Apel Pembukaan PKD Ansor dan Diklatsar Banser Gondangwetan, Abd Karim Tekankan Disiplin dan Penghargaan Waktu
- account_circle Ansor Jatim
- calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
- visibility 45
- comment 0 komentar
- print Cetak

PASURUAN – Gerakan Pemuda Ansor PAC Gondangwetan resmi membuka kegiatan Kaderisasi Dua Matra Pendidikan Kader Dasar (PKD) Ansor dan Diklatsar Banser, Jumat (22/5). Kegiatan tersebut dipusatkan di Pondok Pesantren Al Fudlola’, Desa Tebas, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan.
Apel pembukaan digelar di lapangan umum Desa Tebas tepat pukul 14.15 WIB. Sebanyak 75 peserta mengikuti kegiatan tersebut bersama jajaran anggota Banser Satkoryon Gondangwetan.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam apel pembukaan. Di antaranya Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pasuruan Abd Karim, M.Si., jajaran pengurus MWCNU Gondangwetan, Rois Syuriah MWCNU Gondangwetan KH M. Yahya Najich, serta unsur Forkompika Kecamatan Gondangwetan.
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pasuruan Abd Karim menegaskan bahwa kaderisasi bukan hanya sebatas kegiatan formal organisasi, melainkan proses pembentukan karakter kader Ansor dan Banser.
Menurutnya, salah satu nilai utama yang harus dimiliki kader adalah kemampuan menghargai waktu dan menjaga kedisiplinan.
“Menjaga waktu itu penting. Apalagi Ansor adalah penolong, bukan orang yang hanya ditolong. Maka kader Ansor harus disiplin dan siap hadir di tengah masyarakat,” ujarnya saat memberikan sambutan.
Dia juga menyampaikan bahwa peserta PKD Ansor dan Diklatsar Banser nantinya akan lebih memahami nilai-nilai ke-Ansoran dan kebanseran setelah mengikuti seluruh rangkaian kaderisasi.
Sementara itu, Ketua PAC GP Ansor Gondangwetan Nur Ahmad Ulul Azmy mengatakan, kegiatan kaderisasi dua matra tersebut menjadi momentum untuk kembali memperkuat soliditas kader Ansor dan Banser di wilayah Gondangwetan.
“Melalui kaderisasi ini kami ingin menata kembali barisan kader Ansor dan Banser agar semakin kompak, solid, dan kuat dalam menjalankan organisasi,” katanya.
Kegiatan Kaderisasi Dua Matra PAC GP Ansor Gondangwetan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 Mei 2026. Selain materi keorganisasian, peserta juga akan mendapatkan pembinaan kepemimpinan, kedisiplinan, dan wawasan kebangsaan.


- Penulis: Ansor Jatim
