Seriusi Kaderisasi Wilayah Perkotaan Ansor Jawa Timur Gelar FGD 2 Hari
- account_circle BSA Jawa Timur
- calendar_month Sab, 17 Jan 2026
- visibility 187
- comment 0 komentar

Surabaya, Ansor Jatim – Dalam menatap kaderisasi di wilayah perkotaan PW GP Ansor Jawa Timur menggelar Forum Group Discussion (FGD) selama dua hari, yakni Kamis – Jumat, (15-16/1/2026)
FGD ini diikuti oleh 51 peserta yang merupakan delegasi dari 9 PC GP Ansor Kota atau perkotaan se Jawa Timur, yang berlangsung di Kantor PW Ansor Jawa Timur, Jalan Masjid Al-Akbar Timur No. 9A, Pagesangan, Kecamatan Jambangan, Kota Surabaya.
Ketua Kaderisasi PW GP Ansor Jawa Timur Samsul Mashudi mengatakan FGD kaderisasi ini digelar bertujuan untuk menggali dan memotret kondisi faktual agenda dan pelaksanaan kaderisasi perkotaan di Jawa Timur.
Kata Samsul, kaderisasi ini untuk memfasilitasi perumusan arah strategi kaderisasi GP Ansor kluster perkotaan serta dukungan kebiijakan Kaderisasi PW Ansor Jawa Timur.
“Kaderisasi merupakan fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan dan kesinambungan GP Ansor sebagai organisasi kader. Nilai, visi, dan tujuan perjuangan Ansor sebagai salah satu pilar Jam’iyyah Nahdhotul Ulama (NU) hanya dapat berjalan secara efektif apabila ditopang oleh sistem kaderisasi yang tertata, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan zaman,” katanya.
Menurutnya, harus diakui bahwa masih terdapat berbagai tantangan yang perlu diurai dan dijawab dalam satu periode kepengurusan berjalan ini.
“Salah satu tantangan yang sering muncul dalam perbincangan terbatas adalah konteks kaderisasi di wilayah perkotaan,” tuturnya.
Samsul mengatakan PC GP Ansor Kota memiliki karakteristik sosial dan dinamika organisasi yang berbeda, ditandai oleh mobilitas kader yang tinggi, fragmentasi ruang sosial, serta beragam latar belakang kader, kondisi ini menuntut pendekatan kaderisasi yang lebih kontekstual dan adaptif.
“Dalam praktiknya, kaderisasi di wilayah perkotaan kerap dihadapkan pada berbagai asumsi seperti susahnya mencari anggota dan pengurus, hingga anggapan kurang relevannya pola kaderisasi yang ada dengan ritme kehidupan perkotaan,” ungkapnya.
Oleh karena itu, lanjut Samsul, melalui FGD diperlukan ruang bersama untuk membedah secara jujur dan faktual tantangan kaderisasi di cluster perkotaan yang melibatkan langsung pimpinan kaderisasi utama di 9 PC GP Ansor Kota dari seluruh matra.
“Forum ini diharapkan menjadi ruang refleksi, triangulasi perspektif, serta perumusan arah strategi kaderisasi perkotaan yang kontekstual, kolaboratif, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi dasar penguatan kebijakan kaderisasi di tingkat wilayah,” pungkasnya. (wan)
- Penulis: BSA Jawa Timur
