Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kabar Cabang » Miqot NU dari Madura, Habib Mahdi: Madura Harus Menjadi Tempat Menyulam Perdamaian

Miqot NU dari Madura, Habib Mahdi: Madura Harus Menjadi Tempat Menyulam Perdamaian

  • account_circle Ansor Jatim
  • calendar_month Kam, 29 Okt 2020
  • visibility 447
  • comment 0 komentar

Ansorjatim.or.id, Sampang – Nahdlatul Ulama, ormas Islam yang didirikan para kiai. Pendirian Nahdlatul Ulama tidak semerta-merta. Melalui istikhoroh beberapa kiai, salah satunya adalah Syaikhona Kholil bin Abdul Latif Bangkalan. Hadratussyekh Hasyim Asyari semakin yakin perlunya organisasi para ulama ini setelah mendapatkan petunjuk dan restu dari gurunya, Syaikhona Kholil Bangkalan.  

“NU lahir di Surabaya dan didirikan oleh ulama asal Jombang Kiai Hasyim Asy’ari, Kiai Wahab Hasbullah dan Kiai Bisri Syansuri. Itu benar, namun kebesaran NU dimulai dari sini (Madura),” kata Habib Muhammad Mahdi Al Khered, Wakil Ketua PW GP Ansor Jawa Timur bidang Cyber dan IT.

 Habib asal Sumenep ini menegaskan kedua kalinya, Miqot NU dari Madura. Maka dari itu Madura yang banyak melahirkan ulama moderat menjadi tolak ukur NU secara nasional bahkan internasional. “Madura harus steril dari paham radikalisme. Kalau Madura aman, insyaallah Indonesia aman, maka dari itu jangan diberi ruang gerakan radikal untuk menguasai Madura,” kata Habib Mahdi saat memberikan materi gerakan cyber di Focus Group Discussion (FGD) GP Ansor Kab Sampang (27/10/2020).

Gerekan mereka dimulai dari media sosial (Medsos). Pengguna medsos sangat tinggi di Indonesia termasuk di Madura. Pengguna medsos dari beragam usia, mulai usia 17-45 tahun sangat luar biasa aktivitasnya di dunia maya. Baik melalui medsos berupa Facebook, Instagram, YouTube, Twitter dan lainnya.  

“Kalau (pengguna) Instagram kebanyakan para pemuda, Twitter mayoritas para politikus dan pemerhati politik. Sedangkan Facebook dari berbagai usia, dari muda sampai tua ada di situ,” ungkap mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Malang ini.  

Maka dari itu, GP Ansor Kabupaten Sampang harus hadir dan terlibat aktif di dunia maya. Gerekan mereka sudah mulai mempengaruhi paham radikal. “Kecintaan kita kepada Nahdlatul Ulama harus menjadi motivasi agar terus bergerak menghadang radikalisme di dunia maya,” motivasi Habib Mahdi kepada para anggota GP Ansor Kab Sampang.  

Lanjut Habib Mahdi, jangan sampai gerakan paham radikal hadir di dunia nyata dan mempengaruhi masyarakat madura. “Jangan beri kesempatan paham radikal menguasai Madura, kalau sampai itu terjadi bisa jadi mereka mengambil miqot dari Madura, untuk menguasai Indonesia,” pungkas Habib Mahdi.   Editor; Rofi’i Boenawi

Sumber: https://jatim.nu.or.id/read/miqot-nu-dari-madura–habib-mahdi–madura-harus-menjadi-tempat-menyulam-perdamaian

  • Penulis: Ansor Jatim

Rekomendasi Untuk Anda

  • GP Ansor Dukun Gelar Baksos dan Serap Aspirasi Kader

    GP Ansor Dukun Gelar Baksos dan Serap Aspirasi Kader

    • calendar_month Sab, 13 Mar 2021
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Gresik – Gerakan Pemuda Ansor Pimpinan Anak Cabang Dukun menggelar Baksos dan serap aspirasi ke Ranting sekecamatan Dukun. Kegiatan ini bagian dari Program GP Ansor Dukun pada saat Raker Di Pacet Mojokerto untuk 2 Tahun Yang akan datang. Hal ini juga bagian dari program Prestasi Dan prasasti GP Ansor PAC Dukun. Dan berlanjut ke Ranting […]

