Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Santri Nekat Indonesia Kuat

Santri Nekat Indonesia Kuat

  • account_circle Redaksi 9
  • calendar_month Kam, 22 Okt 2020
  • visibility 443
  • comment 1 komentar

Oleh : H.M. Syafiq Syauqi, Lc

(Ketua PW GP Ansor Jawa Timur)

Spirit Hari Santri yang setiap 22 Oktober dirayakan dengan beragam seremoni dan upacara khidmat di pesantren-pesantren tidak hanya menjadi momentum refleksi aksi perlawanan fisik santri melawan penjajah semata, melainkan harus dibaca sebagai satu keberanian sikap dimana santri telah terikat secara intelektual dan emosional dengan republik ini.

Ijtihad Ulama yang dalam tekanan agresi militer belanda periode 1945 memperjelas status pijakan keislaman hukum mati syahid membela tanah air dari penjajahan sekutu itu menunjukkan bahwa spirit keislaman santri merupakan spirit keislaman yang mengurat nadi di bumi Nusantara

Jika kita tilik pada masa awal republik, tak terhitung jumlahnya tokoh-tokoh santri yang menjadi lokomotif di pelbagai bidang, dari tokoh sipil hingga militer, dari sumbangsih pemikiran sampai sumbangsih Darah dan nyawa.

Meminjam istilah yang digunakan Nurcholis Madjid dalam bilik-bilik pesantren, bahwa semiotika santri itu merujuk pada dua entitas sejarah masa lampau yakni Sastri dan Cantrik yang bermakna melek huruf juga pembelajar sejati diambil dari istilah Sansakerta sampai jawa lama. Artinya pijakan santri selain asah fikiran yang istiqamah juga tindak laku yang tawadhu setia mengikuti guru kemanapaun ia melangkah. Apabila satu guru menabalkan hati serta jiwanya di jalan perjuangan maka jutaan santri siap mengikuti langkah sang guru, entah berikhtiar secara intelektual ataupun mati syahid di medan juang.

Langkah Hadratusyaikh Hasyim As’ari dalam menginisiasi pembentukan laskar hizbullah pada 4 Desember 1944 akan dibaca sebagai tonggak perlawanan kaum santri, pun juga demikian dengan Resolusi jihad 22 Oktober 1945 seturut arahan seorang Rois Akbar Nahdlatul Ulama maka disambut dengan gemuruh ketakwaan santri untuk jihad fi sabilillah di medan laga

Di masa yang jauh lebih lampau Raden Mas Antawirya atau yang dijuluki Pangeran Diponegoro telah memipin Perang Jawa sepanjang tahun 1825 sampai 1830.

Pada aras peran pemikiran tentu kita ingat sumbangsih Hos Tjokroaminoto seorang mentor ideologis dari bung karno yang membentuk organisasi massa terbesar pada awal perjuangan republik yakni Sarekat Islam, juga Peran Tokoh Muda Nahdlatul Ulama kyai Wahid Hasyim yang menjadi jangkar pemersatu antara kelompok islam dan kelompok nasionalis dalam perumusan pancasila hingga muncul Frasa ‘Ketuhanan Yang maha esa’ sebagai kompromi kelompok islam atas kemajemukan agama di Republik ini, juga sepak terjang figur semacam Agus Salim yang menjadi diplomat terdepan indonesia pada lingkar-lingkar pertemuan penting dalam persetujuan dunia internasional atas nasib kemerdekaan Republik.

Catatan ini menunjukkan bahwa sumbangsih kaum santri tidak terbatas pada perjuangan fisik belaka melainkan juga sumbangsih fikiran dan intelektual

Tradisi inilah yang mengantarkan figur santri intelektual seperti Gus Dur muncul kepermukaan pasca periode panjang pemerintahan Otoriter Orba, Santri dapat menjadi orang nomor satu republik. Pun pula bagaimana begawan fiqh Senior seperti kyai makruf amien dapat tampil di panggung politik hingga menjadi wakil presiden. Hal ini kembali menunjukkan bahwa Bersantri ialah satu nafas lelaku pengabdian, entah dimanapun di tempatkan ia akan menjadi medan menebar rahmah

Di Jawa Timur sendiri, yang merupakan kantong perjuangan para santri, ketauladanan mengabdi pada republik oleh guru-guru sepuh itu banyak pula diikuti para santri-santri muda. Santri muda yang kemudian mewakafkan jiwanya menjadi pelayan publik, sebut saja Santri macam Thoriqul Haq bupati Lumajang, Irsyad Yusuf Bupati Pasuruan, Badrut Tamam Bupati Pamekasan Hingga ibu khofifah Indar Parawansa gubernur Jawa Timur, semua pelayan publik ini alhamdulillah berlatar santri dan semoga mencantrik (mentauladani) sikap-sikap guru serta kyai pendahulu yang menterjemahkan amanah perjuangan sebagai medan menebar rahmah sebaik mungkin.

Namun patut menjadi refleksi bersama tentang satu karakter santri yang kini sudah mulai langka, pergi seiring dengan berpulangnya para ulama sepuh kita.

Karakter ‘nekad’ santri yang tidak mau tunduk pada fakta atau realitas menjadi sesuatu yang harus kembali dihidupkan. Terlebih membaca realitas keislaman dan keindonesiaan yang masih menempatkan santri sebagai sub ordinat dalam leading sector policy di negri para wali.

