Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » TOKOH INSPIRING MENCINTAI INDONESIA

TOKOH INSPIRING MENCINTAI INDONESIA

  • account_circle Redaksi 9
  • calendar_month Sen, 11 Sep 2023
  • visibility 351
  • comment 0 komentar

Dalam banyak hal, mencintai Indonesia sebagai bangsa dan negara tidak datang tiba-tiba, tapi dibutuhkan proses yang sangat panjang yang ikut membentuk pelakunya, Sang Pecinta. Mencintai dalam konteks ini tidak saja di mulut dengan mengatakan hubbu al-wathan min iman, melainkan juga dalam praktik kehidupan sosial kemasyarakatan. Bukannya, ungkapan dimulut kurang memberikan arti apa-apa, jika tidak dibarengi oleh aksi nyata dan konkrit. Bukannya cinta harus dibuktikan dalam kenyataan.

Proses interaksi sosial dan budaya yang mempengaruhi jalan hidup seseorang akan berpengaruh pada kualitas komitmen pada cara menegaskan kecintaan pada Indonesia dalam bingkai keragamaan agama, suku dan ras. Tidak ada orang yang kualitas komitmennya tinggi kepada bangsa lahir dalam ruang kosong. Karenanya, interaksi sosial yang terbuka dengan siapapun akan melahirkan sosok individu yang terbuka menerima keragaman dalam konteks kebangsaaan.

Itulah kira-kira pernyataan awal setelah membaca buku Gus Yaqut: Jangan Pernah Lelah Mencintai Indonesia. Buku yang cukup tebal ini __dengan jumlah halaman 485_ menarik untuk dibaca di tengah tantangan mencintai Indonesia terus ada, baik di dunia nyata maupun dunia maya. Buku yang ditulis oleh tim Ansor Channel penting; setidaknya dalam rangka menjadi bahan referensi, sekaligus inspring untuk tetap mencintai Indonesia dalam kondisi apapun dengan belajar pada Gus Yakut sebagai tokoh sentral yang menjadi bahasan.

Ada dua hal penting, menurut penulis dengan membaca bukuini, pertama, lingkungan keluarga. Gus Yakut lahir dari lingkungan pesantren yang sangat kuat; lingkungan santri telah dialaminya sejak lahir sehingga menjadi cukup beralasan bahwa Gus Yaqut selalu bergerak dalam ideologi yang diperjuangkan oleh kalangan kiai-kiai pesatren, yakni keberislaman yang berhaluan Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah di satu sisi dan keindonesiaan yang harmoni dalam bingkai kebhinnekaan.

Di samping itu, keterbukaan keluarga besar KH. Kholil Bisri dalam memberikan teladan yang sangat berarti pada pertumbuhan dan perkembangan Gus Yakut serta saudara-saudaranya. Posisi Kiai Kholil, misalnya, bukan hanya pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh Rembang, ia tercatat juga sebagai aktivis NU. Bahkan menjadi politisi Muslim yang berkali-kali menempati posisi strategis di DPRD tingkat II hingga pernah menjabat sebagai anggota DPR RI serta ikut menginisiasi pendirian Partai Kebangkitan Bangsa, lih. 11-38.

Di samping itu, kedua, pengaruh keterbukaan pergaulan, dan keterbukaan membaca pikiran-pikiran orang yang terbuka wawasannya. Sebut saja misalnya, kegandrungan Gus Yaqut pada pemikiran dan pergerakan yang dilakukan oleh KH. Abdurrahman Wahid, khususnya dalam mengawal isu-isu toleransi dan keragaman agama, suku serta ras. Keterbukaan ini sangat penting sebab dengan terbuka wawasan, seseorang akan terbuka juga dalam mengambil tindakan dan pergaulan serta konsisten bergerak pada melawan intoleransi.

Salah satunya, misalnya, tekad Gus Yaqut mengambil pilihan mendukung Ahok kaitan Pilgub DKI tidak lain dalam rangka agar kiranya intoleransi tidak bersemai secara masif di Indonesia. Biarkan pilgub berjalan secara damai dan biarkan rakyat memilih dengan hati nuraninya, tanpa ada penggunaan simbol-simbol agama untuk kepentingan politik sesaat, apalagi menggunakan agama sebagai pembenar tindakan intolerasi kepada yang berbeda.

Akhirnya, Gus Yaqut sebagai tokoh muda yang terus menebarkan cara berpikir terbuka dengan siapapun. Apa yang digerakkan dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan sejatinya adalah kerja-kerja berkelanjutan untuk meneruskan nilai-nilai perjuangan yang diadopsi dari kultur keluarga santri, pergaulan yang terbuka serta pengetahuan yang terbuka dengan belajar pada tokoh-tokoh progresif sebelumnya.

Semoga kita bisa belajar, hanya intinya dari semua itu adalah keterbukaan hidup berinteraksi dengan siapapun yang beragam. Pastinya, interaksi ini tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang religius sebagai karakter keindonesiaan kita.