  • Ketua Kaderisasi PW Ansor Jatim Buka Golden PKD, Konsep Baru Kaderisasi di Jawa Timur

    Ketua Kaderisasi PW Ansor Jatim Buka Golden PKD, Konsep Baru Kaderisasi di Jawa Timur

    • calendar_month Ming, 26 Jan 2025
    • visibility 440
    • 0Komentar

    Blitar, Ansor Jatim – Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, sukses menggelar Golden Pelatihan Kepemimpinan Dasar (Golden PKD) di MTsN 04 Blitar. Program ini disebut sebagai terobosan menggunakan sistem baru dalam proses kaderisasi. Kegiatan kaderisasi ini diselenggarakan selama tiga hari, mulai Sabtu (25/1/2025) hingga Senin (27/1/2025). Saat pembukaan, Ketua Pimpinan Cabang […]

  • In Memoriam Sahabat Riduwan Sosok Totalistik dalam Pengabdian Berorganisasi

    In Memoriam Sahabat Riduwan Sosok Totalistik dalam Pengabdian Berorganisasi

    • calendar_month Kam, 10 Agu 2023
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Di siang bolong, tersebar kabar mengagetkan melalui group WhatsApp, khususnya group PH PW GP Ansor Jatim, bahwa sahabat Ndan Riduwan mengalami laka lantas di Betoyo Gresik. Sosok yang bernama lengkap Mochammad Riduwan, akhirnya terkabarkan meninggal dunia melalui pesan berantai di berbagai group sababat GP Ansor seluruh Jawa Timur dan group WhatsApp lainnya. Tangisan, kabar duka […]

  • Bersama Baznas, Ansor Kab. Probolinggo Salurkan Ribuan Paket Zakat Fitrah

    Bersama Baznas, Ansor Kab. Probolinggo Salurkan Ribuan Paket Zakat Fitrah

    • calendar_month Kam, 20 Apr 2023
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Probolinggo – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Probolinggo menyalurkan ribuan paket zakat fitrah kepada para mustahik atau calon penerima yang tersebar di 10 kecamatan . Adapun penyaluran ribuan zakat fitrah tersebut adalah hasil kerja sama Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Probolinggo Dengan BAZNAS Kabupaten Probolinggo yang sudah terjalin sejak […]

  • Cetak Kader Militan, PAC GP Ansor Bungah Gelar Diklatsar

    Cetak Kader Militan, PAC GP Ansor Bungah Gelar Diklatsar

    • calendar_month Sab, 18 Jun 2022
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Gresik – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Bungah menggelar Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Kegiatan tersebut berpusat di Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Ulum, Desa Bedanten, Kecamatan Bungah. Selama tiga hari sejak 17 hingga 19 Juni 2022, sebanyak 40 peserta digembleng dengan berbagai materi yang berlandaskan paham Ahlussunnah […]

  • Sumber : Inews

    Pangdam Jaya Usul Pembubaran FPI, GP Ansor: Proporsional Jangan Digencet Habis

    • calendar_month Sab, 21 Nov 2020
    • visibility 402
    • 2Komentar

    Pengurus Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur (Jatim) meminta pemerintah bersikap proporsional dalam menghadapi fenomena Front Pembela Islam (FPI). Tindakan tegas tetap harus dilakukan, bila memang FPI melanggar hukum, begitu juga sebaliknya. “Pemerintah harus mengambil tindakan sebatas pelanggaran hukumnya. Tidak lebih dari itu. Harus proporsinal. Jangan digencet habis yang justru akan memunculkan permusuhan tak berujung,” […]

expand_less