Breaking News
Trending Tags
Beranda » Opini » GP. Ansor dan Masa Depan Kepemimpinan NU

GP. Ansor dan Masa Depan Kepemimpinan NU

  • account_circle Redaksi 9
  • calendar_month Jumat, 2 Feb 2024
  • visibility 685
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Perhelatan akbar Kongres XVI Gerakan Pemuda Ansor, akhirnya dilaksanakan pada tanggal 2-3 Februari 2024 di Jakarta. Menariknya, pembukaan Kongres akan dilaksanakan di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Setelah itu, para peserta _terkhusus para peserta yang memenuhi syarat masuk forum_ akan bersama Kapal Pelni KM Kelud  bergerak menempuh perjalanan sejauh 210 naval miles menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Perhelatan Kongres XVI adalah momentum strategis, bukan saja membincangkan kontestasi siapa yang layak mengganti estafet kepemimpinan Gus Yaqut Cholil  Qoumas sejak 2016 hingga 2024, tapi bagaimana merancang konsepsi strategis-ideologis GP Ansor masa depan, yakni semacam gagasan baru yang selalu adaptif dengan kondisi kekinian berorganisasi, walau tidak boleh mengabaikan basis nilai ideologis keislaman Aswaja al-Nadhiyyah di satu sisi dan nilai kecintaan pada bangsa sebagaimana diwariskan oleh para pendiri GP Ansor dan NU

Hal ini penting sebab situasi terkini selalu berubah, geopolitik terus cepat berubah sehingga perlu penyikapan yang lebih cerdas sesuai dengan konteksnya. Satu misal, pasca dibekukannya HTI dan FPI, apa yang harus dilakukan oleh  kader-kader GP Ansor di Nusantara kepada eks dua organisasi “terlarang ini”, walau meribah pikiran ideologis tidak semudah membalikkan tangan. Apakah perlu membaca ulang semua materi pengkaderan agar lebih bisa membaca kebutuhan kader sesuai dengan kenyataan kekinian?

Oleh karenanya, “GP Ansor: Peta Jalan NU Masa Depan”, yang menjadi tema ini layak menjadi renungan bersama semua kader ke depan. Siapapun yang akhirnya terpilih menjadi “Ketua Umum”. Pasalnya, GP Ansor memiliki hubungan erat dengan NU, maka karakter dan pola kepemimpinan NU masa depan akan bergantung erat dengan karakter dan pola kepemimpin di GP Ansor sebagai kelanjutan dari proses-proses berorganisasi dari setiap kader.

Gerak Akomodatif
Jadi ke depan adagium al-mufadhah ala al-Qodim al-Shalih wa al-akhdu bi al-jadid al-Ashla, masih cukup layak sebagai paradigma pergerakan GP Ansor dalam menyikapi isu-isu keislaman dan kebangsaan. Pasalnya, paradigma ini akan memastikan tidak ada stagnan dalam setiap proses berorganisasi, misalnya soal bagaimana kaderisasi harus terus dilakukan diberbagai jenjang, sekaligus pengembangan materinya selalu mengalami proses adaptif dengan merespon kondisi isu-isu kekinian.

Maka kedepan, prinsip akomodatif bagi kepemimpin GP Ansor disemua lini menjadi penting dan sangat dibutuhkan. Artinya, siapapun yang terpilih nanti dalam kongres hari ini adalah kader-kader terbaik yang telah memiliki tempaan panjang dalam berproses, bukan ujuk-ujuk datang. Dari sini, kepemimpinan terpilih akan mampu mengakomodasi sahabat-sahabat yang siap mengabdi, bukan sekedar pertimbangan politik, untuk tidak mengatakan sekedar titipan.

Kepemimpinan Gus Yaqut harus diakui telah melahirkan banyak legasi kebaikan, mulai ketegasannya mengomando perlawanan “Satu Komando” terhadap isu-isu radikalisme dan intoleransi hingga optimalisasi proses kaderisasi di berbagai cabang-cabang. Legasi ini layak diteruskan sebagai karakter Gerakan Pemuda Ansor ke depan, dengan terus menggerakkan potensi akomodatif di semua lini yang dimiliki kader.

Kondisi geopolitik yang mudah berubah dengan cepat dibutuhkan kader-kader yang  tidak hanya kuat secara fisik dan jumlah, tapi memiliki kemampuan yang beragam, misalnya kader yang ahli ekonomi, ahli hukum akademisi, pebisnis sukses dan lain-lain. Keragaman potensi ini akan memastikan proses akomodasi lebih mudah dilakukan dan muruah GP Ansor akan semakin kuat dibandingkan organisasi kepemudaan lainnya.

