Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » KeNUan » Impor Pangan dan Ancaman Kedaulatan

Impor Pangan dan Ancaman Kedaulatan

  • account_circle Redaksi 9
  • calendar_month Sel, 28 Nov 2023
  • visibility 317
  • comment 0 komentar

Indonesia sebagai negara berpenduduk keempat terbesar di dunia dengan 277,7 juta jiwa mengharuskan kebijakan mewujudkan kedaulatan pangan sebagai agenda prioritas utama dalam visi kebijakan politik yang diambil oleh pemerintah.

Pondasi ideologis yang telah ditanamkan oleh Founding Father yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 secara tegas menggariskan bahwa diantara kewajiban negara adalah melindungi segenap tumpah darah indonesia dan memajukan kesejahteraan umum, yang jika kita jabarkan dalam konteks kebutuhan hak dasar pangan adalah pemenuhan pangan yang berkualitas dan keberlanjutan kepada seluruh rakyat Indonesia.

Presiden Pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno memberikan kalimat tegas yang merupakan saripati dari amanah konstitusi tersebut dengan menyebut bahwa “Urusan pangan adalah hidup dan matinya sebuah bangsa”.

Bung Besar tidak beretorika semata ketika berpidato dalam peletakan batu pertama pembangunan gedung Fakultas Pertanian IPB tahun 1957, tetapi penegasan bahwa sebagai negara yang besar dan merdeka, Indonesia wajib hukumnya untuk berdaulat dalam sektor pangan.

Perlu diingat bahwa pihak yang menguasai pangan akan menguasai dunia. Kemandirian dan kedaulatan atas pangan akan membebaskan suatu negara dari ketergantungan pada negara lain dan pada perusahaan multinasional. Kedaulatan pangan merupakan langkah awal dari kedaulatan politik sebuah negara, dan bagi negara tropis dengan kekayaan alam yang luar biasa seperti Indonesia jika masih ada warga yang kurang gizi atau kelaparan hal tersebut tak lain disebabkan karena keputusan politik.

Penulis pernah membaca broadcast pesan digital hari raya yang isinya begini “Di hari lebaran ini, selamat menyantap ketupat beras vietnam, opor paha ayam dari USA, rendang daging sapi dari Australia dengan bumbu penyedap dari jepang dan garam impor dari india, tahu tempe dari kedelai china, kue lebaran dari gandum belanda serta minum susu dari Selandia”.

Pesan itu bukan satir semata, tapi berdasarkan fakta sesungguhnya bagaimana sebuah bangsa besar dengan kekayaan alam yang luar biasa tidak berdaulat dalam sektor pangannya. Bagi penulis pesan tersebut dimaknai sebagai alarm pengingat bahwa suatu waktu negeri yang kita cintai ini akan dengan mudah mengalami krisis pangan akibat ketergantungan pangan pada negara lain yang sangat tinggi.

Kebijakan impor pangan yang masif akan sangat membahayakan bagi negara dengan penduduk yang sangat besar seperti indonesia. Tidak hanya mematikan usaha tani dan petani nasional, tapi juga mengarah pada keterjajahan pangan dimasa yang akan datang. Hal tersebut karena bisnis internasional khususnya dalam sektor pangan sangat tergantung dengan situasi geoplotik global yang rentan berubah bendulum eskalasinya dengan sangat cepat dan dinamis.

Study kasus harga beras yang dalam beberapa bulan terakhir mengalami kenaikan harga yang siginifikan misalnya, tak lain adalah karena kebijakan politik India yang membatasi bahkan menghentikan sementara ekspor berasnya. Sebagai negara produsen beras terbesar dunia, keputusan politik Perdana Menteri Narendra Modi sontak mempengaruhi harga beras dunia karena India menyumbang 40 persen ekspor beras dunia.

Kasus gagal panen padi di India di sentra-sentra produksi beras seperti di punjab dan haryana membuat Modi memutuskan kebijakan politik pangan dalam negri yaitu menghentikan ekspor beras non-basmati.

“Untuk memastikan ketersediaan beras putih non-basmati yang cukup, serta untuk menahan kenaikan harga beras dalam negri, maka pemerintah india mengubah kebijakan ekspor,” kata kementrian Pertanian India dalam rilis resmi, dikutip reuters (21/7).

