Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Merdeka dari COVID-19

Merdeka dari COVID-19

  • account_circle Cyber Ansor
  • calendar_month Ming, 23 Agu 2020
  • visibility 370
  • comment 0 komentar

Oleh: Mahdi El Kherid*

Pikiran kadang lebih kompleks permasalahannya, dibanding hal-hal yang tampak di permukaan. Karena pikiran, orang tak segan untuk bunuh diri. Karena pikiran tentang sebuah gengsi, orang bisa mencuri. Karena pikiran, kita bisa melakukan hal-hal di luar kendali.

Pikiran adalah salah satu persoalan paling penting dalam kehidupan manusia. Pikiran, kira-kira menguasai 90 persen persoalan umat manusia. Ketika pikiran kita beres, besar kemungkinan permasalahan hidup kita juga beres. Pikiran yang ruwet, barang tentu akan membuat persoalan kita menjadi ruwet.

Pikiran kolektif bangsa ini, adalah bagian yang dijajah oleh bangsa lain, sebelum kita merdeka, 75 tahun yang lalu. Tak perlu jauh-jauh membahas tentang pendidikan yang tak merata ketika kita sebelum merdeka, tentang pikiran kita bahwa cantik itu adalah putih, sedangkan jelek itu adalah hitam, bisa jadi adalah bagian dari penjajahan itu sendiri.

Mungkin karena penjajahan pikiran inilah, sastrawan Pramoedya Anantatoer sama sekali tidak menyesal ketika sudah berhubungan badan dengan noni-noni Belanda. Bahkan, dengan berhubungan badan itu, Pram merasa sudah satu kasta dengan noni-noni Belanda.

Rasa rendah diri atau infrioritas yang ada dalam diri Pram, langsung hilang ketika berhubungan badan dengan noni-noni Belanda. ”Karena hubungan seks itu, perasaan minder sebagai anak petani pada diri saya hilang seketika. Semua dari kita ternyata sama. Punya hak dan derajat yang sama juga sebagai manusia. Punya kemungkinan yang sama juga kalau memang kita punya keberanian,” kata Pram.

Tentu, penulis tidak hendak menganjurkan seks bebas dalam tulisan ini. Tapi, ingin menyampaikan bahwa pikiran yang terkukung, pikiran yang tak merdeka, sama bahayanya ketika fisik kita tak merdeka. Orang yang pikirannya tak jalan, mungkin sama terkekangnya dengan orang yang tak bisa jalan-jalan.

Tentang pikiran, akhir-akhir ini pikiran kita diuji dengan pandemi. Ketika usaha macet, ketika karyawan di rumahkan, ketika ibu repot mengurusi anaknya di rumah karena sekolah dari rumah, ketika kita tak bisa ke luar ke mana-mana. Semuanya itu, tak hanya menghantam fisik kita, tapi juga pikiran kita.

Belum lagi, ancaman resesi ekonomi di Indonesia kian nyata. Beberapa waktu lalu, Menteri Ekonomi Sri Mulyani sebut bahwa pertumbuhan ekonomi kita bisa minus 1,1 persen, hingga positif 0,2 persen.

Adapun perekonomian domestik di kuartal II mengalami kontraksi alias minus 5,32 persen (yoy). Jika kuartal III kembali minus, maka Indonesia akan bergabung dengan negara lain yang telah masuk ke jurang resesi. Karena inilah, situasi ekonomi di kuartal III, benar-benar harus diwaspadai.

Tapi, sebagai rakyat biasa, kita tak boleh terlalu memikirkan soal resesi, yang itu sudah ada yang memikirkan. Yang perlu kita pikirkan, adalah, bagaimana kita bisa merawat pikiran kita di tengah pandemi.

Salah satu caranya adalah dengan menerima kehadiran pandemi. Tidak takut, tapi tetap waspada. Tetap keluar rumah, tapi tetap waspada. Dengan bersikap moderat terhadap pandemi ini, maka kita bisa terhindar dari sakitnya pikiran.

Apalagi, jauh-jauh hari, Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo sudah menegaskan bahwa kita harus hidup berdampingan dengan COVID-19. Apalagi, WHO menyebut kalau COVID-19 bisa jadi melandai, tapi tidak akan hilang. Dengan demikian, kita harus hidup bersama dan berdamai dengan COVID-19.

Nah, pada momen kemerdekaan ini, kita harus memaknainya agar pikiran kita bisa merdeka dengan COVID-19. Disebut pikiran merdeka dengan COVID-19 adalah, pikiran kita, tak boleh sempit, harus berpikir luas di tengah pandemi sekalipun.

Dengan berpikir positif, kita akan terhindar dari sak wasangka. Terhindar dari menyalahkan pemerintah. Terhindar dari sikap acuh tak acuh. Berpikir merdeka, berarti, bagaimana kita tetap melihat cahaya di lorong paling gelap sekalipun.

