Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Aswaja » Memahami Aswaja ala NU

Memahami Aswaja ala NU

  • account_circle Ansor Jatim
  • calendar_month Jum, 14 Agu 2020
  • visibility 1.182
  • comment 3 komentar

Penulis: Masyhudi Muchtar Pengantar: Dr KH Ali Maschan Moesa,
M.Si Penerbit: Khalista Surabaya
Cetakan: I, Maret 2007
Tebal: vii+56 hal
Nahdlatul Ulama (NU) didirikan sebagai jam’iyah diniyah al-ijtima’iyyah (organisasi keagamaan dan kemasyarakatan). Jamiyah ini dibentuk untuk menjadi wadah perjuangan para ulama dan para pengikutnya, yang di dalamnya memiliki konsep dan ajaran Ahlusunnah Wal Jamaah (Aswaja).

Nahdliyin (sebutan untuk warga NU) saat ini. Menurut KH Bisri Musthofa, definisi Aswaja, yaitu, paham yang menganut pola madzhab fikih yang empat, Imam Syafi’i, Imam Hanafi, Imam Hambali dan Imam Maliki. Selain itu, Aswaja juga disebut paham yang mengikuti Al-Asy’ari dan Al-Maturidi dalam bidang akidah. Dalam bidang tasawuf mengikuti Al-Junaid Al-Baghdadi dan Al-Ghazali. Sementara, menurut KH Dawam Anwar, memahami Aswaja sebagai Islam itu sendiri, sehingga kalau ada yang mengatakan bahwa Aswaja itu tidak akomodatif, berarti sama dengan menuduh Islam tidak akomodatif (tidak sesuai dengan perkembangan zaman).

Dalam beberapa tahun belakangan ini, Aswaja dicoba diteliti dan ditinjau ulang oleh beberapa ulama seperti KH Said Aqil Siradj yang menginginkan definisi Aswaja sedikit didekontruksi pada aspek-aspek tertentu. Dengan tujuan agar Aswaja yang eksklusif dapat menjadi inklusif.

Namun yang menjadi pertanyaan apakah warga nahdliyin mampu memahami secara mendalam apa itu Aswaja? Dan bagaimana cara mengaplikasikannya dalam tataran akademis-keilmuan? Dan apakah mempunyai implikasi yang cukup signifikan pada cara berpikir ulama dan intelektual warga NU? Dalam buku kecil, praktis, dan sederhana ini, pertanyaan-pertanyaan di atas akan dijawab. Mulai dari masalah-masalah bagaimana warga NU dalam melakukan amal ibadah ubudiyah (secara vertikal kepada Allah) dan ibadah muamalah (secara horisontal dalam hubungannya antarsesama warga nahdliyin). Semuanya disajikan dengan bahasa yang komunikatif, sistematis, dan mudah dipahami khususnya masyarakat awam.

Buku “Aswaja An-Nahdliyah” ini, sengaja dijelaskan dalam bab-perbab. Bab pertama Mukaddimah. Bab kedua, mengulas sumber ajaran An-Nahdliyah yang di dalamnya meliputi madzhab qauli, madzhab manhaji, dan pengembangan asas ijtihad madzhabi. Bab ketiga, menerangkan akidah Aswaja An-Nahdliyah yang di dalamnya meliputi konsep Akidah Asy’ariyah, konsep Akidah Maturidiyah. Bab keempat, mengulas Syariat Aswaja An-Nahdliyah yang meliputi, kenapa harus Empat Mazdhab. Bab kelima, mengulas masalah Tasawuf Aswaja An-Nadliyah. Bab keenam, menerangkan tradisi dan budaya yang di dalamnya meliputi landasan dasar tradisi, dan sikap terhadap tradisi.

Sedangkan bab ketujuh, kemasyarakatan yang di dalamnya meliputi Mabadi’ Khaira Ummah dan Maslahatul Ummah. Mabadi’ Khairah Ummah ini, juga meliputi Al-Shidqu, Al-Amanah wa al-Wafa bi al-Ahdi, Al-Adalah, Al-Ta’awun dan Al-Istiqamah. Maslahatul Ummah, meliputi penguatan ekonomi, pendidikan dan pelayanan sosial. Bab kedelapan, menerangkan kebangsaan dan bab terakhir penutup (khatimah).

Adapun salah satu konsep dari pemahaman Aswaja di sini, yaitu tawasuth, tasamuh, tawazun dan amar ma’ruf nahi munkar. Yang dimaksud tawasuth (moderat) ini, sebuah sikap keberagamaan yang tidak terjebak terhadap hal-hal yang sifatnya ekstrim. Tasamuh, sebuah sikap keberagamaan dan kemasyarakatan yang menerima kehidupan sebagai sesuatu yang beragam.

Tawazun (seimbang), sebuah keseimbangan sikap keberagamaan dan kemasyarakatan yang bersedia memperhitungkan berbagai sudut pandang, dan kemudian mengambil posisi yang seimbang dan proporsional. Amar ma’ruf nahi munkar, mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran (hal. 51-52). Dari empat konsep Aswaja di atas, ada pokok yang paling ditekankan bagaimana konsep Aswaja bisa diaplikasikan dengan baik oleh warga NU.

Aswaja sebagai paham keagamaan yang di dalamnya mempunyai konsep moderat (tawasut), setidaknya harus memandang dan memperlakukan budaya secara proporsional (wajar). Karena budaya, sebagai kreasi manusia yang tujuannya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya bisa terjamin. Budaya memiliki nilai-nilai positif yang bisa dipertahankan bagi kebaikan manusia, baik secara personal maupun sosial.