Pemerintah India tentu memperhatikan aspek dalam globalisasi dimana aspek goverment drivers dengan penghentian ekspor beras india yang bertujuan untuk aspek stabilisasi pangan dalam negri berpengaruh pada harga beras dunia, kemudian melalui cost drivers yaitu memperhitungkan stabilitas harga beras nasional India sehingga berpengaruh pada market drivers yang ada di pasar beras global dan akan berdampak pada competitive drivers dimana negara produsen dan negara konsumen lain bisa memanfaatkan peluang dan melakukan mitigasi kebijakan pangan atas berkurangnya stok beras di pasar global.

Indonesia menjadi terdampak atas kebijakan politik pangan India. Oleh sebab itu swasembada pangan dan memutus ketergantungan pada negara lain menjadi pelajaran berharga dalam study kasus beras di India, semata demi mewujudkan kedaulatan pangan dan menghindari ancaman krisis pangan di masa depan.

Ketergantungan dalam sektor pangan sama artinya membuka jalan besar bagi penjajahan. Salah satu penyebab keterjajahan di sektor pangan ini adalah keputusan politik luar negri indonesia yang sangat agresif menggalang liberalisasi perdagangan lewat Free Trade Agreement (FTA) di semua sektor termasuk sektor pangan. Diantara kebijakan turunannya adalah tarif bea impor pangan yang rendah sehingga mengakibatkan bisnis impor pangan menjadi gurita bisnis yang menggiurkan para kartel dan mafia impor.

Agenda globalisasi dimana meneruskan apa yang disebut oleh Bung Karno sebagai neo imperalisme yaitu penjajahan bentuk baru khususnya dalam bidang pangan mengharuskan bangsa ini memiliki pandangan strategis tentang bisnis internasional dalam sektor pangan.

Globalisasi dalam sektor pangan adalah peran dominasi dan subordinasi dari kekuatan negara kepada negara lain guna menguasai peradaban. Indonesia harus keluar dari jebakan subordinasi pangan negara lain dengan memperkuat produksi pangan nasional dan menjalankan agenda ekspor pangan sebagai bentuk memperkuat peran strategis Indonesia di kancah global.

Kita tidak boleh lagi memaknai globalisasi dalam konteks bisnis internasional di bidang pangan sebagai kegiatan ekonomi dan pertanian semata. Karena peran strategis dan vitalnya sektor pangan bagi sebuah bangsa, Bisnis Internasional dalam bidang pangan harus ditempatkan tidak hanya dalam konteks ekonomi dan pasar global semata, tapi pada kebijakan strategis menjaga kedaulatan bangsa, kewajiban konstitusi untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya dan positioning peran Indonesia dalam agenda politik internasional.

Kita perlu merefleksikan pandangan dari Prof. Dr. Bungaran Saragih (Menteri Pertanian 2001-2004) “Kalau produk pangan kita dari impor, kemudian di negara asal ada masalah, Indonesia akan terkena dampak besar-besaran dan berimplikasi sangat luas di bidang sosial, ekonomi dan politik”.

Kiranya sebagai sebuah penutup penulis mengajak semuanya untuk merenungkan dawuh Ketua PCNU Kota Pasuruan Gus Amak tentang pentingnya mewujudkan kedaulatan pangan, “Perang pangan adalah bentuk perang di masa depan. Negara yg memiliki ketahanan pangan akan lebih kuat dan berdaulat dari negara lain. Bahkan bisa menguasai negara lain” Tegasnya.

Penulis : Zulkarnain Mahmud

(Kader Ansor, Mahasiswa Magister Agribisnis UPN Veteran Jawa Timur, Ketua LPPNU Kota Pasuruan)

  • Penulis: Redaksi 9

Rekomendasi Untuk Anda

  • GP Ansor Tebuwung Gelar Pemilihan Ketua GP Ansor Untuk Periode 2022-2024

    GP Ansor Tebuwung Gelar Pemilihan Ketua GP Ansor Untuk Periode 2022-2024

    • calendar_month Jum, 30 Sep 2022
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Gresik – Proses pemilihan ketua baru Gerakan pemuda (GP) Ansor ranting desa Tebuwung Dukun menggambarkan proses penuh tahapan dan dinamika. Sebelumnya diinformasikan bahwa tahapan awal dilakukan penjaringan bacalon (bakal calon) ketua GP Ansor ranting Tebuwung dengan mentapkan 3 bacalon yakni sahabat jauhar Fuadi, Ahmad Thoyyib Shofi dan khusnul khuluq yang akan memimpin GP Ansor untuk […]

