Breaking News
Trending Tags
Beranda » Nasional » Ketua LBH Ansor Sidoarjo : Kebijakan Pembagian Kuota Haji Tambahan 50:50 Bukanlah Perilaku Korupsi

Ketua LBH Ansor Sidoarjo : Kebijakan Pembagian Kuota Haji Tambahan 50:50 Bukanlah Perilaku Korupsi

  • account_circle BSA Jawa Timur
  • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
  • visibility 272
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Sidoarjo, Ansor Jatim – Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kabupaten Sidoarjo, Heru Krisbianto, SH, MH mengatakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibentuk sebagai lembaga independen untuk memperkuat penegakan hukum tindak pidana korupsi yang memiliki karakter luar biasa (extraordinary crime). Bukan menjadi alat politik kekuasaan maupun instrumen untuk kepentingan kelompok tertentu.

“Dalam praktiknya, penanganan perkara yang melibatkan aktor politik sering menimbulkan persepsi publik bahwasanya tindakan KPK bernuansa politik. Persepsi ini terlepas benar atau tidak, memiliki implikasi serius terhadap legitimasi lembaga, stabilitas politik, dan kualitas demokrasi,” katanya.

Heru menegaskan, Isu “Nuansa Politik” dapat dianalisis melalui tiga pendekatan, antara lain Teori Independensi Lembaga Penegak Hukum, Lembaga antikorupsi harus memiliki otonomi operasional, bebas intervensi kekuasaan, dan berbasis due process of law.

“Selanjutnya, teori Rule of Law vs Political Instrumentalization, penegakan hukum idealnya tunduk pada supremasi hukum, bukan menjadi instrumen pertarungan kekuasaan, serta Public Trust Theory Efektivitas lembaga penegak hukum sangat bergantung pada kepercayaan publik, bukan hanya kewenangan normatif,” tegasnya.

Menurut Heru, isu “Nuansa Politik” tersebut bisa berdampak Negatif (jika muncul persepsi politisasi) seperti tuduhan selective enforcement (penegakan tebang pilih), delegitimasi proses hukum di mata public, terganggunya asas praduga tak bersalah oleh framing politik, serta potensi judicial harassment (hukum sebagai alat tekanan).

“Bahwa dalam hukum administrasi negara dan hukum pidana, kebijakan atau diskresi tidak dapat dipidanakan selama tidak ditemukan adanya unsur niat jahat (mens rea) dan keuntungan pribadi atau korporasi,” tandasnya.

Lebih lanjut, Heru menambahkan, bahwa parameter niat jahat (mens rea) adalah crime of calculation. Seseorang hanya dapat dipidana jika terbukti memiliki niat jahat untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain. Sebuah kebijakan yang diambil demi kepentingan umum (kemanusiaan dan keselamatan), tidak boleh dikategorikan sebagai korupsi.

“Jika terdapat kesalahan administratif dalam pengambilan kebijakan, tidak serta-merta merupakan tindak pidana korupsi. Hal ini ditegaskan dalam UU No 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, kesalahan prosedur tanpa adanya unsur kerugian negara yang dinikmati secara pribadi, maka penyelesaiannya harus melalui jalur administratif atau perdata, bukan pidana,” imbuhnya.

Dengan demikian, kebijakan pembagian Kuota Haji tambahan 50:50 oleh Gus Yaqut tersebut bukanlah tindak pidana. Berdasarkan UU No. 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah juga disebutkan Menteri Agama dapat membagi kuota haji tambahan sesuai pertimbangan tertentu demi keadilan dan kemaslahatan. Hal tersebut dalam istilah hukumnya adalah tindakan diskresi.

“Maksud dari diskresi di sini adalah ruang kebebasan bagi pejabat untuk bertindak demi kepentingan umum di luar aturan tertulis. Tanpa diskresi, birokrasi akan kaku. Kriminalisasi terhadap diskresi tanpa bukti kickback (suap) adalah preseden buruk bagi demokrasi dan tata kelola pemerintahan yang inovatif,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, bahwa KPK semestinya memahami hal tersebut, terutama kaitannya dengan kemanusiaan dan keselamatan jiwa. Seharusnya KPK tidak membangun opini dan bermain politik yang dapat menyesatkan publik. Jika keberadaan KPK dalam menjalankan tugasnya dipengaruhi, diarahkan, atau dimanfaatkan untuk agenda politik tertentu, maka hal tersebut merupakan pengkhianatan terhadap mandat reformasi dan harapan rakyat.

“KPK menjadi kehilangan legitimasi moral dan konstitusional. Dalam kondisi demikian, maka lebih baik KPK dibubarkan daripada menjadi alat kekuasaan yang merusak keadilan hukum. Kami menilai, setiap langkah penegakan hukum harus menjunjung tinggi asas kepastian hukum, praduga tak bersalah, dan transparansi, agar tidak menimbulkan kegaduhan serta menghindari potensi pembunuhan karakter (character assassination),” ungkapnya.

Oleh karenanya, KPK dalam melakukan penegakan hukum harus murni, independen, dan tidak dijadikan alat kepentingan tertentu. LBH Ansor Sidoarjo menegaskan tidak akan bergeser sedikitpun dari barisan untuk melakukan pembelaan terhadap Gus Yaqut selaku kader Ansor.

