Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Banser » Banser NU: Sejarah, Kiprah, dan Tugas-tugasnya

Banser NU: Sejarah, Kiprah, dan Tugas-tugasnya

  • account_circle Ansor Jatim
  • calendar_month Jum, 14 Agu 2020
  • visibility 1.879
  • comment 4 komentar

Banser NU adalah akronim dari Barisan Serba Guna NU. Ia merupakan lembaga semi-otonom dari Gerakan Pemuda Ansor, organisasi pemuda NU yang berdiri pada 1930, empat tahun setelah NU didirikan. 

Banser adalah barisan pemuda yang dikenal dengan penampilannya, mulai dari pakaian, sepatu, topi, hingga atribut-atribut lainnya, yang mirip dengan pasukan militer. 

Sebagaimana namanya, barisan serba guna, Banser menjalankan berbagai fungsi yang biasanya dijalankan oleh polisi, seperti pengaturan lalu lintas atau pengamanan sebuah acara, dan tenaga relawan dalam peristiwa-peristiwa yang membutuhkan bantuan segera seperti dalam sebuah bencana.

Menurut catatan dalam Ensiklopedia NU, Banser berdiri pada 1962, atau 32 tahun setelah pendirian GP Ansor. Tujuan pendiriannya adalah untuk memberikan pengamanan pada kegiatan-kegiatan yang digelar oleh Partai NU. Namun, diyakini bahwa pendiriannya juga berkaitan dengan semakin keras dan menghangatnya persaingan politik pada waktu itu, baik di tingkat nasional dan regional maupun internasional. 

Di tingkat internasional, Indonesia terlibat konfrontasi dengan Malaysia yang melahirkan program politik Ganyang Malaysia, sedangkan di tingkat nasional dan regional, konflik antar-partai, yang melibatkan juga NU sebagai salah satu partai, semakin tajam dan keras.

Nama Banser mencuat ketika pecah peristiwa Gerakan 30 September 1965 yang berujung pada pemakzulan Presiden Soekarno. Diyakini bahwa Banser berperan dalam penangkapan dan penumpasan para aktivis PKI dan berbagai onderbouw-nya, terutama di daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan sebagian Jawa Barat. 

Peristiwa tersebut didahului oleh letupan-letupan kecil akibat tajamnya konflik kepentingan dan ideologi di antara kalangan kiri yang terutama diwakili oleh PKI dan golongan kanan yang diwakili oleh partai-partai nasionalis dan keagamaan, termasuk NU, di dalam sistem politik kepartaian yang liberal. Konflik ini semakin menghangat di dalam panggung politik internasional akibat pengaruh Perang Dingin di antara dua kekuatan adidaya, yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Dilaporkan ribuan hingga jutaan orang, terutama para aktivis—atau mereka yang diduga terkait dengan—PKI dan onderbouw-nya, terbunuh atau hilang tak tahu rimbanya dalam peristiwa itu. Banyak penelitian yang mengungkap peristiwa berdarah ini, tetapi pemerintah sendiri belum melakukan investigasi dan menyampaikan pengakuan yang resmi. Meski demikian, terkait dengan peran Banser NU di dalamnya, KH Abdurrahman Wahid selaku Ketua PBNU, secara rendah hati dan terbuka pernah meminta maaf kepada keluarga korban 1965 tersebut.

Menurut sumber lain, Banser diyakini sudah ada jauh sebelum tahun 1960-an. Dalam Kongres Ke-2 pada 1937 di Malang, Jawa Timur, Gerakan Pemuda Ansor, atau ANU (Ansor Nahdhatul Ulama) namanya saat itu, mengembangkan sebuah organisasi gerakan kepanduan yang disebut Barisan Ansor Nahdhatul Ulama (BANU). Keberadaan BANU memperoleh lampu hijau dengan adanya pengakuan NU pada Muktamar Ke-14 di Magelang, Jawa Tengah. 

Pada Muktamar NU ke-15 di Surabaya, NU bahkan mengesahkan AD/ART BANU, seragam, mars resmi Al-Iqdam, atribut-atribut, serta yang paling penting diperbolehkannya mereka memainkan terompet dan genderang. Diyakini bahwa BANU inilah yang menjadi cikal-bakal Banser NU yang dikenal sekarang.

