Ansor Jatim Sayangkan Maraknya Peredaran Narkoba di Madura, Buntut Temuan 27 Kg Kokain
- account_circle BSA Jawa Timur
- calendar_month 20 jam yang lalu
- visibility 94
- comment 0 komentar

Surabaya, Ansor Jatim – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur, menyayangkan tingginya peredaran narkotika, di Madura, Jawa Timur.
Hal itu buntut adanya penemuan puluhan paket diduga kokain seberat total 27,83 kilogram (kg) yang terdampar di Pantai Pasir Putih Kahuripan, Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Madura, pada Senin (13/4/2026).
Berdasarkan keterangan resmi Polda Jatim, barang haram itu telah dilaboratorium forensik dan dipastikan mengandung kokain murni dengan berat bersih mencapai 22,226 kg.
Salah seorang pengurus GP Ansor Jawa Timur mengatakan temuan ini menjadi ancaman serius bagi masyarakat Jawa Timur, khususnya di pulau. Madura.
“Kami sangat menyayangkan temuan kokain dalam jumlah besar ini, temuan ini menunjukkan bahwa peredaran narkoba di Jawa Timur khususnya Madura, belum terkendali sepenuhnya,” katanya.
Kata dia, meski berbagai upaya pemberantasan telah dilakukan, Ansor Jatim akan tetap mengawasi detail kasus ini, menurutnya Madura telah menjadi salah satu pintu masuk utama peredaran narkoba skala besar di wilayah Jawa Timur.
“Madura bukan hanya pintu masuk barang haram, tetapi juga wilayah yang harus dijaga secara ekstra karena dampak sosial yang ditimbulkannya sangat besar terhadap generasi muda di pesantren-pesantren dan masyarakat pesisir,” tegasnya.
Dia menegaskan pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan Aparat Penegak Hukum (APH), melainkan harus bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat, khususnya dari kalangan pesantren, Nahdlatul Ulama (NU), beserta seluruh lembaga dan Banom-,Banomnya.
“Dengan fakta kejadian ini jelas bahwa aparat hukum tidak akan mampu bekerja sendiri dalam memberantas peredaran narkoba. Justru jika APH bekerja sendiri tanpa sinergi maka publik akan balik bertanya tentang keseriusan mereka dalam operasi pemberantasan narkoba,” bebernya.
Kasus ini kini tengah ditangani Polda Jatim yang sedang memburu jaringan penyelundup di balik temuan tersebut. GP Ansor berharap proses hukum berjalan tegas dan transparan, serta menjadi momentum bagi semua pihak untuk memperkuat komitmen bersama dalam perang melawan narkoba.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama kader NU dan Ansor di Madura dan seluruh Jawa Timur, untuk bahu-membahu menjaga generasi bangsa dari bahaya narkoba. Pencegahan dini melalui pendidikan, pengawasan komunitas, dan pelaporan cepat dari masyarakat adalah solusi paling efektif,” pungkasnya.
- Penulis: BSA Jawa Timur
