Ansor Jatim Siapkan Langkah Tegas Kepada Akun Indrajaya Syukri Yang Viral Lecehkan Pesantren
- account_circle BSA Jawa Timur
- calendar_month Rab, 22 Okt 2025
- visibility 823
- comment 0 komentar

Surabaya, Ansor Jatim – Narasi dan tuduhan bernuansa kebencian kepada pesantren dinilai banyak pihak dilakukan secara terorganisir. Berlindung dibalik kritikan, gerakan insinuasi kepada pesantren memantik sikap tegas dari Gerakan Pemuda Ansor.
Salah satu dari sekian banyak gerakan fitnah dan tuduhan keji kepada pesantren yang memicu keresahan para santri dan para kyai adalah komentar akun @indrajayasyukri.
“Pesantren itu pusat feodalisme dan fasisme. Ada baiknya dibubarkan saja lembaga mesum ini..” tulis indra jaya syukri dalam sebuah tulisannya yang viral dan membuat luka hati di komunitas pesantren.
Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Musyaffa Safril, SH, MH menegaskan akan mengambil sikap keras atas pernyataan indrajaya syukri yang disebutnya sebagai kejahatan yang merusak persatuan nasional, Rabu (22/10/2025).
“Kami banyak mendapatkan aduan dan keluhan dari para kyai dan santri atas beredar luasnya komentar jahat indrajaya syukri yang menghina dan memfitnah pesantren dengan sebutan yang kasar, tidak bermoral dan menyulut kebencian sesama anak bangsa” Tegasnya.
Tulisan dalam sebuah komentar di sosial media tersebut menurut H. Musyaffa Safril harus ditindak tegas sebagai langkah preventif untuk menjaga ukhuwah wathaniyah ditengah masyarakat yang plural.
“Narasi dan tuduhan keji kepada pesantren kalau kita lihat dari polanya selalu berlindung dibalik topeng apa yang mereka katakan sebagai kritikan. Ini bukan kritikan tapi lebih tepatnya adalah penistaan kepada kelompok lain yang memiliki nilai-nilai luhur yang harusnya dihormati” terangnya.
Terlebih, pensitaan kepada pesantren itu dilakukan oleh seorang terpelajar yang pernah menjabat sebagai Perencana Ahli Madya di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapenas).
“Kami PW GP Ansor Jawa Timur akan ambil langkah tegas kepada Indrajya Syukri, dia harus mempertanggungjawabkan penistaan dan tuduhan kejinya kepada pesantren. Kita ingin demokrasi tegak dan bermartabat dengan menghukum siapapun yang tidak punya empati, toleransi kepada kelompok lain di republik ini” Tandasnya.
Sikap tegas PW GP Ansor Jawa Timur dilandasi semangat untuk menjunjung tinggi bhineka tunggal ika yang menjadi pondasi dasar persatuan dan kesatuan bangsa.
“Republik ini berdiri dengan semangat persaudaraan yang menghargai nilai-nilai dan tradisi yang tumbuh di setiap kelompok, suku, golongan dan agama di republik ini. GP Ansor konsisten dan tegas dalam menjaga ekosistem kebhinekaan bangsa” pungkasnya. (*)
- Penulis: BSA Jawa Timur
