Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Ketua LBH Ansor Sidoarjo : Kebijakan Pembagian Kuota Haji Tambahan 50:50 Bukanlah Perilaku Korupsi

Ketua LBH Ansor Sidoarjo : Kebijakan Pembagian Kuota Haji Tambahan 50:50 Bukanlah Perilaku Korupsi

  • account_circle BSA Jawa Timur
  • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
  • visibility 121
  • comment 0 komentar

Sidoarjo, Ansor Jatim – Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kabupaten Sidoarjo, Heru Krisbianto, SH, MH mengatakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibentuk sebagai lembaga independen untuk memperkuat penegakan hukum tindak pidana korupsi yang memiliki karakter luar biasa (extraordinary crime). Bukan menjadi alat politik kekuasaan maupun instrumen untuk kepentingan kelompok tertentu.

“Dalam praktiknya, penanganan perkara yang melibatkan aktor politik sering menimbulkan persepsi publik bahwasanya tindakan KPK bernuansa politik. Persepsi ini terlepas benar atau tidak, memiliki implikasi serius terhadap legitimasi lembaga, stabilitas politik, dan kualitas demokrasi,” katanya.

Heru menegaskan, Isu “Nuansa Politik” dapat dianalisis melalui tiga pendekatan, antara lain Teori Independensi Lembaga Penegak Hukum, Lembaga antikorupsi harus memiliki otonomi operasional, bebas intervensi kekuasaan, dan berbasis due process of law.

“Selanjutnya, teori Rule of Law vs Political Instrumentalization, penegakan hukum idealnya tunduk pada supremasi hukum, bukan menjadi instrumen pertarungan kekuasaan, serta Public Trust Theory Efektivitas lembaga penegak hukum sangat bergantung pada kepercayaan publik, bukan hanya kewenangan normatif,” tegasnya.

Menurut Heru, isu “Nuansa Politik” tersebut bisa berdampak Negatif (jika muncul persepsi politisasi) seperti tuduhan selective enforcement (penegakan tebang pilih), delegitimasi proses hukum di mata public, terganggunya asas praduga tak bersalah oleh framing politik, serta potensi judicial harassment (hukum sebagai alat tekanan).

“Bahwa dalam hukum administrasi negara dan hukum pidana, kebijakan atau diskresi tidak dapat dipidanakan selama tidak ditemukan adanya unsur niat jahat (mens rea) dan keuntungan pribadi atau korporasi,” tandasnya.

Lebih lanjut, Heru menambahkan, bahwa parameter niat jahat (mens rea) adalah crime of calculation. Seseorang hanya dapat dipidana jika terbukti memiliki niat jahat untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain. Sebuah kebijakan yang diambil demi kepentingan umum (kemanusiaan dan keselamatan), tidak boleh dikategorikan sebagai korupsi.

“Jika terdapat kesalahan administratif dalam pengambilan kebijakan, tidak serta-merta merupakan tindak pidana korupsi. Hal ini ditegaskan dalam UU No 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, kesalahan prosedur tanpa adanya unsur kerugian negara yang dinikmati secara pribadi, maka penyelesaiannya harus melalui jalur administratif atau perdata, bukan pidana,” imbuhnya.

Dengan demikian, kebijakan pembagian Kuota Haji tambahan 50:50 oleh Gus Yaqut tersebut bukanlah tindak pidana. Berdasarkan UU No. 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah juga disebutkan Menteri Agama dapat membagi kuota haji tambahan sesuai pertimbangan tertentu demi keadilan dan kemaslahatan. Hal tersebut dalam istilah hukumnya adalah tindakan diskresi.

“Maksud dari diskresi di sini adalah ruang kebebasan bagi pejabat untuk bertindak demi kepentingan umum di luar aturan tertulis. Tanpa diskresi, birokrasi akan kaku. Kriminalisasi terhadap diskresi tanpa bukti kickback (suap) adalah preseden buruk bagi demokrasi dan tata kelola pemerintahan yang inovatif,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, bahwa KPK semestinya memahami hal tersebut, terutama kaitannya dengan kemanusiaan dan keselamatan jiwa. Seharusnya KPK tidak membangun opini dan bermain politik yang dapat menyesatkan publik. Jika keberadaan KPK dalam menjalankan tugasnya dipengaruhi, diarahkan, atau dimanfaatkan untuk agenda politik tertentu, maka hal tersebut merupakan pengkhianatan terhadap mandat reformasi dan harapan rakyat.

“KPK menjadi kehilangan legitimasi moral dan konstitusional. Dalam kondisi demikian, maka lebih baik KPK dibubarkan daripada menjadi alat kekuasaan yang merusak keadilan hukum. Kami menilai, setiap langkah penegakan hukum harus menjunjung tinggi asas kepastian hukum, praduga tak bersalah, dan transparansi, agar tidak menimbulkan kegaduhan serta menghindari potensi pembunuhan karakter (character assassination),” ungkapnya.

Oleh karenanya, KPK dalam melakukan penegakan hukum harus murni, independen, dan tidak dijadikan alat kepentingan tertentu. LBH Ansor Sidoarjo menegaskan tidak akan bergeser sedikitpun dari barisan untuk melakukan pembelaan terhadap Gus Yaqut selaku kader Ansor.

