Lakpesdam NU Kota Pasuruan Sebut Gus Ipul Punya Dua Legacy Besar Membangun Maritim Kota Pasuruan
- account_circle Redaksi 9
- calendar_month Ming, 20 Mar 2022
- visibility 8
- comment 0 komentar

Pasuruan – Visi besar Pemerintah dan PBNU dalam membangun sumberdaya maritim di Indonesia ditangkap dengan serius oleh PCNU Kota Pasuruan.
Melalui Lakpesdam NU Kota Pasuruan menggelar Seminar Kemaritiman dengan Tema “Meneguhkan Peran Strategis Nahdlatul Ulama Dalam Pembangunan Maritim di Kota Pasuruan” yang berlangsung di Aula Lantai II PCNU Kota Pasuruan, Sabtu (19/03/2022).
Agenda Seminar Kemaritiman menjadi forum strategis dimana hadir beberapa stakeholder penting yaitu Rois Suriyah PCNU Kota Pasuruan KH. Khalim Mas’ud, Walikota Pasuruan yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PBNU Drs. H. Syaifullah Yusuf.
Adapun narasumber seminar adalah DPRD Jawa Timur H. Muzammil Syafei, SH, M.Si, Ahli Kebijakan Publik Dr. Tripitono Adi Prabowo dan Kepala Dinas Perikanan Kota Pasuruan Imam Subekti dan dimoderatori oleh Ketua Lakpesdam NU Kota Pasuruan Zulkarnain Mahmud.
Rois Suriyah PCNU Kota Pasuruan KH. Khalim Mas’ud dalam Pidato Iftitahnya menyampaikan bahwa kehadiran NU dalam pembangunan Maritim di Kota Pasuruan sudah dinantikan banyak pihak. Sinergi yang dibangun antara PCNU Kota Pasuruan dengan pemerintah daerah disebut oleh beliau sebagai langkah penting dalam penyelesaian wilayah pesisir di Kota Pasuruan.
“Wilayah Pesisir dan Maritim Kota Pasuruan mempunyai potensi yang belum sepenuhnya tergarap, selain tentang beberapa problem sosial keumatan seperti ekonomi, sanitasi, narkoba hingga aliran lain yang bertentangan dengan Ahlu Sunnah wal jamaah. Komplektifitas masalah inilah yang mengharuskan PCNU Harus bersinergi dengan Pemerintah Kota Pasuruan untuk mencari solusi kebijakan terbaik” Jelas KH. Khalim Mas’ud.
Sementara itu Drs. H. Syaifullah Yusuf yang hadir sebagai Keynote Speaker Seminar Kemaritiman menyampaikan tentang tema besar Pembangunan Maritim yang digagas oleh Pemerintah dan PBNU.
Pembangunan Maritim disebut oleh tokoh nasional yang akrab disapa Gus Ipul itu sebagai salah satu agenda prioritas pemerintah maupun PBNU sebagai kunci menuju kesejahteraan bangsa.
“Pemerintah pusat maupun pemerintah Kota Pasuruan memiliki konsen utama dalam membangun dunia maritim. PBNU juga demikian ketika Gus Yahya selaku Ketua Tandfidziyah PBNU melakukan Launching Kampung Nelayan di Labuan Bajo pada peringatan harlah ke 99 NU. Kita harap dengan diawali kegiatan ini Kota Pasuruan menjadi salah satu titik kampung binaan nelayan PBNU” Terang Gus Ipul yang disambut tepuk tangan peserta.
Terlebih dalam Pemerintah Kota Pasuruan yang beliau pimpin saat ini memiliki program prioritas “Kembang Giri” (Pengembangan Wisata Religi dan Bahari) yaitu program integrasi kawasan wisata religi KH. Abdul Hamid dan Kawasan Pesisir di Kota Pasuruan.
Untuk itu Gus Ipul menyebut peran strategis Lakpesdam NU Kota Pasuruan yang berani melakukan Inisiatif gerakan dengan menggelar Seminar Kemaritiman, namun ia mengingatkan agar agenda ini harus disertai dengan langkah tindak lanjut yang nyata.
“Lakpesdam NU Kota Pasuruan dengan seminar kemaritiman ini tidak boleh berhenti dalam tataran diskusi dan wacana. Seperti yang sering disampaikan Ketua Tandfidziyah PBNU Gus Yahya bahwa sudah saatnya khidmah kita di Nahdlatul Ulama itu harus bergerak dari sebatas kata-kata menuju kerja nyata” Imbuhnya.
Ketua Lakpesdam NU Kota Pasuruan Zulkarnain Mahmud menyebut bahwa apa yang dilakukan oleh Lakpesdam NU Kota Pasuruan dengan menggelar Seminar Kemaritiman adalah upaya ideologis Nahdlatul Ulama yang harus hadir dalam menggali potensi dan menyelesaikan problem keumatan.
“Ini murni upaya ideologis kami dimana kami sebagai pengurus NU mempunyai tanggung jawan moral yang besar turut menyelesaikan problem keumatan termasuk didalamnya problem nelayan yang di Kota Pasuruan semuanya adalah Nahdliyin. Ini tanggung jawab moral dan keilmuan kami di Lakpesdam untuk saudara kita kaum nelayan” Terang Zulkarnain.
Dirinya juga menambahkan bahwa seminar Kemaritiman yang digelar dengan mendatangkan banyak element peserta seperti kelompok nelayan, aktivis NU, Mahasiswa dan Pengurus PCNU Kota Pasuruan sebagai bentuk menangkap peluang besar pembangunan maritim di Kota Pasuruan.
“Kita punya modal dua legacy besar dalam dunia maritim yaitu Kebijakan PBNU tentang kampung binaan Nelayan dan Program Kembang Giri Pemkot Pasuruan. Dua legacy ini membangun optimisme kami karena keduanya berada dalam wilayah strategis seorang Gus Ipul yang menjabat Walikota sekaligus Sekjen PBNU” Pungkasnya.
Sementara itu banyak harapan dari Nelayan dan warga pesisir Kota Pasuruan untuk segera menjadi langkah nyata gagasan yang dilahirkan dari seminar kemaritiman.
“Kita ingin ada langkah nyata dan itu bisa dikawal oleh Lakpesdam, pesisir kota Pasuruan harus mendapat sentuhan program demi terwujudnya pembanguan maritim seperti dalam bidang wisata di pesisir” Harap Ghufron warga Tambaan. (*)
- Penulis: Redaksi 9