Gus Udin Tegaskan Komitmen Ansor Lumajang Jaga Kerukunan di Pura Mandhara Giri
- account_circle BSA Jawa Timur
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 123
- comment 0 komentar

Lumajang, Ansor Jatim – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Lumajang kembali menunjukkan taringnya sebagai garda terdepan dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di tanah air. Ketua PC GP Ansor Lumajang, Izzuddin, atau yang akrab disapa Gus Udin, menghadiri langsung perayaan Dharma Santi Tahun Baru Saka 1948/2026 yang digelar oleh PHDI Kabupaten Lumajang di Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Senduro, Sabtu (18/04/2026) malam.
Kehadiran tokoh muda NU ini menjadi sinyal kuat bahwa harmoni sosial di Lumajang tetap kokoh di tengah dinamika zaman.
Dalam keterangannya, Gus Udin menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya kolaborasi lintas iman demi keutuhan NKRI. Ia meyakini bahwa GP Ansor bersama seluruh elemen lintas agama di Lumajang akan terus menjadi pilar penting dalam membangun Indonesia yang adil dan makmur.
Kehadiran Ansor di rumah ibadah umat Hindu ini bukan sekadar seremoni, melainkan manifestasi nyata dari nilai toleransi yang telah lama mendarah daging di organisasi pemuda Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Gus Udin menegaskan bahwa agenda besar GP Ansor saat ini tetap berpijak pada tiga pilar utama: revitalisasi nilai dan tradisi, penguatan sistem kaderisasi, serta pemberdayaan potensi kader. Menurutnya, ketiga poin ini adalah kunci agar GP Ansor terus bisa berkhidmat bagi kemandirian bangsa berdasarkan ajaran Islam Ahlussunnah Waljama’ah.
“Tanpa regenerasi dan kreativitas berorganisasi yang tajam, kita akan terjebak dalam kejumudan. Kader muda NU harus siap menjadi pemimpin bangsa yang moderat,” tegas Gus Udin.
Lebih lanjut, Gus Udin menekankan bahwa moderasi beragama bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata yang memiliki indikator keberhasilan jelas, yakni komitmen kebangsaan, anti-kekerasan, dan penghormatan terhadap tradisi lokal. Ia pun memberikan pernyataan tegas mengenai posisi Ansor dalam peta sosial Lumajang yang dikenal majemuk namun tetap rukun.
“GP Ansor Lumajang tidak akan pernah membiarkan celah bagi intoleransi. Tugas kita adalah memastikan bahwa setiap warga negara, apa pun agamanya, merasa aman dan nyaman dalam bingkai NKRI. Kami berkomitmen menyelaraskan kehidupan beragama dengan kearifan budaya lokal demi mewujudkan masyarakat yang sejahtera,” ujar Gus Udin dengan penuh semangat.
Strategi pengembangan yang diusung oleh PC GP Ansor Lumajang juga melibatkan kolaborasi lintas unsur melalui Kelompok Kerja (Pokja) yang melibatkan tokoh agama, masyarakat, dan pemerintah. Implementasi nyata dari semangat ini terlihat dari dukungan terhadap pembangunan sarana publik yang inklusif, seperti taman religi yang mempertemukan berbagai simbol rumah ibadah dalam satu kompleks, sebagai simbol kebersamaan yang hakiki.
Menutup keterangannya, Gus Udin memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Desa Senduro yang kini telah dikukuhkan sebagai Kampung Moderasi Beragama. Prestasi Lumajang sebagai salah satu Kabupaten Moderasi Beragama tingkat nasional menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan yang digaungkan GP Ansor dan elemen lainnya telah membuahkan hasil nyata.
“Senduro adalah laboratorium toleransi kita. Ini adalah contoh bagi Indonesia bahwa perbedaan adalah kekuatan, bukan pemisah,” pungkasnya.
Penulis : BSA Kab. Lumajang
- Penulis: BSA Jawa Timur
