Muskercab I Ansor Bojonegoro Perkuat Kaderisasi dan Sinergi Daerah
- account_circle BSA Jawa Timur
- calendar_month Ming, 25 Jan 2026
- visibility 196
- comment 0 komentar

Pembukaan Acara Muskercab Bojonegoro
Bojonegoro, Ansor Jatim – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Bojonegoro menggelar Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) I sekaligus pengukuhan pengurus lembaga dan badan, di Gedung DPRD Kabupaten Bojonegoro, Ahad (25/1/2025). Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat kaderisasi, memperluas peran sosial, serta membangun sinergi strategis dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan.
Ketua PC GP Ansor Bojonegoro, Moch. Nurwahyudi, menegaskan bahwa Ansor harus hadir sebagai organisasi kepemudaan yang adaptif dan produktif, terutama dalam menjawab tantangan sosial-keagamaan di tengah menguatnya isu radikalisme dan Islamofobia.
“Ansor harus tetap menjadi garda terdepan menjaga Islam yang ramah dan kebangsaan. Kita fokus pada kaderisasi, penguatan ideologi, serta pengabdian nyata kepada masyarakat,” ujar Nurwahyudi.
Ia menyebut, selama satu tahun kepengurusannya, Ansor telah menggelar pendidikan kader dasar serta pelatihan Banser di sedikitnya tujuh kecamatan. Menurut dia, kaderisasi menjadi fondasi utama agar organisasi tetap hidup dan relevan.
Nurwahyudi juga berharap adanya dukungan pemerintah daerah, kepolisian, dan kejaksaan untuk membangun kolaborasi program, mengingat Ansor merupakan organisasi non-profit yang bergerak di bidang sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan.
Perwakilan Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur, Muhammad Yunus, menambahkan bahwa kaderisasi tidak boleh berhenti pada kegiatan formal semata. Ansor, kata dia, harus mampu merambah sektor ekonomi, pertanian, hingga pemberdayaan masyarakat.
“Setelah kaderisasi, penerjemahannya harus nyata. Ansor perlu masuk ke bidang ekonomi dan penguatan potensi kader agar masa depan organisasi lebih mandiri,” katanya.
Ia berharap Muskercab melahirkan kebijakan strategis yang mampu menyinergikan Ansor dengan pemerintah hingga tingkat desa.
Sekretaris Daerah Bojonegoro, Edi Susanto, yang mewakili Bupati Bojonegoro, menyampaikan apresiasi atas peran Ansor dalam membantu program daerah, terutama penguatan UMKM, pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pemberdayaan pemuda.
“Ansor diharapkan tetap konsisten menjaga kerukunan dan menjadi benteng dalam menangkal radikalisme,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Abdulloh Umar, yang mempersilakan Ansor memanfaatkan gedung DPRD untuk kegiatan organisasi. Ia menilai Ansor identik dengan gerakan cepat membantu masyarakat.
“Namanya gerakan, maka harus lebih banyak aksi daripada diskusi. Saat ada bencana atau kesulitan, Ansor harus yang pertama hadir,” kata Umar.
Sementara itu, Wakil Ketua PCNU Bojonegoro, H. Syaifudin Idris, yang membuka acara, menekankan pentingnya kaderisasi berkelanjutan sebagai estafet kepemimpinan Nahdlatul Ulama di masa depan.
“Ansor adalah tempat menempa kader. Lima sampai sepuluh tahun ke depan, wajah NU ada di tangan sahabat-sahabat Ansor hari ini,” tuturnya.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Rois Syuriah PCNU Bojonegoro KH Syaifurrohmah Dimyati, Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi, Kepala Kejaksaan Negeri Bojonegoro, serta perwakilan Kodim 0813 Bojonegoro.
Melalui Muskercab I ini, GP Ansor Bojonegoro berharap dapat merumuskan program kerja yang lebih terarah, memperkuat kelembagaan, serta meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat Bojonegoro. (*)
- Penulis: BSA Jawa Timur