Pendirian BANU merupakan respons terhadap kemunculan organisasi-organisasi kepanduan saat itu. Sifatnya yang menitikberatkan pada aspek kebangsaan dan pembelaan tanah air juga memperlihatkan respons nasionalistis NU. Jika ANU adalah organisasi pemuda, maka BANU adalah organisasi kepanduan. Kegiatan BANU, seperti banyak organisasi-organisasi kepanduan, adalah:

1. Pendidikan baris-berbaris
2. Latihan lompat dan lari
3. Latihan angkat-mengangkat
4. Latihan ikat-mengikat (pioner)
5. Fluit Tanzim (belajar kode atau isyarat suara)
6. Isyarat dengan bendera (morse)
7. Perkampungan dan perkemahan
8. Belajar menolong kecelakaan (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan atau PPPK)
9. Musabaqoh fil Kholi (pacuan kuda)
10. Muromat (melempar lembing dan cakram)

Ketika Jepang menduduki Indonesia pada 1942, banyak anggota Gerakan Pemuda Ansor umumnya dan Banser khususnya yang direkrut dalam pelatihan militer. Laskar Hizbullah yang kemudian dikenal sebagai salah satu laskar penting dalam perang kemerdekaan diisi oleh banyak anggota Gerakan Pemuda Ansor dan Banser. Periode Jepang ini diyakini turut membentuk watak paramiliter sekaligus watak nasionalistis dari Banser.

Sekarang Banser banyak berperan dalam penjagaan, pengaturan, dan pengamanan acara-acara yang digelar oleh NU dan organisasi-organisasi afiliasinya. Namun, peran ini tidak hanya terbatas di kalangan NU, mereka juga sering kali terlibat dalam penjagaan, pengaturan, dan pengamanan acara-acara keagamaan dan sosial di luar yang digelar NU. Kehadirannya ini secara umum bisa diterima karena memang diakui masih kurang dan terbatasnya aparat kepolisian dengan rasio jumlah penduduk di Indonesia. 

Sebagai bagian dari NU, Banser selalu menyatakan eksistensinya sebagai pembela dan benteng ulama, tetapi di pihak lain, mereka juga selalu dengan tegas menyatakan komitmen nasionalismenya untuk selalu mempertahankan NKRI. Hal ini tercermin dari komitmen mereka untuk membantu siapa pun, tanpa mengenal perbedaan agama, suku, maupun golongan. 

Salah satu yang mencuatkan nama Banser dalam periode mutakhir ini adalah tewasnya salah seorang anggotanya, Riyanto, pada 2000, ketika mengamankan acara malam natal di Gereja Eben Heizer, Mojokerto, Jawa Timur, akibat serangan bom para teroris.

Belakangan ini Banser banyak memainkan peran sebagai relawan dalam berbagai bencana, baik bencana alam seperti banjir, gempa, letusan gunung berapi, maupun bencana yang diakibatkan oleh konflik sosial. Dalam hal ini mereka memainkan peran yang mirip dengan dan mendekati peran Search And Rescue (SAR).

Menurut survei, pada akhir 1990-an, anggota Banser berjumlah sekitar 500.000. Namun, para pengurus Banser sendiri meyakini bahwa anggota mereka berjumlah tiga jutaan di seluruh Indonesia. Yang jelas, di mana ada Gerakan Pemuda Ansor maka dipastikan di situ juga ada Banser, yang merupakan organisasi semi-otonomnya. 


Selain satuan khusus tersebut, Banser juga memiliki Corp Provost Banser (CPB). Tak seperti tujuh satuan khusus lainnya, korps pasukan ini lebih berurusan dengan internal organisasi. Ia berfungsi menegakkan marwah, etika dan disiplin organisasi di internal kesatuan Banser. CPB dibentuk dalam rangka upaya menertibkan dan mendisiplinkan jajaran Banser, demi terciptanya pasukan Banser yang semakin baik, taat aturan, dan profesional.

