Breaking News
Trending Tags
Beranda » KeNUan » Impor Pangan dan Ancaman Kedaulatan

Impor Pangan dan Ancaman Kedaulatan

  • account_circle Redaksi 9
  • calendar_month Selasa, 28 Nov 2023
  • visibility 363
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Indonesia sebagai negara berpenduduk keempat terbesar di dunia dengan 277,7 juta jiwa mengharuskan kebijakan mewujudkan kedaulatan pangan sebagai agenda prioritas utama dalam visi kebijakan politik yang diambil oleh pemerintah.

Pondasi ideologis yang telah ditanamkan oleh Founding Father yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 secara tegas menggariskan bahwa diantara kewajiban negara adalah melindungi segenap tumpah darah indonesia dan memajukan kesejahteraan umum, yang jika kita jabarkan dalam konteks kebutuhan hak dasar pangan adalah pemenuhan pangan yang berkualitas dan keberlanjutan kepada seluruh rakyat Indonesia.

Presiden Pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno memberikan kalimat tegas yang merupakan saripati dari amanah konstitusi tersebut dengan menyebut bahwa “Urusan pangan adalah hidup dan matinya sebuah bangsa”.

Bung Besar tidak beretorika semata ketika berpidato dalam peletakan batu pertama pembangunan gedung Fakultas Pertanian IPB tahun 1957, tetapi penegasan bahwa sebagai negara yang besar dan merdeka, Indonesia wajib hukumnya untuk berdaulat dalam sektor pangan.

Perlu diingat bahwa pihak yang menguasai pangan akan menguasai dunia. Kemandirian dan kedaulatan atas pangan akan membebaskan suatu negara dari ketergantungan pada negara lain dan pada perusahaan multinasional. Kedaulatan pangan merupakan langkah awal dari kedaulatan politik sebuah negara, dan bagi negara tropis dengan kekayaan alam yang luar biasa seperti Indonesia jika masih ada warga yang kurang gizi atau kelaparan hal tersebut tak lain disebabkan karena keputusan politik.

Penulis pernah membaca broadcast pesan digital hari raya yang isinya begini “Di hari lebaran ini, selamat menyantap ketupat beras vietnam, opor paha ayam dari USA, rendang daging sapi dari Australia dengan bumbu penyedap dari jepang dan garam impor dari india, tahu tempe dari kedelai china, kue lebaran dari gandum belanda serta minum susu dari Selandia”.

Pesan itu bukan satir semata, tapi berdasarkan fakta sesungguhnya bagaimana sebuah bangsa besar dengan kekayaan alam yang luar biasa tidak berdaulat dalam sektor pangannya. Bagi penulis pesan tersebut dimaknai sebagai alarm pengingat bahwa suatu waktu negeri yang kita cintai ini akan dengan mudah mengalami krisis pangan akibat ketergantungan pangan pada negara lain yang sangat tinggi.

Kebijakan impor pangan yang masif akan sangat membahayakan bagi negara dengan penduduk yang sangat besar seperti indonesia. Tidak hanya mematikan usaha tani dan petani nasional, tapi juga mengarah pada keterjajahan pangan dimasa yang akan datang. Hal tersebut karena bisnis internasional khususnya dalam sektor pangan sangat tergantung dengan situasi geoplotik global yang rentan berubah bendulum eskalasinya dengan sangat cepat dan dinamis.

Study kasus harga beras yang dalam beberapa bulan terakhir mengalami kenaikan harga yang siginifikan misalnya, tak lain adalah karena kebijakan politik India yang membatasi bahkan menghentikan sementara ekspor berasnya. Sebagai negara produsen beras terbesar dunia, keputusan politik Perdana Menteri Narendra Modi sontak mempengaruhi harga beras dunia karena India menyumbang 40 persen ekspor beras dunia.

Kasus gagal panen padi di India di sentra-sentra produksi beras seperti di punjab dan haryana membuat Modi memutuskan kebijakan politik pangan dalam negri yaitu menghentikan ekspor beras non-basmati.

