Ansor Kraton Lumajang Gembleng Kader Lewat Ngaji Kitab dan Penguatan Ideologi
- account_circle BSA Jawa Timur
- calendar_month Jum, 27 Feb 2026
- visibility 171
- comment 0 komentar

Foto bersama setelah pengajian kitab PR GP Ansor Kraton (Dok/ansorjatim.or.id)
Lumajag, Ansor Jatim – Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda Ansor Kraton, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, melakukan langkah progresif untuk memperkuat akar rumput. Bertempat di RA Muslimat NU Kraton pada hari Rabu, (25/02/2026), kader Ansor, Banser, bersama masyarakat sekitar memadati area pengajian rutin setiap malam pasca-shalat Tarawih. Kegiatan bertajuk “Ngaji Ramadhan” ini bukan sekadar rutinitas, melainkan menjadi ajang konsolidasi spiritual dan intelektual yang masif di wilayah tersebut.
Ketua PR GP Ansor Kraton, Sahabat M. Basit Abrori, menegaskan bahwa momentum Ramadhan harus dimanfaatkan untuk melakukan “recharge” mentalitas kader. Menurutnya, pemuda Ansor harus memiliki kedalaman ilmu agar tidak goyah diterpa arus zaman.
“Ramadhan adalah momentum terbaik untuk meningkatkan kualitas spiritual sekaligus memperkuat soliditas organisasi. Melalui ngaji bersama, kami ingin membangun kader yang religius, berakhlak, dan siap berkhidmat total untuk umat tanpa henti,” tegas Basit.
Kajian kitab yang diangkat pun cukup berbobot, yakni Sullamuttaufiq dan Syuabul Iman, yang menjadi fondasi dasar tauhid dan akhlak. Tidak hanya soal ibadah mahdhah, forum ini juga menyisipkan penguatan wawasan ke-NU-an dan kebangsaan. Kehadiran jajaran pengurus PAC GP Ansor Yosowilangun serta tokoh agama setempat menambah energi positif, sekaligus memastikan jalur komunikasi antara pimpinan anak cabang dan ranting tetap terjaga dengan harmonis.
Basit Abrori menambahkan bahwa seorang kader Ansor tidak boleh hanya kuat secara fisik, tetapi juga harus tajam secara pemikiran. “Kami tidak ingin kader hanya sekadar ikut-ikutan. Dengan mengaji kitab-kitab salaf ini, kami menanamkan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah secara mendalam. Statement saya jelas: kader Ansor Kraton harus menjadi garda terdepan dalam menjaga tradisi ulama dan keutuhan NKRI dengan bekal ilmu yang mumpuni,” tambahnya dengan penuh semangat.
Suasana religius di desa Kraton semakin terasa dengan adanya rangkaian tadarus Al-Qur’an, agenda santunan sosial, hingga buka puasa bersama yang digelar secara berkala. Sekretaris Ranting GP Ansor Kraton menyebutkan bahwa antusiasme kader sangat luar biasa. Konsistensi kehadiran peserta sejak awal hingga pertengahan Ramadhan ini menunjukkan bahwa haus akan ilmu agama dan semangat kebersamaan di kalangan pemuda Yosowilangun masih sangat tinggi.
Program Ngaji Ramadhan ini juga diproyeksikan sebagai wadah kaderisasi non-formal. Pihak pengurus berharap, melalui interaksi intensif selama sebulan penuh, akan lahir generasi muda yang matang secara spiritual dan peka secara sosial. Hal ini sejalan dengan misi organisasi untuk membentuk intelektual muda yang memiliki karakter akhlaqul karimah di tengah dinamika masyarakat yang terus berubah.
Dengan suksesnya penyelenggaraan agenda ini, PR GP Ansor Kraton berkomitmen untuk terus menghadirkan program keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat luas. Langkah ini sekaligus mempertegas posisi GP Ansor sebagai organisasi kepemudaan yang paling konsisten dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan, khususnya di wilayah Yosowilangun, Lumajang.
Penulis : Lukmanu; Hakim (Sekretaris PAC GP Ansor Yosowilangun)
Redaktur : Badan Siber Ansor Lumajang
- Penulis: BSA Jawa Timur