Peresensi :

Wasid Mansyur

Waka PW GP Ansor Jawa Timur

  • Penulis: Redaksi 9

Rekomendasi Untuk Anda

  • Catut Logo dan Atribut, PW GP Ansor Jatim Somasi IKA Alumni Ansor

    Catut Logo dan Atribut, PW GP Ansor Jatim Somasi IKA Alumni Ansor

    • calendar_month Jum, 17 Jun 2022
    • visibility 387
    • 0Komentar

    PASURUAN—Gelombang penolakan rencana deklarasi Ikatan Alumni GP Ansor terus menguat. Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jatim, H Syafiq Syauqi memberikan somasi kepada sejumlah orang yang mendeklarasikan IKA GP Ansor Banser untuk membubarkan diri dan tidak melanjutkan berkegiatan. “Segala atribut yang menggunakan nama Ansor akan kita cegah dan larang untuk digunakan tanpa koordinasi dengan Pimpinan […]

  • Sahabat Ikhwan Arief Sosok Kader Ansor di Balik Suksesnya Bangsring Underwater

    Sahabat Ikhwan Arief Sosok Kader Ansor di Balik Suksesnya Bangsring Underwater

    • calendar_month Kam, 4 Nov 2021
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Banyuwangi – Kiprah kader Ansor dari Banyuwangi Ikhwan Arief patut menjadi inspirasi bagi pemuda di Jawa Timur khususnya Nahdliyin. Milenial yang kini menjabat sebagai Ketua PC GP Ansor Banyuwangi menjelaskan tentang bagaimana dirinya merintis usaha ekoturisme di ujung timur pulau jawa. Ditemui di tempat wisata yang ia rintis yaitu Bangsring Underwater, kamis (04/11) Ikhwan Arif […]

  • Banser dan Fatayat NU Dukun Semangat Ikuti Gerak Jalan  Semarak HUT ke-80 RI

    Banser dan Fatayat NU Dukun Semangat Ikuti Gerak Jalan Semarak HUT ke-80 RI

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • visibility 515
    • 0Komentar

    Gresik, Ansor Jatim – Satkoryon Banser Dukun, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, bersama Fatayat NU dan Banom NU lainnya mengikuti gerak jalan dengan jarak tempuh 8 kilometer dalam rangka semarak kemerdekaan HUT Ke-80 RI, Rabu (13/8/2025). Ketua Fatayat NU Dukun, Siti Amsaroh mengatakan gerak jalan ini digelar semata-mata karena mendorong kecintaan Banom NU di Kecamatan Dukun, […]

  • Merebaknya Penyakit PMK pada Hewan, Banser Jombang Lakukan Penyemprotan Desinfektan

    Merebaknya Penyakit PMK pada Hewan, Banser Jombang Lakukan Penyemprotan Desinfektan

    • calendar_month Kam, 16 Jun 2022
    • visibility 208
    • 0Komentar

    JOMBANG – Banser Siaga Bencana (BAGANA) Satkoryon Kecamatan Diwek melakukan kegiatan Peduli Wabah Peyakit Mulut dan Kaki (PMK) di Desa Pandanwangi Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Rabu, (15/6/22) Syamsul Huda, Kasatkoryon Diwek menuturkan, berawal dari keresahan warga dengan situasi banyaknya hewan ternak yang sakit pada kaki dan mulut hewan. Perlu adanya tindakan dari berbagai pihak untuk […]

  • Pertama di Madura, Ansor Sumenep Gelar PKD Plus

    Pertama di Madura, Ansor Sumenep Gelar PKD Plus

    • calendar_month Sel, 23 Feb 2021
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Ansorjatim, Sumenep – Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sumenep di masa kepemimpinan Qumri Rahman semakin progresif, salah satunya menggelar dua kaderisasi di hari yang sama pada 19-20 Februari 2021. Pertama, Diklatsar Banser yang dilaksanakan di Yayasan Nurul Huda, Kecamatan Gapura dengan jumlah peserta 150 orang. Dan kedua, PKD (Pelatihan Kepemimpinan Dasar) khusus yang dilaksanakan di Pondok […]

  • PAC Ansor Beji Gelar Raker Perdana

    PAC Ansor Beji Gelar Raker Perdana

    • calendar_month Sen, 29 Mar 2021
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Bangil – Pengurus Anak Cabang (PAC) GP Ansor Beji menyelenggarakan rapat kerja I. Bertempat di gedung Yayasan Ar Roudhoh Desa Wonokoyo Beji Kabupaten Pasuruan, Minggu (28/03/21). Rapat kerja yang mengusung tema ‘Penguatan komitmen Berkhidmad dan Upaya Kemandirian Organisasi’ ini merupakan langkah awal dalam menjalankan roda organisasi. “Hasil rapat kerja ini harus kita jalankan bersama-sama, karena […]

expand_less