Breaking News
Trending Tags
Beranda » Banser » Kisah 2 Anggota Banser dari Batang yang Rela Mati Demi Kiai dan Negara

Kisah 2 Anggota Banser dari Batang yang Rela Mati Demi Kiai dan Negara

  • account_circle Ansor Jatim
  • calendar_month Jumat, 14 Agt 2020
  • visibility 1.237
  • comment 3 komentar
  • print Cetak

Jakarta – Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama atau disingkat Banser merupakan badan otonom NU dari GP Ansor. Diketahui, Banser ikut berkontribusi berjuang mengamankan bangsa dan agama.

Dihimpun dari berbagai sumber, pada tahun 1960 perjuangan Banser sangat fenomenal. Sebab, mereka berjuang mengamankan dan mengawal para kiai dan bangsa ini dari aktifis PKI dan berbagai onderbouw-nya.

Dikisahkan anggota Banser angkatan tahun 1960-an, Mbah Musrim namanya. Ia berasal dari Desa Kemiri Timur Kecamatan Subah Kabupaten Batang Jawa Tengah.

Mbah Musrim rela mati demi menjaga kiai dan NKRI. Walau di usia tua dia tegas mengatakan, siapapun yang menganggu NU dan NKRI akan dilawan, lebih baik mati membela Kiai dan NKRI.

“O….aja macem-macem, senajan wis tua, mlaku wis angel, aku tetep Melu maju, mati ya mati, ora urus sapa sing tak adepi. Saiki mati mbesuk ya mati. Luwih Mulya mati mbela kyai lan negara, timbang mati nggletak orang ngapa-ngapa!”

(“O…jangan macam-macam, walaupun sudah tua, berjalan sudah sulit, aku tetap ikut maju. Mati ya mati, gak ngurus siapa yg aku hadapi. Sekarang mati, besok mati. Lebih baik mati membela Kyai dan Negara, daripada mati tergeletak tidak melakukan apapun”),” tegas Mbah Musrim sebagaimana dikutip dari fanpage PC GP Ansor Korsel, Senin (6/7/20).

Untuk diketahui, Mbah Musrim anggota Satkoryon Banser Subah tahun 1965 turut berjuang menumpas G. 30 S/PKI. Ia  mengikuti pengkaderan selama 7 hari di Rembang Jawa Tengah dengan biaya sendiri dengan berjalan kaki, dan kelaparan.

Mbah Musrim pun menceritakan tentang anggota Banser yang mengalami kepergian (mati) dalam perjuangannya.

“Dadi Banser jaman Saiki kepenak, paling ngawal Kyai ceramah lan ngaji, kyaine Ceramah bisa ditinggal udud. Jaman mbiyen ngawal uripe kyai, ngadepi wong-wong sing pengin mateni Kyai NU, bisa-bisa Dewe sing mati. Kancaku akeh sing mati orang genah kuburane”

(“Jadi Banser jaman sekarang itu enak, paling mengawal kyai ceramah dan ngaji, kyainya ceramah bisa ditinggal merokok. Jaman dulu mengawal hidup matinya kyai menghadapi orang2 yg ingin membunuh kyai NU, kalau tidak hati-hati bisa mati sendiri. Banyak temanku mati tidak tau dimana kuburnya”),” ucap Mbah Musrim.

Sementara sejarah yang sama dialami Mbah Dalal anggota Ansor Banser tahun 1960-an. Dia berasal dari Desa Cepoko Kuning Batang Jawa Tengah.

Berangkat dari pengabdian Mbah Dalal menjadi Banser mengatakan tetaplah berjuang bersama Ansor – Banser. Menurutnya berkhidmat di NU melalui Banser merupakan benteng para Kiai dan Negara.

“Melua Ansor Banser kanti niat Khidmah neng NU. Dadi rajege Deso, dadi rajege Negoro, ngawulo ning Kiai”

“Ikutlah Ansor Banser dengan niat Khidmah di NU, menjadi bentengnya Desa, menjadi bentengnya Negara, mengabdi kepada Kiai,” pesan Mbah Dalal.

