Ansor Mojokerto Cetak Sejarah : Inisiator Kaderisasi Berbasis Digital
- account_circle BSA Jawa Timur
- calendar_month 22 jam yang lalu
- visibility 291
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kepsen Foto : Tim Instruktur telah melakukan proses presensi secara digital
Mojokerto, Ansor Jatim – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Mojokerto kembali mencetuskan inovasi di kancah organisasi kepemudaan. Kali ini, Ansor Mojokerto resmi menjadi pionir sekaligus inisiator sistem kaderisasi berbasis digital terintegrasi pertama di Jawa Timur. Inovasi ini lahir sebagai jawaban atas tantangan zaman dan kebutuhan akan manajemen organisasi yang lebih transparan, akuntabel, dan modern. Langkah berani ini pun menuai apresiasi luas karena dinilai berhasil mentransformasi pola kaderisasi konvensional menuju era digitalisasi penuh.
Sistem kaderisasi berbasis digital terintegrasi pertama di Jawa Timur https://kaderisasiansormojokerto.org resmi diimplementasikan secara penuh pada Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Dirosah Ula yang digelar di PAC GP Ansor Kecamatan Ngoro pada 1 s.d 3 Mei 2026. Sebanyak 90 peserta mengikuti kegiatan ini dengan antusiasme tinggi. Penggunaan teknologi dalam setiap tahapan pelatihan terbukti mampu meningkatkan efisiensi dan kedisiplinan organisasi secara signifikan.
Sistem ini terinspirasi dari Kaderisasi Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jatim saat melaksanakan Latihan Insruktur (LI) 1 di Mojokerto. Sistem yang dikembangkan PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto mencakup seluruh tahapan kaderisasi, memastikan setiap proses tercatat secara akurat dan real-time. Beberapa fitur unggulan diantaranya yaitu :
Absensi digital berbasis barcode. Fitur ini menghilangkan celah kecurangan kehadiran. Setiap peserta wajib melakukan pemindaian barcode yang terintegrasi langsung dengan pangkalan data panitia. Screening berbasis digital, proses seleksi calon peserta dilakukan secara daring, memudahkan verifikasi berkas dan profil calon kader. Lembar administrasi dan observasi elektronik memudahkan tim instruktur dalam memantau perkembangan perilaku dan kedisiplinan peserta selama pelatihan tanpa tumpukan kertas. Pre-test dan post-test online dapat mengukur sejauh mana penyerapan materi oleh peserta melalui ujian digital yang hasilnya dapat diketahui secara instan dan yang terakhir fitur penilaian narasumber, peserta diberikan ruang untuk memberikan umpan balik terhadap kualitas penyampaian materi, guna menjaga standar mutu pelatihan.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas data kaderisasi di lingkungan GP Ansor Kabupaten Mojokerto, sekaligus memastikan setiap anggota memiliki rekam jejak pelatihan yang jelas dan terverifikasi secara digital. “Sistem ini lahir terinspirasi dari Kaderisasi PW GP Ansor Jawa Timur. Kita kaji dan riset kembali sistem itu untuk dikembangkan lebih kompleks. Semua terintegrasi menjadi satu kesatuan. Mulai dari presensi, screening, observasi, pretest dan posttest, penilaian narasumber, serta pencetakan sertifikat melalui website ini. Jadi tidak ada lagi duplikasi maupun manipulasi data.” Terang Moh Shofiyuddin selaku instruktur GP Ansor.
Dengan keberhasilan implementasi sistem ini, PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto kini menjadi barometer bagi pimpinan cabang lainnya di Jawa Timur dalam hal tata kelola organisasi berbasis teknologi. Langkah ini membuktikan bahwa Ansor tidak hanya kuat dalam menjaga tradisi dan nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga adaptif dan lincah dalam menguasai teknologi informasi demi kemajuan organisasi di masa depan.
Konsistensi Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Mojokerto dalam mencetak kader militan kian tak terbendung. Berdasarkan data statistik organisasi, Ansor Mojokerto tercatat sebagai kontributor utama dalam peta kaderisasi di tingkat wilayah. Tak tanggung-tanggung, hampir 20% dari total capaian kaderisasi PW GP Ansor Jawa Timur merupakan kontribusi nyata dari Bumi Majapahit ini.
Capaian kaderisasi Ansor Mojokerto setiap tahun menghalami tren positif, pada tahun 2022 total 309 kader, 2023 total 553, 2024 total 752, 2025 total 367 dan 2026 total 167. Total keseluruhan periode 2022 s.d 2026 mencapai 2148 kader.
“Pencapaian fantastis ini bukanlah kebetulan. Hal ini merupakan buah dari sinergi kuat antara dukungan penuh Tim Kaderisasi PW GP Ansor Jawa Timur dan kerja keras seluruh jajaran Pengurus PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto yang bergerak hingga akar rumput. Kami tidak ingin hanya sekadar mencetak kuantitas. Melalui e-administrasi ini, kami sedang membangun sistem navigasi. Artinya, setiap perkembangan kader, kualitas narasumber, hingga validitas kader terpantau dalam satu kendali digital.” Tutup Ali Rohmad selaku Wakil Ketua Bidang Kaderisasi.
- Penulis: BSA Jawa Timur