Dalam menghidupkan karakter ‘Nekad’ setidaknya penulis mengajak untuk merenungi dawuh dari Gus Dur di hari Santri, “Dalam berjuang kita tidak boleh tunduk pada fakta, leluhur kita besar karena mampu menemukan fakta baru”

Sebagai Penutup Refleksi hari santri 2020 ini mari kita para santri turut menterjemahkan prinsip Fikir, prinsip dzikir, dan prinsip amal yang telah poro kyai tauladankan sejak lama. Agar dalam menghadapi tantangan di hari depan, santri tetap muncul sebagai lokomotif yang berada di garis depan berkhidmat untuk Republik ini.

  • Penulis: Redaksi 9

Rekomendasi Untuk Anda

  • Madrasah Cyber, Inovasi Pertama di Indonesia oleh GP Ansor Jatim dan UIN Surabaya

    Madrasah Cyber, Inovasi Pertama di Indonesia oleh GP Ansor Jatim dan UIN Surabaya

    • calendar_month Jum, 17 Sep 2021
    • visibility 393
    • 0Komentar

    MOJOKERTO-Dunia digital dan cyber seperti hal yang tidak bisa terelakan lagi di era saat ini. Untuk menjawab hal tersebut, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur dan UIN Sunan Ampel, Surabaya, membuat inovasi baru. Inovasi tersebut adalah Madrasah Cyber, yang diklaim sebagai yang pertama di Indonesia. Nantinya, peserta Madrasah Cyber yang merupakan kader Ansor dari berbagai […]

  • Kasatkorwil Banser Jatim Apreasiasi Polresta Sidoarjo Telah Amankan Terduga LGBT

    Kasatkorwil Banser Jatim Apreasiasi Polresta Sidoarjo Telah Amankan Terduga LGBT

    • calendar_month Rab, 13 Agu 2025
    • visibility 476
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ansor Jatim – Tiga pria diduga aktif dalam komunitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) yang dibentuk melalui media sosial facebook diamankan oleh Polresta Sidoarjo.Tiga terduga yakni AY (22) warga Kertosono, Nganjuk, RM (22), warga Ngoro, Jombang, dan SM (32) warga Jember diamankan di sebuah kamar kontrakan di kawasan padat penduduk di Kecamatan Taman, […]

  • Deklarasi Banom NU Manyar Songsong Pilkada Damai

    Deklarasi Banom NU Manyar Songsong Pilkada Damai

    • calendar_month Jum, 4 Des 2020
    • visibility 274
    • 2Komentar

    Gresik – Seruan Moral untuk Pilkada kabupaten Gresik pada Rabu 09 Desember 2020 terus digaungkan dan dideklarasikan dengan damai . Hal ini bertujuan agar pelaksanaan Pilkada Gresik berjalan lancar aman dan damai. Tak terkecuali Banom GP Ansor, Banser, Fatayat, IPNU IPPNU. Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik sore Ini Mendeklarasikan Pilkada Gresik ” DAMAI “Tahun 2020. Kegiatan […]

  • Membanggakan, Ketua PC GP Ansor Sidoarjo Masuk Tokoh Muda Paling Populer Sidoarjo

    Membanggakan, Ketua PC GP Ansor Sidoarjo Masuk Tokoh Muda Paling Populer Sidoarjo

    • calendar_month Rab, 27 Jul 2022
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Sidoarjo – H Rizza Ali Faizin yang juga Ketua PC GP Ansor Sidoarjo, masuk radar sebagai tokoh muda paling populer di Sidoarjo. Sekertaris Fraksi PKB DPRD Sidoarjo ini menempati posisi ke-5 tokoh muda paling populer di Sidoarjo, versi Lembaga Survei Acurate Research and Consulting Indonesia (ARCI). Survei itu dilakukan mulai 25 Juni sampai 10 Juli […]

  • Sahabat Super PW Bergerak Kembangkan UMKM Ansor di Kencong

    Sahabat Super PW Bergerak Kembangkan UMKM Ansor di Kencong

    • calendar_month Sen, 1 Nov 2021
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Kencong – Upaya membangun kemandirian organisasi melalui khidmah dalam bidang ekonomi terus dilakukan oleh PW GP Ansor Jawa Timur. Melalui tim Akselerasi Sahabat Super yang dikomando oleh Ansoruna Bisnis School melakukan konsolidasi organisasi di bidang ekonomi dengan menyiapkan jaringan kader penggerak ekonomi berbasis ranting dan Pimpinan Anak Cabang. Bertempat di Kantor PCNU Kencong (31/10), Tim […]

  • Begini Strategi Ansor Bangil Mendidik Milenial Di Hari Valentine’s

    Begini Strategi Ansor Bangil Mendidik Milenial Di Hari Valentine’s

    • calendar_month Ming, 14 Feb 2021
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Bangil – Aksi kemanusiaan menjadi pilihan gerakan Pimpinan Cabang GP Ansor Bangil dalam rangka mengimbangi tren anak muda di hari valentine yang jatuh setiap tanggal 14 Februari. Tren global yang menjangkit dan hadir dalam kehidupan anak muda di tanah air untuk memperingati hari valentine menjadi perhatian bagi Ketua PC GP Ansor Bangil Gus H. Saad […]

expand_less