Lima Tahun Istiqamah, Ansor Tegalrandu Konsisten Ngaji Kitab dan Perkuat Kaderisasi Aswaja
- account_circle BSA Jawa Timur
- calendar_month Rab, 18 Feb 2026
- visibility 155
- comment 0 komentar

Foto : Ngaji Rutinan PR GP Ansor Tegal Randu (Agus Ahmadi)
Lumajang, Ansor Jatim – Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang terus meneguhkan komitmennya dalam penguatan kaderisasi berbasis kitab kuning melalui rutinan ngaji Sullamut Taufiq. Kegiatan terbaru digelar pada Senin (16/02/2026) malam di rumah Sahabat Rokib, Dusun Jatian, Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah dan diikuti sekitar 17 peserta dari unsur anggota serta dewan pembina. Di waktu yang lain, kajian kitab bisa diikuti sampai 30 peserta.
Rutinan ini bukan program baru. Sejak dimulai tahun 2020, kegiatan tersebut telah berjalan menuju enam tahun secara istiqamah. Dalam perjalanannya, Ranting Tegalrandu sempat memiliki dua agenda rutin terpisah, yakni Ngaji Kitab dan Khotmil Qur’an. Namun seiring evaluasi internal dan kebutuhan kader, akhirnya difokuskan pada penguatan kajian kitab fiqh.
Pembacaan kitab dilakukan secara bergantian oleh Ketua dan Sekretaris MDS Rijalul Ansor, Ustadz Muhammad Hafid Madani dan Ustadz Rofiq Fadli. Qari’ kitab membacakan teks Sullamut Taufiq beserta maknanya, dilengkapi syarh kitab sebagai penjelas. Pendalaman materi kemudian dilakukan melalui diskusi dan tanya jawab terbuka.
Kehadiran dewan pembina dan sebagian anggota yang merupakan alumni pondok pesantren membuat suasana diskusi berjalan hidup dan argumentatif, namun tetap dalam bingkai adab. Setiap peserta memegang kitab yang telah disediakan oleh ranting, sehingga proses belajar berlangsung terarah dan sistematis.
Ketua Ranting GP Ansor Tegalrandu, Sahabat Saiful Arif, menyampaikan bahwa kajian kitab akan diliburkan selama bulan Ramadhan dan kembali dimulai pertengahan Syawal. Selama Ramadhan, jajaran pengurus telah menjadwalkan Tarawih Keliling ke berbagai masjid di Desa Tegalrandu.
“Para pembina dan pengurus sudah terjadwal menjadi imam shalat tarawih sekaligus mengisi ceramah agama. Program ini terbukti efektif mengenalkan Ansor kepada masyarakat serta menarik minat pemuda desa untuk bergabung,” ujarnya.
Tak hanya aktif dalam penguatan keilmuan, GP Ansor Tegalrandu juga dikenal konsisten sepanjang tahun dalam berbagai kegiatan sosial-keagamaan. Setiap tahun, ranting ini menggelar Pawai Obor yang diikuti santri TPQ dan Madin se-Desa Tegalrandu. Mereka juga aktif bersinergi dan saling mendukung kegiatan bersama Ranting NU, Muslimat NU, dan Fatayat NU setempat.
Gerakan kaderisasi berbasis kitab kuning ini tumbuh dari kebutuhan kader sendiri, sehingga pelaksanaannya berjalan alami dan mendapat dukungan penuh anggota. Masyarakat setempat sangat mendukung adanya kajian kitab ini.
Di tengah derasnya arus informasi keagamaan di media sosial, penguatan literasi fiqh melalui kajian kitab klasik menjadi langkah strategis agar kader tetap kokoh dalam manhaj Ahlussunnah wal Jamaah.
Dengan konsistensi menuju enam tahun berjalan, Ansor Tegalrandu menunjukkan bahwa penguatan intelektual kader dapat dimulai dari tingkat ranting, tumbuh dari kebutuhan bersama, dan dijalankan secara istiqamah demi kemaslahatan umat.
Penulis : Agus Ahmadi/BSA Kab. Lumajang
- Penulis: BSA Jawa Timur