Akhirnya, selamat berkongres GP Ansor yang ke XVI. Yakinlah, apapun yang kita lakukan di organisasi warisan para ulama ini sepanjang memberikan manfaat bagi Islam dan bangsa, terutama dalam mengawal perjuangan NU, pasti akan memberikan keberkahan di dunia, lebih-lebih keberkahan di akhirat. Setidaknya, niat Nderek Perjuangan Para Muasis sebab masa depan NU sangat erat hubungannya dengan GP. Ansor hari ini. Semoga Sukses dan berkah.

Wasid Mansyur
(Wakil Ketua Bidang Pemikiran dan Ideologi PW GP Ansor Jawa Timur)

  • Penulis: Redaksi 9

Rekomendasi Untuk Anda

  • Refleksi Harlah GP Ansor ke 87 PC GP Ansor Kabupaten Pasuruan, Ketua PW GP Ansor Jatim Mengingatkan Peran Kader Ansor di Semua Lini.

    Refleksi Harlah GP Ansor ke 87 PC GP Ansor Kabupaten Pasuruan, Ketua PW GP Ansor Jatim Mengingatkan Peran Kader Ansor di Semua Lini.

    • calendar_month Rabu, 5 Mei 2021
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Pasuruan – Refleksi Harlah ke 87 Gerakan Pemuda Ansor yang diadakan oleh PC GP Ansor Kabupaten Pasuruan berlangsung cukup meriah. Acara yang di hadiri oleh Ketua PW GP Ansor JATIM serta jajaran dan kader Ansor se Pasuruan Raya tersebut menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat. Selasa, 4 Mei 2021 Acara Refleksi Harlah Gerakan Pemuda Ansor […]

  • Menjelang Satu Abad NU, Kader Ansor Diminta Kawal Peradaban Dunia

    Menjelang Satu Abad NU, Kader Ansor Diminta Kawal Peradaban Dunia

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2022
    • visibility 368
    • 0Komentar

    Ansorjatim, Probolinggo – Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Probolinggo, H Misbahul Munir mengatakan, bahwa kader Ansor hendaknya terus mengawal peradaban dunia dalam menyongsong satu abad Nahdlatul Ulama. “Sebagai kader Ansor, kita wajib menjaga gerakan ini dan tidak ada kata cerai berai,” katanya saat peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-96 NU yang digelar […]

  • LBH Ansor Jatim: Penegakan Hukum Jangan Kriminalisasi Kebijakan Kuota Haji

    LBH Ansor Jatim: Penegakan Hukum Jangan Kriminalisasi Kebijakan Kuota Haji

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • visibility 512
    • 0Komentar

    Surabaya, Ansor Jatim – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GP Ansor Jawa Timur mengkaji polemik dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan kuota haji tambahan yang menyeret nama mantan Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas. LBH Ansor Jatim menilai tuduhan korupsi itu tidak memenuhi konstruksi hukum tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Ketua PW LBH Ansor […]

  • LBH PC GP Ansor Kabupaten Pasuruan Resmi Polisikan Faizal Assegaf

    LBH PC GP Ansor Kabupaten Pasuruan Resmi Polisikan Faizal Assegaf

    • calendar_month Rabu, 9 Nov 2022
    • visibility 385
    • 0Komentar

    Pasuruan – Cuitan buruk dengan tuduhan yang serius dari akun twitter Faizal Assegaf kepada Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf dan Ketua PP GP Ansor H. Yaqut Cholil Qoumas membuat warga Nahdliyin geram. Tindakan Faizal Assegaf yang banyak dinilai keluar dari moral sosial dan menyakiti warga NU tersebut membuat sejumlah element anak muda NU […]

  • Penghujung Ramadan, Ansor Senori Bagi Takjil dan Doakan Negeri Agar Sembuh Dari Pandemi

    Penghujung Ramadan, Ansor Senori Bagi Takjil dan Doakan Negeri Agar Sembuh Dari Pandemi

    • calendar_month Selasa, 11 Mei 2021
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Tuban – Di penghujung bulan suci Ramadan 1442 H, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Senori mengadakan kegiatan bagi-bagi takjil kepada warga yang masih berada di perjalanan menjelang azan magrib. Lokasi pembagian berada di pusat Kota Santri, sebutan kecamatan yang berada di ujung Tuban selatan tersebut. Ketua PAC GP Ansor Senori, H. Abdul […]

  • Gus Syafiq: Mari Wacanakan Kebangkitan Ekonomi, Daripada Ribut Kemenag

    Gus Syafiq: Mari Wacanakan Kebangkitan Ekonomi, Daripada Ribut Kemenag

    • calendar_month Kamis, 28 Okt 2021
    • visibility 242
    • 0Komentar

    SURABAYA-Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Ansor Jawa Timur M Syafiq Syauqi angkat bicara soal polemik statment Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas soal Kementrian Agama, yang dalam beberapa hari terakhir menjadi perbincangan publik. Syafiq menilai sudah sepantasnya polemik soal ini dihentikan. Lantaran, konteks pembicaraan tersebut, adalah untuk kalangan internal.”Inikan untuk motivasi, yakni memotivasi santri dan pesantren untuk […]

expand_less