  • Banser dan Fatayat NU Dukun Semangat Ikuti Gerak Jalan  Semarak HUT ke-80 RI

    Banser dan Fatayat NU Dukun Semangat Ikuti Gerak Jalan Semarak HUT ke-80 RI

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • visibility 532
    • 0Komentar

    Gresik, Ansor Jatim – Satkoryon Banser Dukun, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, bersama Fatayat NU dan Banom NU lainnya mengikuti gerak jalan dengan jarak tempuh 8 kilometer dalam rangka semarak kemerdekaan HUT Ke-80 RI, Rabu (13/8/2025). Ketua Fatayat NU Dukun, Siti Amsaroh mengatakan gerak jalan ini digelar semata-mata karena mendorong kecintaan Banom NU di Kecamatan Dukun, […]

  • Gus Syafiq: Mari Wacanakan Kebangkitan Ekonomi, Daripada Ribut Kemenag

    Gus Syafiq: Mari Wacanakan Kebangkitan Ekonomi, Daripada Ribut Kemenag

    • calendar_month Kam, 28 Okt 2021
    • visibility 197
    • 0Komentar

    SURABAYA-Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Ansor Jawa Timur M Syafiq Syauqi angkat bicara soal polemik statment Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas soal Kementrian Agama, yang dalam beberapa hari terakhir menjadi perbincangan publik. Syafiq menilai sudah sepantasnya polemik soal ini dihentikan. Lantaran, konteks pembicaraan tersebut, adalah untuk kalangan internal.”Inikan untuk motivasi, yakni memotivasi santri dan pesantren untuk […]

  • GP Ansor Ranting Tebuwung Gelar MDSRA Dan Ngaji Kebangsaan

    GP Ansor Ranting Tebuwung Gelar MDSRA Dan Ngaji Kebangsaan

    • calendar_month Sab, 18 Nov 2023
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Gresik – Bertempat di Musholla Hidayatullah Ponpes Hidayatullah Tegalrejo Tebuwung Dukun Gresik. Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ranting Tebuwung Dukun Gresik Gelar Majelis Dzikir Shalawat Rijalul Ansor (MDSRA) dan ngaji Kebangsaan. Kegiatan tersebut melibatkan seluruh anggota GP Ansor, Banser dan RA Rijalul Ansor Ranting Tebuwung. Puluhan kader NU ini mengikuti kegiatan tersebut penuh Khidmah sampai acara […]

  • Diguyur Hujan Deras, Apel Pembukaan Susbalan Satkorwil Banser Jatim dan Satkorcab Banser Gresik Tetap Berlangsung

    Diguyur Hujan Deras, Apel Pembukaan Susbalan Satkorwil Banser Jatim dan Satkorcab Banser Gresik Tetap Berlangsung

    • calendar_month Sab, 26 Nov 2022
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Gresik – Kendati hujan deras sempat mengguyur Lapangan Gelora Balongpanggang Gresik, tempat pelaksanaan apel pembukaan Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) Satkorwil Jawa Timur ke XXXVIII dan Satkorcab Banser Gresik ke-II, Jum’at siang (25/11/2023), namun pelaksanaan tetap berlangsung dengan khidmat Sebanyak 150 calon Perwira Banser dari berbagai delegasi Satkorcab Banser se-Jawa Timur, Aceh dan Kalimantan itu tidak […]

  • Peringati Harlah NU ke 99, LPBI NU Kota Pasuruan Gelar Pelatihan SAR dan PPGD Dasar

    Peringati Harlah NU ke 99, LPBI NU Kota Pasuruan Gelar Pelatihan SAR dan PPGD Dasar

    • calendar_month Kam, 17 Feb 2022
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Pasuruan – Semarak Hari Lahir (Harlah) NU ke 99 diperingati dengan cara menarik dan aktual oleh LPBI NU Kota Pasuruan. Sebagai daerah dengan potensi rawan bencana seperti banjir membuat kader muda NU terus mengasah kemampuan penanggulangan SAR. Bertajuk pelatihan PPGD dan SAR dasar, LPBINU Kota Pasuruan menyelenggarakan pelatihan kepada peserta yang terdiri dari delegasi GP […]

expand_less