“Kami bekomitmen untuk terus melakukan pendampingan hukum agar Gus Yaqut mendapatkan keadilan. Serta terus mengawal tegaknya supremasi hukum yang adil, serta berada di garda depan untuk memberikan advokasi terhadap kebijakan-kebijakan publik yang benar-benar ditujukan untuk kemaslahatan umat namun terancam oleh tafsir hukum yang keliru,” pungkasnya.

Pewarta : Yuli Riyanto

  • Penulis: BSA Jawa Timur

Rekomendasi Untuk Anda

  • GP ANSOR Bangil: Polisi Periksa Kasus Dugaan Penghinaan NU dan Habib Lufti

    GP ANSOR Bangil: Polisi Periksa Kasus Dugaan Penghinaan NU dan Habib Lufti

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2020
    • visibility 441
    • 5Komentar

    Pasuruan- Kepolisian tengah mengusut dugaan penghinaan terhadap Nahdlatul Ulama (NU) dan Habib Lufti bin Yahya. Laporan disampaikan Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bangil, Kabupaten Pasuruan. Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan bahwa pelaporan tentang dugaan penghinaan itu sedang diproses oleh Satreskrim dengan tahap awal melakukan penyelidikan. “Proses penyelidikan sudah berjalan. Ada lima […]

  • Komentar Gus Yaqut soal Mirip Salib di Spanduk HUT RI, Ada Saran untuk Aa Gym

    Komentar Gus Yaqut soal Mirip Salib di Spanduk HUT RI, Ada Saran untuk Aa Gym

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2020
    • visibility 287
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas meminta polemik soal spanduk HUT ke-75 Republik Indonesia yang dinilai memuat gambar mirip salib supaya dihentikan. Hal ini disampaikan Gus Yaqut saat dimintai tanggapan terkait spanduk HUT ke-75 RI yang membuat gambar berupa pecahan-pecahan supergraphic yang dinilai mirip salib. “Kenapa sih kita ini meributkan hal-hal yang tidak substantif seperti […]

  • Ansor Jatim Dorong Pengembangan Industri Kreatif untuk Wujudkan Jatim sebagai Gerbang Baru Nusantara

    Ansor Jatim Dorong Pengembangan Industri Kreatif untuk Wujudkan Jatim sebagai Gerbang Baru Nusantara

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • visibility 556
    • 0Komentar

    Surabaya, Ansor Jatim – Sebagai upaya nyata dalam mendorong pengembangan sektor industri kreatif di Provinsi Jawa Timur, Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur menggelar rapat koordinasi untuk merumuskan program kerja tahunan. Acara ini berlangsung di Gedung DPRD Jawa Timur dengan fokus pada perencanaan strategis guna mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan kreativitas. […]

  • Viral Peserta Kecil Diklatsar Bangil Yang Bercita-cita Menjadi Pengawal Ulama

    Viral Peserta Kecil Diklatsar Bangil Yang Bercita-cita Menjadi Pengawal Ulama

    • calendar_month Minggu, 8 Nov 2020
    • visibility 827
    • 0Komentar

    Ansorjatin, Pasuruan – Ada hal menarik dalam Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser PC GP Ansor Bangil yang diikuti oleh 150 peserta. Agenda kaderisasi yang berlangsung pada 6-8 November 2020 itu diikuti oleh satu peserta yang memantik perhatian khalayak. Muhammad izudin haq al-fatih, nama peserta Diklatsar kecil yang berusia 8 tahun. Anak kecil penuh semangat yang […]

  • Kiai Chalwani: Dzikir Mempermudah Rizki Syekh Abdul Qodir Al-Jailani Qs

    Kiai Chalwani: Dzikir Mempermudah Rizki Syekh Abdul Qodir Al-Jailani Qs

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2020
    • visibility 2.800
    • 4Komentar

    Purworejo – Rizki adalah misteri Allah Swt. Kalau Allah sudah menghendaki rizki lancar, maka bisa datang dengan jalan apa saja sesuai kehendak-Nya. Demikian pesan yang disampaikan KH Achmad Chalwani Nawawi, Pengasuh Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo Jawa Tengah, sebagaimana diterima redaksi laduni.id, Senin (6/7/20). Menurut Kiai Chalwani, manusia ditugaskan untuk selalu berusaha, Allah yang memastikan datangnya rezeki kepada […]

  • Ramadhan Berkah, Ansor Bangkalan Berbagi Takjil dan Buka Bersama

    Ramadhan Berkah, Ansor Bangkalan Berbagi Takjil dan Buka Bersama

    • calendar_month Minggu, 31 Mar 2024
    • visibility 309
    • 0Komentar

    Bulan Ramadhan, yang dipenuhi dengan berkah dan kebaikan, menjadi momen yang sangat dinanti oleh umat muslim di seluruh dunia. Di Kabupaten Bangkalan, pengurus Ansor dengan antusias berkumpul untuk merayakan kebersamaan dalam semangat keagamaan. Sabtu (30/03/2024). Mereka tidak hanya mengharapkan pahala dari Allah, tetapi juga mempererat hubungan silaturahmi antara Pengurus Cabang (PC) dan Pengurus Anak Cabang […]

expand_less