“Kami bekomitmen untuk terus melakukan pendampingan hukum agar Gus Yaqut mendapatkan keadilan. Serta terus mengawal tegaknya supremasi hukum yang adil, serta berada di garda depan untuk memberikan advokasi terhadap kebijakan-kebijakan publik yang benar-benar ditujukan untuk kemaslahatan umat namun terancam oleh tafsir hukum yang keliru,” pungkasnya.

Pewarta : Yuli Riyanto

  • Penulis: BSA Jawa Timur

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lancar dan Inovatif, Gus Syafiq Apresiasi Kepemimpinan Gus Men Dalam Pelayanan Haji 2024

    Lancar dan Inovatif, Gus Syafiq Apresiasi Kepemimpinan Gus Men Dalam Pelayanan Haji 2024

    • calendar_month Rab, 26 Jun 2024
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Surabaya – Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, menilai penyelenggaraan ibadah haji tahun 1445 H/2024 M berjalan dengan baik dan lancar. Dalam kepemimpinan yang kuat dan amanah, Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman telah sukses smemastikan semua rangkaian ibadah haji berjalan lancar. Menag Yaqut memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia atas sejumlah inovasi […]

  • Ansor Watulimo dan Kampak Berkolaborasi Tingkatkan Kualitas Kader Melalui “NGOPI MANIS”

    Ansor Watulimo dan Kampak Berkolaborasi Tingkatkan Kualitas Kader Melalui “NGOPI MANIS”

    • calendar_month Rab, 18 Jun 2025
    • visibility 754
    • 0Komentar

    TRENGGALEK– Dalam upaya meningkatkan kemampuan dan standar profesional sumber daya manusianya, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Watulimo, bersama dengan PAC Gerakan Pemuda Ansor Kampak, baru-baru ini menyelenggarakan sebuah acara bertajuk “NGOPI MANIS” (Ngolah Pikir Menuju Organisasi Ansor Yang Istimewa). Inisiatif kolaboratif ini dilaksanakan pada hari Selasa, 17 Juni 2025, bertempat di kediaman Murdiyanto, […]

  • Jalan NU Masa Depan sebagai Peta Kognitif dan Keramat Agung GP Ansor

    Jalan NU Masa Depan sebagai Peta Kognitif dan Keramat Agung GP Ansor

    • calendar_month Jum, 2 Feb 2024
    • visibility 295
    • 0Komentar

    Kongres XVI GP (Gerakan Pemuda) Ansor dihelat di atas kapal Pelni KM Kelud dengan rute Tanjung Priok-Tanjung Mas-Tanjung Priok pada 2-3 Februari 2024. Kongres XVIdidahului dengan agenda Pra-Kongres diadakan secara terpisah di tiga zona, yaitu zona satu dilaksanakan di Batam dengan pada 13 Januari 2024. Zona dua dipusatkan di Kota Surabaya pada 14—15 Januari 2024. […]

  • Kaderisasi GP Ansor dan Tantangan Berbangsa

    Kaderisasi GP Ansor dan Tantangan Berbangsa

    • calendar_month Jum, 14 Agu 2020
    • visibility 634
    • 5Komentar

    M Luthfi ThomafiKetua PP GP Ansor, Dosen STAI Al-Anwar Sarang Rembang, Jawa Tengah NAHDLATUL Ulama (NU) sering disebut sebagai Islam tradisionalis. Disebut demikian karena NU teridentifikasi mengembangkan ajaran Islam yang bersahabat dengan tradisi-tradisi lokal kemasyarakatan. Hal tersebut berlangsung sejak Islam kali pertama menginjakkan kaki di Nusantara lebih dari seribu tahun lalu. Selama perkembangan itu, Islam berproses […]

  • Gelar Diklatsar Gempol, PC GP Ansor Bangil Kembali Hidupkan Mesin Kaderisasi

    Gelar Diklatsar Gempol, PC GP Ansor Bangil Kembali Hidupkan Mesin Kaderisasi

    • calendar_month Sab, 29 Mei 2021
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Bangil – Beberapa hari setelah rehat Ramadhan dan Lebaran 1442 H, PC GP Ansor Bangil langsung gerak cepat dengan memulai kembali agenda kaderisasi. Daya tawar organisasi yang semakin tinggi dibawah kepemimpinan ketua PC GP Ansor Bangil Gus H. Saad Muafi membuat agenda kaderisasi di lingkup Cabang Bangil menjadi massif dan diminati kaum milenial. Sabtu sore […]

  • Prosesi pengukuhan PC MDS RA dan Satkorcab Banser Kota Mojokerto

    MDS RA Kota Mojokerto Dikukuhkan Bersama Satkorcab Banser, Bakal Perkuat Gerakan 3 M

    • calendar_month Rab, 21 Okt 2020
    • visibility 366
    • 5Komentar

    Mojokerto, NU Online Jatim Jajaran Pimpinan Cabang Majelis Dzikir dan Shalawat (PC MDS) Rijalul Ansor (RA) dan Satuan Kordinator Cabang (Satkorcab) Banser Kota Mojokerto telah resmi dikukuhkan di Masjid Al-Fattah Kota setempat, Selasa (20/10/2020) malam.    Acara pengukuhan dihadiri langsung oleh Ketua Pimpinan Wilayah (PW) MDS Rijalul Ansor, Nailul Rahman bersama Isa Ansori, perwakilan PW […]

expand_less