Harlah ke-92 GP Ansor: PW GP Ansor Jatim “Bongkar” Mesin Organisasi di Lumajang, Targetkan Kaderisasi Militan Hingga Akar Rumput!
- account_circle BSA Jawa Timur
- calendar_month Senin, 18 Mei 2026
- visibility 103
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sahabat Samsul Mashudi Wakil Ketua Bid. Kaderisasi PW GP Ansor Jatim Saat memberi Arahan
Lumajang, Ansor Jatim – Momentum Hari Lahir (Harlah) ke-92 Gerakan Pemuda (GP) Ansor menjadi babak baru bagi penataan organisasi di tingkat daerah. Mengambil tempat di LP2KS Yayasan Kyai Syarifuddin, Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Lumajang menggelar agenda krusial bertajuk “Rekonstruksi GP Ansor Lumajang: Kaderisasi, Organisasi, dan Akreditasi” pada Minggu (17/05/2026). Langkah strategis ini diambil demi memperkuat fondasi gerakan pemuda Nahdlatul Ulama tersebut di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.
Acara yang berlangsung khidmat sekaligus dinamis ini dihadiri langsung oleh jajaran Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur. Kehadiran para petinggi wilayah tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan membawa misi besar untuk melakukan “bedah total” terhadap sistem tata kelola organisasi, akreditasi, hingga pola penyaringan kader yang ada di Kabupaten Lumajang.
Sorotan utama tertuju pada sektor penguatan kapasitas kader yang dinilai menjadi ujung tombak gerakan. Wakil Ketua Bidang Kaderisasi PW GP Ansor Jawa Timur, Samsul Mashudi, menegaskan bahwa pola rekrutmen tradisional harus bertransformasi menjadi lebih selektif. Menurutnya, kuantitas tanpa kualitas hanya akan memperlambat laju roda organisasi.
“Dalam bidang kaderisasi, diperlukan proses pencarian dan penyaringan kader secara selektif hingga ke akar rumput. Hal ini bertujuan agar kader yang nantinya mengikuti pelatihan pengkaderan benar-benar memiliki kesiapan, loyalitas, dan semangat juang tinggi sehingga mampu menjadi kader yang militan, berkualitas, serta siap mengabdi untuk organisasi,” ujar Samsul Mashudi dengan nada optimis.
Tidak hanya soal mencetak kader militan, rekonstruksi kali ini juga menyasar pada pembenahan sistem internal secara masif. Disiplin administrasi dan kepatuhan terhadap aturan main organisasi menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar lagi jika GP Ansor Lumajang ingin melompat lebih tinggi.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Bidang Organisasi PW GP Ansor Jawa Timur, M. Nizar, mengingatkan seluruh pengurus akan pentingnya menertibkan tata kelola kelembagaan. Ia menekankan bahwa kekuatan Ansor terletak pada soliditas dan ketundukan terhadap garis komando serta aturan yang berlaku.
“Dalam organisasi adalah pentingnya melakukan evaluasi kembali terhadap administrasi serta tata kelola organisasi agar berjalan lebih tertib, efektif, dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Karena dalam sebuah organisasi setiap proses memiliki ketentuan dan mekanisme, maka seluruh anggota harus memiliki sikap disiplin serta patuh terhadap aturan organisasi demi menjaga keberlangsungan dan soliditas bersama,” tegas M. Nizar.
Melalui momentum Harlah ke-92 ini, rekonstruksi yang berfokus pada tiga pilar utama Kaderisasi, Organisasi, dan Akreditasi diharapkan mampu melecut semangat PC GP Ansor Lumajang untuk bertransformasi menjadi organisasi kepemudaan yang modern, tertib administrasi, namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai Aswaja dan militansi kepemudaan.
Penulis : BSA Lumajang
- Penulis: BSA Jawa Timur