“Untuk memastikan ketersediaan beras putih non-basmati yang cukup, serta untuk menahan kenaikan harga beras dalam negri, maka pemerintah india mengubah kebijakan ekspor,” kata kementrian Pertanian India dalam rilis resmi, dikutip reuters (21/7).

Pemerintah India tentu memperhatikan aspek dalam globalisasi dimana aspek goverment drivers dengan penghentian ekspor beras india yang bertujuan untuk aspek stabilisasi pangan dalam negri berpengaruh pada harga beras dunia, kemudian melalui cost drivers yaitu memperhitungkan stabilitas harga beras nasional India sehingga berpengaruh pada market drivers yang ada di pasar beras global dan akan berdampak pada competitive drivers dimana negara produsen dan negara konsumen lain bisa memanfaatkan peluang dan melakukan mitigasi kebijakan pangan atas berkurangnya stok beras di pasar global.

Indonesia menjadi terdampak atas kebijakan politik pangan India. Oleh sebab itu swasembada pangan dan memutus ketergantungan pada negara lain menjadi pelajaran berharga dalam study kasus beras di India, semata demi mewujudkan kedaulatan pangan dan menghindari ancaman krisis pangan di masa depan.

Ketergantungan dalam sektor pangan sama artinya membuka jalan besar bagi penjajahan. Salah satu penyebab keterjajahan di sektor pangan ini adalah keputusan politik luar negri indonesia yang sangat agresif menggalang liberalisasi perdagangan lewat Free Trade Agreement (FTA) di semua sektor termasuk sektor pangan. Diantara kebijakan turunannya adalah tarif bea impor pangan yang rendah sehingga mengakibatkan bisnis impor pangan menjadi gurita bisnis yang menggiurkan para kartel dan mafia impor.

Agenda globalisasi dimana meneruskan apa yang disebut oleh Bung Karno sebagai neo imperalisme yaitu penjajahan bentuk baru khususnya dalam bidang pangan mengharuskan bangsa ini memiliki pandangan strategis tentang bisnis internasional dalam sektor pangan.

Globalisasi dalam sektor pangan adalah peran dominasi dan subordinasi dari kekuatan negara kepada negara lain guna menguasai peradaban. Indonesia harus keluar dari jebakan subordinasi pangan negara lain dengan memperkuat produksi pangan nasional dan menjalankan agenda ekspor pangan sebagai bentuk memperkuat peran strategis Indonesia di kancah global.

Kita tidak boleh lagi memaknai globalisasi dalam konteks bisnis internasional di bidang pangan sebagai kegiatan ekonomi dan pertanian semata. Karena peran strategis dan vitalnya sektor pangan bagi sebuah bangsa, Bisnis Internasional dalam bidang pangan harus ditempatkan tidak hanya dalam konteks ekonomi dan pasar global semata, tapi pada kebijakan strategis menjaga kedaulatan bangsa, kewajiban konstitusi untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya dan positioning peran Indonesia dalam agenda politik internasional.

Kita perlu merefleksikan pandangan dari Prof. Dr. Bungaran Saragih (Menteri Pertanian 2001-2004) “Kalau produk pangan kita dari impor, kemudian di negara asal ada masalah, Indonesia akan terkena dampak besar-besaran dan berimplikasi sangat luas di bidang sosial, ekonomi dan politik”.

Kiranya sebagai sebuah penutup penulis mengajak semuanya untuk merenungkan dawuh Ketua PCNU Kota Pasuruan Gus Amak tentang pentingnya mewujudkan kedaulatan pangan, “Perang pangan adalah bentuk perang di masa depan. Negara yg memiliki ketahanan pangan akan lebih kuat dan berdaulat dari negara lain. Bahkan bisa menguasai negara lain” Tegasnya.

