tidak populis dan kurang menjual secara elektoral.

Karena itu, kita perlu bersikap realistis. Kita tidak bisa berharap terlalu banyak pada pemerintah tanpa tekanan publik yang kuat. Isu sampah akan terus tersisih oleh agenda lain yang dianggap lebih menguntungkan secara politik.

Padahal ketika negara hadir secara serius, dampaknya bisa sistemik. Surabaya dengan kebijakan tukar sampah plastik untuk Suroboyo Bus menunjukkan perubahan perilaku warga. Banyuwangi memperkuat bank sampah desa lewat regulasi dan anggaran. Di beberapa daerah, sanksi administratif mulai diterapkan untuk membangun disiplin kolektif.

Di titik ini menjadi jelas bahwa gerakan warga dan kebijakan negara tidak bisa dipisahkan. Kesadaran publik mendorong negara bertindak, sementara kebijakan negara menjaga agar gerakan warga tidak lelah berjalan sendirian.

Saatnya bergerak melawan tumpukan sampah. Diam terhadap sampah yang terus bertambah sama saja membuka pintu terhadap bencana lingkungan. Banjir, penyakit, krisis air, dan rusaknya ruang hidup. Bergerak hari ini bukanlah sekadar pilihan moral, melainkan sudah kebutuhan bersama untuk menyelamatkan masa depan.

Penulis adalah Ketua PAC GP Ansor Klakah

  • Penulis: BSA Jawa Timur

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gus Syafiq : PC GP Ansor Banyuwangi Warisi Api Sejarah Besar Ansor

    Gus Syafiq : PC GP Ansor Banyuwangi Warisi Api Sejarah Besar Ansor

    • calendar_month Sab, 21 Agu 2021
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Banyuwangi – Jajaran pengurus baru Pimpinan Cabang GP Ansor Banyuwangi resmi dilantik. Dihadiri langsung oleh ketua PW GP Ansor Jawa Timur Gus H. Syafiq Syauqi, agenda pelantikan yang bertempat di kompleks Ijen Resto and Guest House berlangsung dengan khidmad dan lancar, Sabtu (21/08/2021). Pihak panitia pelantikan menerapkan standar protokol kesehatan yang sangat ketat dengan memakai […]

  • PC GP Ansor Gresik Gelar Doa Bersama Untuk Refleksi Dan Mukhasabah

    PC GP Ansor Gresik Gelar Doa Bersama Untuk Refleksi Dan Mukhasabah

    • calendar_month Rab, 18 Agu 2021
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Gresik- Pimpinan Cabang gerakan pemuda Ansor (PC) Kabupaten Gresik menyelenggarakan acara Doa bersama dan refleksi tahun baru Islam 1443 H, Kemerdekaan RI ke 76 dan Menghadapi pandemi covid 19. Acara tersebut diselenggarakan di gedung PCNU Gresik melalui live streaming YouTube channel PC GP Ansor Gresik.Dan diikuti oleh Pimpinan Anak cabang (PAC) Ranting sekabupaten Gresik baik […]

  • Meriahkan HSN 2023, Ranting Ansor Cendoro Kembali Gelar Turnamen Bola Volly

    Meriahkan HSN 2023, Ranting Ansor Cendoro Kembali Gelar Turnamen Bola Volly

    • calendar_month Ming, 12 Nov 2023
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Tuban – Demi merekatkan kader, Gerakan Pemuda Ansor Ranting Cendoro gelar kembali turnamen Bola Volly “ANSOR CENDORO CUP TURNAMEN BOLA VOLLY” yang kedua, dimulai tanggal 23 Oktober hingga 11 November 2023. Diikuti oleh 16 tim perwakilan setiap Warga Jama’ah Masjid dan Musholla Sekitar, turnamen yang bertempat di lapangan volly Desa Cendoro tersebut berjalan dengan sportif […]

  • Habib Mahdi Suguhkan Materi Literasi Digital Terhadap Gawagis

    Habib Mahdi Suguhkan Materi Literasi Digital Terhadap Gawagis

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Sampang, Ansor Jatim – Ketua Bidang Media dan Inovasi PW GP Ansor Jawa Timur Habib Mahdi Al-Khered menyuguhkan materi literasi digital terhadap puluhan Gawagus (Gus – Gus muda) se Jawa Timur. Materi itu disampaikan oleh Habib Mahdi pada saat Dirosah Wustho yang digelar di Pondok Pesantren At-Taufiq, Desa Robatal, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang. Habib Mahdi […]

  • Ganti Menteri Agama! GP Ganti Menteri Agama! GP Ansor Jatim Respon Pidato Jokowi Soal Reshuffle Kabinet

    Ganti Menteri Agama! GP Ganti Menteri Agama! GP Ansor Jatim Respon Pidato Jokowi Soal Reshuffle Kabinet

    • calendar_month Sen, 29 Jun 2020
    • visibility 568
    • 13Komentar

    SURABAYA | Ansorjatim– Presiden Jokowi terlihat sangat tidak puas dengan kinerja Kementerian dan Lembaga Negara dalam 3 bulan masa pandemi Covid-19. Hal itu disampaikan pada rapat kabinet Kamis (18/6), disiarkan Minggu (28/06/2020). Situasi yang krisis dan bahkan pertumbuhan ekonomi dunia diprediksi akan terkontraksi hingga minus 6-7% tak membuat kinerja kementerian dan lembaga dibawahnya bergerak dengan […]

  • PAC GP ANSOR Pakal Surabaya Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim

    PAC GP ANSOR Pakal Surabaya Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim

    • calendar_month Ming, 2 Mei 2021
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Surabaya,-PAC GP Ansor Pakal Surabaya kembali menggelar kegiatan sosial dalam rangka Harlah Ansor ke 87 dan menyemarakkan Bulan Suci Ramadan dengan mengadakan kegiatan amal berupa buka bersama dan pemberian santunan untuk anak yatim.Kegiatan sosial Ini merupakan Program kerja Rijalul Ansor Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Pakal Surabaya dalam rangka Harlah Ansor Ke 87 […]

expand_less