Editor: Mahbib

  • Penulis: Ansor Jatim

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ansor Kraksaan Gelar Bukber, Ketua PCNU Tegaskan Komitmen Penguatan Kaderisasi

    Ansor Kraksaan Gelar Bukber, Ketua PCNU Tegaskan Komitmen Penguatan Kaderisasi

    • calendar_month Kam, 19 Mar 2026
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Probolinggo, Ansor Jatim — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kraksaan menggelar kegiatan buka bersama dalam rangka mempererat silaturahmi di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, (18/03/2026), di Saka 9 Pondok Pesantren Nurul Qodim Desa Kalikajar Kulon, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pengurus harian PC GP […]

  • PC GP Ansor Kota Pasuruan Bimbing Seorang Perempuan Mualaf Ikrar Syahadat

    PC GP Ansor Kota Pasuruan Bimbing Seorang Perempuan Mualaf Ikrar Syahadat

    • calendar_month Sab, 5 Feb 2022
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Pasuruan – Belum dilantik tidak membuat kiprah dakwah PC GP Ansor Kota Pasuruan dibawah kepemimpinan Sahabat Abdul Mukhti Chifdi stagnan. Serangkaian kegiatan dan strategi komunikasi dakwah Islam Ahlu sunnah wal jamaah an Nahdliyah terus dilakukan guna mengisi ruang-ruang dakwah di masyarakat. Seperti pada Jumat pagi (04/02/2022), bertempat di rumah Ketua PC GP Ansor Kota Pasuruan […]

  • Safari Ramadan Ala LDNU Tambelangan, Tetap Budayakan Ngaji Kitab Salaf

    Safari Ramadan Ala LDNU Tambelangan, Tetap Budayakan Ngaji Kitab Salaf

    • calendar_month Jum, 8 Apr 2022
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Sampang – Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) ditingkat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tambelangan, melaksanakan giat Safari Ramadan dengan melakukan Ngaji Kitab Salaf yaitu Kitab Sulam Safina. Jumat (08/04).   Tak hanya itu, setelah ngaji kitab yang pimpin langsung oleh Ketua LDNU MWCNU Tambelangan Kiai Syamsuddin, acara dilanjutkan tahlil bersama dan istighosah, sembari menunggu […]

  • Mandataris PC GP Ansor Lumajang Tegaskan: Jarak Bukan Halangan untuk Berkhidmat

    Mandataris PC GP Ansor Lumajang Tegaskan: Jarak Bukan Halangan untuk Berkhidmat

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Lumajang, Ansor Jatim – Semangat khidmat dan soliditas kader kembali ditegaskan dalam agenda Silaturrahim Mandataris Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Lumajang ke PAC GP Ansor Kecamatan Tempursari, Ahad (01/03/2026). Kegiatan yang berlangsung di kediaman Sahabat Abdurrohman, Ketua PAC GP Ansor Tempursari, Desa Pundungsari ini berlangsung hangat, penuh semangat kebersamaan, dan sarat pesan perjuangan organisasi. Hadir […]

  • Bupati Ajak GP Ansor Jadi Mitra Strategis Berantas Kemiskinan di Jember

    Bupati Ajak GP Ansor Jadi Mitra Strategis Berantas Kemiskinan di Jember

    • calendar_month Kam, 17 Feb 2022
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Jember – Bupati Jember Hendy Siswanto mengajak PC GP Ansor Jember untuk bersinergi dan kolaborasi dalam memberantas kemiskinan di Jember. Hal itu disampaikan Hendy dalam pertemuan bersama PC GP Ansor Jember di Pendopo Wahyawibawagraha, Kamis (17/2). Hal ini kata Hendy, kepengurusan Ansor yang terstruktur dengan baik sampai ke bawah akan sangat membantu. Salah satunya tentang […]

  • Baritim Mengecam Keras: Penambangan Pasir Ilegal di Perairan Batam Ancam Kedaulatan

    Baritim Mengecam Keras: Penambangan Pasir Ilegal di Perairan Batam Ancam Kedaulatan

    • calendar_month Sab, 19 Okt 2024
    • visibility 277
    • 0Komentar

    ansorjatim, Surabaya – Barisan Ansor Serbaguna Maritim (Baritim), organisasi di bawah naungan Gerakan Pemuda Ansor, mengambil sikap tegas terhadap kasus penambangan pasir laut ilegal yang terjadi di wilayah perairan Batam, Kepulauan Riau. Organisasi ini menyatakan dukungan penuhnya terhadap upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta pihak keamanan lainnya dalam menjaga integritas sumber daya kelautan Indonesia. […]

expand_less