Penulis : Zulkarnain Mahmud

(Kader Ansor, Mahasiswa Magister Agribisnis UPN Veteran Jawa Timur, Ketua LPPNU Kota Pasuruan)

  • Penulis: Redaksi 9

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harlah NU ke 95 GP Ansor Petiyintunggal Gelar Raker di Batu Ampar Madura

    Harlah NU ke 95 GP Ansor Petiyintunggal Gelar Raker di Batu Ampar Madura

    • calendar_month Minggu, 31 Jan 2021
    • visibility 377
    • 0Komentar

    Gresik – Pimpinan pengurus Ranting Gerakan Pemuda Ansor Petiyintunggal Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik. Menggelar Perjalanan Religi sekaligus Rapat kerja (Raker) di Batu Ampar Madura (30-31/1/2021). Raker tersebut mengusung tema N3 Ngopi, Ngaji dan Ngabdi. Sebelum raker dilaksanakan peserta raker melaksanakan Giat Khotmil Qur’an di Maqom Auliya’ Batu Ampar Madura. Ketua pimpinan GP Ansor Ranting Petiyintunggal […]

  • Kedaulatan Bersama-lah-yauww, Ala Pesantren (Sebuah Refleksi)

    Kedaulatan Bersama-lah-yauww, Ala Pesantren (Sebuah Refleksi)

    • calendar_month Sabtu, 24 Okt 2020
    • visibility 460
    • 0Komentar

    Oleh: Abdul Muiz (Ketua MDS PC Ansor Tuban) hari santri berbeda dg hari rabu, kamis dan hari jumat, memang ada kata “hari” nya tapi tdk masuk dalam kontruksi nama nama hari dlm paradigma lagu kanak kanak. tidak pula berharap masuk dlm jajaran struktur nama hari, misalnya setelah hari senin hari santri lalu baru hari selasa, […]

  • Covid-19 Mereda, Gus Yaqut: Kongres GP Ansor Segera Dipersiapkan

    Covid-19 Mereda, Gus Yaqut: Kongres GP Ansor Segera Dipersiapkan

    • calendar_month Rabu, 30 Mar 2022
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Konbes XXV Gerakan Pemuda (GP) Ansor secara resmi telah dibuka oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) di Grand Dafam Q Hotel, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Rabu (30/3/2022). Konbes ini akan berlangsung hingga Jumat (1/4/2022). Situasi pandemi Covid-19 yang sudah mulai mereda, menjadi sorotan utama GP Ansor […]

  • PW MDS Rijalul Ansor Jatim Gelar Halaqoh Internasional

    PW MDS Rijalul Ansor Jatim Gelar Halaqoh Internasional

    • calendar_month Selasa, 24 Agt 2021
    • visibility 359
    • 0Komentar

    Surabaya – Pimpinan Wilayah MDS Rijalul Ansor Jawa Timur menggelar agenda Halaqoh Internasional. Agenda yang bertujuan untuk membuka khazanah global kader Ansor dalam konteks dinamika internasional dihadiri oleh sejumlah tokoh diaspora Nahdlatul Ulama sebagai narasumber. Mengambil tema “Penguatan Gerakan Jamiyah Menghadapi Tantangan Masyarakat Global” Agenda Halaqoh yang dilakukan secara Hybird dengan titik lokasi utama di […]

  • Transformasi Media Juang, Ansor Jatim Didik Kader Melalui Madrasah Cyber Gelombang Dua

    Transformasi Media Juang, Ansor Jatim Didik Kader Melalui Madrasah Cyber Gelombang Dua

    • calendar_month Sabtu, 23 Okt 2021
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Mojokerto – Digitalisasi dan Cyber dalam kehidupan sekarang tidak bisa terpisahkan, dengan menerjemahkan tantangan itu, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur tak tinggal diam, menggembleng kadernya melalui Madrasah Cyber, Jumat (22/10/201). Inovasi yang diklaim pertama di Indonesia tersebut, bergandeng tangan dengan Universitas Negeri Sunan Ampel Surabaya. Yang nantinya kader ansor seluruh Jawa Timur tersebut akan […]

  • Sambut Ramadan, Ansor Krejengan Bagikan Al-Qur’an untuk TPQ

    Sambut Ramadan, Ansor Krejengan Bagikan Al-Qur’an untuk TPQ

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Probolinggo, Ansor Jatim – Dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Krejengan menggelar kegiatan penyaluran Al-Qur’an ke sejumlah Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di wilayah Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 17–18 Februari 2026 dengan melibatkan jajaran pengurus PAC serta Pengurua Pimpinan Ranting GP […]

expand_less