Contohnya, di tengah pandemi, kita bisa lebih banyak bersama keluarga. Bagi yang pengusaha, bisa lebih inovatif lagi, melihat peluang-peluang baru. Dan bagi karyawan yang di PHK, mungkin inilah waktu yang tepat untuk berwirausaha. Sedangkan bagi karyawan yang dipertahankan, mungkin inilah waktu untuk bersyukur terhadap perusahaan yang mempekerjakan kita.

Akhirnya, memilih berpikir merdeka dari COVID-19, adalah langkah tepat agar kita senantiasa melihat peluang, di situasi macam apapun.

*Penulis Adalah Wakil Ketua PW GP Ansor Jatim.

  • Penulis: Cyber Ansor

Rekomendasi Untuk Anda

  • Momen Lebaran GP Ansor Gresik Gelar Silaturrahim ke Para Kiai dan Ulama’

    Momen Lebaran GP Ansor Gresik Gelar Silaturrahim ke Para Kiai dan Ulama’

    • calendar_month Sel, 18 Mei 2021
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Gresik – Sebagai bentuk kedekatan antara pemuda dan para sesepuh Kiai dan Ulama dalam bingkai organisasi NU dan menjaga soliditas serta solidaritas diantara mereka. Maka ini menjadi ikhtiar bersama pengurus harian Gerakan pemuda Ansor Kabupaten Gresik. Hari ini menggelar Silaturrahim kepada para Kiai dan Ulama sekabupaten Gresik. Dengan maksut dan tujuan yakni ada kesinambungan ikatan […]

  • Gelar Diklatsar Gempol, PC GP Ansor Bangil Kembali Hidupkan Mesin Kaderisasi

    Gelar Diklatsar Gempol, PC GP Ansor Bangil Kembali Hidupkan Mesin Kaderisasi

    • calendar_month Sab, 29 Mei 2021
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Bangil – Beberapa hari setelah rehat Ramadhan dan Lebaran 1442 H, PC GP Ansor Bangil langsung gerak cepat dengan memulai kembali agenda kaderisasi. Daya tawar organisasi yang semakin tinggi dibawah kepemimpinan ketua PC GP Ansor Bangil Gus H. Saad Muafi membuat agenda kaderisasi di lingkup Cabang Bangil menjadi massif dan diminati kaum milenial. Sabtu sore […]

  • Peduli Yatim Putra-Putri Banser, GP Ansor Jatim Rilis Program Beasiswa

    Peduli Yatim Putra-Putri Banser, GP Ansor Jatim Rilis Program Beasiswa

    • calendar_month Kam, 31 Okt 2024
    • visibility 382
    • 0Komentar

    Surabaya, Ansor – Di antara gebrakan kepengurusan GP Ansor Jatim di bawah komando H Musyafa Safril adalah perhatiannya pada pendidikan para yatim. “Secara khusus, program beasiswa ini diskemakan membantu yatim putra putri para Banser.” kata Kaji Safril, panggilan akrabnya, di kantor PW GP Ansor Jatim. Penerima manfaat kali ini adalah adik Muhammad Nurul Ibad, putra […]

  • GP Ansor Kota Batu Gelar Upgrading Kaderisasi: Tingkatkan Militansi dan Sistem Organisasi

    GP Ansor Kota Batu Gelar Upgrading Kaderisasi: Tingkatkan Militansi dan Sistem Organisasi

    • calendar_month Ming, 15 Des 2024
    • visibility 652
    • 0Komentar

    Kota Batu, Ansor – Sebagai organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU), Gerakan Pemuda (GP) Ansor terus berkomitmen meningkatkan kapasitas para kadernya melalui berbagai forum, baik formal maupun informal. Hal ini diwujudkan oleh Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Batu dengan menggelar Upgrading Kaderisasi di Aula Kantor Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu. Minggu (15/12). […]

  • PAC GP Ansor Paciran Dilantik dan Peletakan Batu Pertama Klinik As-Syifa’

    PAC GP Ansor Paciran Dilantik dan Peletakan Batu Pertama Klinik As-Syifa’

    • calendar_month Ming, 6 Feb 2022
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Ansorjatim, Lamongan – Pembangunan Klinik As-Syifa’ MWC NU Paciran mulai dilaksanakan hari ini, Minggu (6/2/2022). Hal tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama di Desa Tunggul, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini dirangkai dengan pelantikan pengurus Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda (PAC GP) Ansor Paciran masa khidmat 2021-2023, yang dinahkodai oleh Hilmi Adib. Turut hadir dalam kegiatan […]

  • Cetak Kader Militan, PAC GP Ansor Bungah Gelar Diklatsar

    Cetak Kader Militan, PAC GP Ansor Bungah Gelar Diklatsar

    • calendar_month Sab, 18 Jun 2022
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Gresik – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Bungah menggelar Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Kegiatan tersebut berpusat di Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Ulum, Desa Bedanten, Kecamatan Bungah. Selama tiga hari sejak 17 hingga 19 Juni 2022, sebanyak 40 peserta digembleng dengan berbagai materi yang berlandaskan paham Ahlussunnah […]

expand_less