Dalam hal ini, berlaku sebuah kaidah fikih “al muhafazhah ala al qadim al-shalih wal al-akhzu bil jadidi al-ashlah”, melestarikan kebaikan yang ada dan mengambil sesuatu yang baru yang lebih baik. Dengan menggunakan kaidah ini, pengikut Aswaja memiliki pegangan dalam menyikapi budaya. Jadi tidak semuanya budaya itu jelek, selama budaya itu tidak bertentangan dengan ajaran Islam, dan mengandung kebaikan maka bisa diterima. Bahkan bisa dipertahankan dan layak untuk diikutinya. Ini sesuai dengan sebauh kaidah fikih, “al-adah muhakkamah” bahwa budaya atau tradisi (yang baik) bisa menjadi pertimbangan hukum.

Buku ini penting dan menarik untuk dimiliki, dibaca, oleh warga NU supaya paham dan mengerti secara mendalam apa itu Aswaja. Aswaja tidak hanya dipahami sekilas saja, tapi bagaimana warga nahdliyin mampu mengaplikasinnya dengan baik dan sempurna. *) Peresensi adalah; Pecinta buku, Alumnus Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-guluk, Sumenep, Madura, Mahasiswa Fakultas Syariah, IAIN Sunan Ampel, Surabaya.

  • Penulis: Ansor Jatim

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ansor Jatim Dorong Pengembangan Industri Kreatif untuk Wujudkan Jatim sebagai Gerbang Baru Nusantara

    Ansor Jatim Dorong Pengembangan Industri Kreatif untuk Wujudkan Jatim sebagai Gerbang Baru Nusantara

    • calendar_month Sen, 20 Jan 2025
    • visibility 527
    • 0Komentar

    Surabaya, Ansor Jatim – Sebagai upaya nyata dalam mendorong pengembangan sektor industri kreatif di Provinsi Jawa Timur, Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur menggelar rapat koordinasi untuk merumuskan program kerja tahunan. Acara ini berlangsung di Gedung DPRD Jawa Timur dengan fokus pada perencanaan strategis guna mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan kreativitas. […]

  • Berangkatkan 1000 Jamaah Bersama Panglima Group Kembalikan Kepercayaan Publik Kepada PT. Arofah Mina

    Berangkatkan 1000 Jamaah Bersama Panglima Group Kembalikan Kepercayaan Publik Kepada PT. Arofah Mina

    • calendar_month Sab, 2 Sep 2023
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Surabaya – Kepercayaan publik secara perlahan namun pasti kembali diraih oleh perusahaan jasa ibadah umroh dan haji PT. Arofah Mina, setelah sebelumnya sempat tertimpa beberapa masalah. Hal itu menurut banyak pihak karena suksesnya Arofah Mina dalam membangun sinergi bisnis dengan menjadi bagian dari keluarga besar Panglima Group yang dimiliki oleh Bendahara PW GP Ansor Jawa […]

  • Diklatsar VI, Agus : Banser Tidak Ada Masa Expirednya

    Diklatsar VI, Agus : Banser Tidak Ada Masa Expirednya

    • calendar_month Sab, 29 Jan 2022
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Ansorjatm, SADAP– Menjadi Barisan Ansor Serbaguna (Banser) tidak ada expired atau kadaluarsa. Hal tersebut disampaikan Agus Nur  Yasin, ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kencong saat apel pembukaan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser di lapangan Desa Karangrejo, Jombang, Jember. “Selama terus berbakti, maka sepanjang itu sahabat Banser sebagai anggota,” Kata Agus. Menurut Agus, […]

  • Pelantikan PAC Ansor Singosari: Dari Sejarah Menuju Aksi Nyata

    Pelantikan PAC Ansor Singosari: Dari Sejarah Menuju Aksi Nyata

    • calendar_month Ming, 25 Mei 2025
    • visibility 754
    • 0Komentar

    Singosari, Ansor Jatim – Mengusung semangat “Resonansi Sejarah; Energi Masa Depan”, Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Singosari resmi dilantik di Aula SMK Plus Al Ma’arif, Candirenggo, Minggu pagi (25/5). Kegiatan ini bukan sekadar pengukuhan struktur baru, tetapi momentum penting dalam mengonsolidasikan kekuatan organisasi menuju gerakan yang lebih dinamis, responsif, dan relevan dengan […]

  • Ijazah Pekerja Ditahan, LBH Ansor Sidoarjo Siap Berikan Pendampingan Hukum

    Ijazah Pekerja Ditahan, LBH Ansor Sidoarjo Siap Berikan Pendampingan Hukum

    • calendar_month Jum, 2 Mei 2025
    • visibility 388
    • 0Komentar

    Sidoarjo – Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sidoarjo, Heru Krisbianto menegaskan, pihaknya siap memberikan pendampingan hukum hingga selesai dan tuntas bagi pekerja atau buruh yang ijazahnya ditahan oleh pengusaha. Hal itu disampaikannya dalam momen peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2025, sekaligus sebagai respon atas munculnya kasus penahanan ijazah pekerja oleh […]

  • Ansor Minta Stop Kegaduhan di Ruang Publik

    Ansor Minta Stop Kegaduhan di Ruang Publik

    • calendar_month Kam, 28 Jul 2022
    • visibility 309
    • 0Komentar

    Surabaya, Ansor Jatim — Narasi dan kegaduhan di sosial media yang berkembang terkait kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J sudah waktunya dihentikan. Hal itu diungkapkan oleh analis Intelijen Cyber Ansor Jatim, Zulham Akhmad Mubarrok. Pihaknya meminta semua pihak berperkara menghentikan atau stop perang opini di media sosial sebagai ruang publik. “Proses investigasi […]

expand_less