Rijalul Ansor Tulungagung Rajut Sinergitas Antar Lembaga NU untuk Maksimalkan Dakwah
- account_circle BSA Jawa Timur
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 66
- comment 0 komentar

Tulungagung, Ansor Jatim – Pimpinan Cabang, Majelis Dzikir dan Shalawat (PC MDS) Rijalul Ansor Tulungagung, terus membangun sinergitas antar lembag Nahdlatul Ulama (NU), untuk mengoptimalkan dakwah Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di tengah perkembangan zaman.
Ketua PC MDS Rijalul Ansor Tulungagung M. Fahmi Arafat mengatakan, saat ini merupakan era kolaborasi dan sinergitas, yang mana kekuatan dakwah tidak lagi cukup dijalankan secara parsial melainkan harus terintegrasi dan saling menguatkan antar lembaga.
“Hari ini adalah eranya sinergitas untuk menuju maksimalisasi dakwah yang kaffah, ini menjadi ikhtiar kita bersama dalam mengisi ruang-ruang kosong di kalangan NU sekaligus memperkuat Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,” katanya.
Kata dia sinergitas antar lembaga menjadi sarana strategis dalam mengoptimalkan distribusi kader, khususnya di kalangan pemuda dan alumni pondok pesantren, menurutnya penempatan kader dilakukan secara proporsional sesuai dengan kapasitas, minat, dan bakat masing-masing.
Dalam rangkaian pembukaan kegiatan PKD dan Dirosah Ula yang diikuti oleh 121 peserta itu, MDS Rijalul Ansor Tulungagung juga melaksanakan Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah lembaga NU yang mencakup berbagai bidang, di antaranya.
Kader dengan kompetensi keilmuan agama akan didistribusikan ke pondok pesantren melalui RMI NU, sementara kader yang memiliki minat mengajar akan disalurkan ke lembaga pendidikan Al-Qur’an (TPQ).
Kemudian kader dengan kemampuan dasar seperti adzan akan diarahkan untuk memakmurkan masjid dan musala melalui LTM NU, sementara kader yang memiliki minat dalam bidang penggalian hukum Islam akan dibina melalui LBM NU.
Lebih lanjut dia mengatakan, penguatan ideologi Aswaja juga dilakukan melalui kerja sama dengan Aswaja NU Center, menurutnya, langkah ini tidak hanya memperluas peran kader, tetapi juga menjadi benteng dalam menjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah dari berbagai paham di luar tradisi NU.
“Ansor adalah masa depan NU, maka kaderisasi harus berjalan runtut dan sistemik, karena kebaikan yang tidak terorganisir akan kalah dengan keburukan yang tertata rapi,” pungkasnya. (*/wan)
- Penulis: BSA Jawa Timur