  • Penulis: Ansor Jatim

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ajak Masyarakat Bahagia di Hari Santri, Bendahara Ansor Jatim Membagikan 22 Paket Umroh Gratis

    Ajak Masyarakat Bahagia di Hari Santri, Bendahara Ansor Jatim Membagikan 22 Paket Umroh Gratis

    • calendar_month Senin, 16 Okt 2023
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Surabaya – Resolusi Jihad tahun 1945 yang diputuskan oleh Hadratusyeikh KH. Hasyim Asyari menjadi tonggak sejarah kepahlawanan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Sejarah heroik itu kemudian melahirkan Peringatan Hari Santri Nasional yang tepat dilaksanakan setiap tanggal 22 Oktober, tanggal dimana Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama diputuskan. Moment besar tonggak sejarah heroisme Santri tersebut mendapatkan perhatian […]

  • Ansor Kota Pasuruan Berbagi 200 Paket Takjil Setiap Hari di Bawah Payung Madinah

    Ansor Kota Pasuruan Berbagi 200 Paket Takjil Setiap Hari di Bawah Payung Madinah

    • calendar_month Senin, 24 Mar 2025
    • visibility 834
    • 0Komentar

    KOTA PASURUAN, Ansor Jatim – Gerakan Pemuda Ansor Kota Pasuruan menunjukkan kepedulian sosial yang luar biasa selama bulan Ramadan dengan menyelenggarakan aksi berbagi takjil setiap hari. Berlokasi di bawah Payung Madinah area Masjid Jami’ di alun-alun Kota Pasuruan, kegiatan ini menjadi bukti nyata dari semangat sosial para pemuda Ansor. Setiap hari, sebanyak 200 paket takjil […]

  • Fokus Kaderisasi, PC GP Ansor Bojonegoro Siapkan Zona dan Aplikasi Digital

    Fokus Kaderisasi, PC GP Ansor Bojonegoro Siapkan Zona dan Aplikasi Digital

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • visibility 660
    • 0Komentar

    BOJONEGORO, ANSOR JATIM – Menindaklanjuti rekomendasi Rapat Koordinasi Elemen Matra PC GP Ansor Bojonegoro beberapa waktu lalu. Maka telah melaksanakan rapat koordinasi lanjutan khusus tiga matra guna merumuskan skema kaderisasi organisasi yang bertempat di aula kantor PCNU Bojonegoro, Rabu (4/5/25). Saat membuka rapat, ketua PC GP Ansor Bojonegoro Mochammad Nurwahyudi menekankan bahwa kaderisasi adalah ujung […]

  • Media Ansor Bangil Sukses Menjadi Media Partner Refleksi Kemerdekaan RI dan Istighosah Nasional Virtual

    Media Ansor Bangil Sukses Menjadi Media Partner Refleksi Kemerdekaan RI dan Istighosah Nasional Virtual

    • calendar_month Senin, 9 Agt 2021
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Bangil – Media Ansor Bangil (MAB) menjadi Media Support Resmi untuk Relay Refleksi Kemerdekaan RI ke 76 dan Istighotsah Nasional Virtual ‘Munajat Untuk Indonesia Sehat dan Ekonomi Bangkit’ Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) Indonesia (08/08/2021). kegiatan yang di relay Studio Media Ansor Bangil berlangsung lancar dengan start mulai 19.00 WIB. Tim IT dibawah komando sahabat […]

  • Safari Ramadan Ala LDNU Tambelangan, Tetap Budayakan Ngaji Kitab Salaf

    Safari Ramadan Ala LDNU Tambelangan, Tetap Budayakan Ngaji Kitab Salaf

    • calendar_month Jumat, 8 Apr 2022
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Sampang – Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) ditingkat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tambelangan, melaksanakan giat Safari Ramadan dengan melakukan Ngaji Kitab Salaf yaitu Kitab Sulam Safina. Jumat (08/04).   Tak hanya itu, setelah ngaji kitab yang pimpin langsung oleh Ketua LDNU MWCNU Tambelangan Kiai Syamsuddin, acara dilanjutkan tahlil bersama dan istighosah, sembari menunggu […]

  • Lestarikan Budaya, Zawiyah Panglereman Selenggarakan Grebeg Maulid dan Pagelaran Wayang Kulit

    Lestarikan Budaya, Zawiyah Panglereman Selenggarakan Grebeg Maulid dan Pagelaran Wayang Kulit

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2020
    • visibility 580
    • 0Komentar

    Pasuruan – Zawiyah panglereman yang terletak didaerah bersejarah Mancilan Kota Pasuruan selenggarakan Grebeg Maulid pada Rabu malam (21/10/2020). Zawiyah Thoriqoh Tijaniyah, Pencak Silat dan dzikir ghofilin yang dipimpin oleh tokoh muda kharismatik Habib Ahmad Habibi Assegaf itu peringati acara Maulid Nabi besar Muhammad SAW dengan cara yang spesial. Dalam rangkaian acara grebek maulid tahun ini, […]

expand_less