Breaking News
Trending Tags
Beranda » Aswaja » Memahami Aswaja ala NU

Memahami Aswaja ala NU

  • account_circle Ansor Jatim
  • calendar_month Jumat, 14 Agt 2020
  • visibility 1.224
  • comment 3 komentar
  • print Cetak

Penulis: Masyhudi Muchtar Pengantar: Dr KH Ali Maschan Moesa,
M.Si Penerbit: Khalista Surabaya
Cetakan: I, Maret 2007
Tebal: vii+56 hal
Nahdlatul Ulama (NU) didirikan sebagai jam’iyah diniyah al-ijtima’iyyah (organisasi keagamaan dan kemasyarakatan). Jamiyah ini dibentuk untuk menjadi wadah perjuangan para ulama dan para pengikutnya, yang di dalamnya memiliki konsep dan ajaran Ahlusunnah Wal Jamaah (Aswaja).

Nahdliyin (sebutan untuk warga NU) saat ini. Menurut KH Bisri Musthofa, definisi Aswaja, yaitu, paham yang menganut pola madzhab fikih yang empat, Imam Syafi’i, Imam Hanafi, Imam Hambali dan Imam Maliki. Selain itu, Aswaja juga disebut paham yang mengikuti Al-Asy’ari dan Al-Maturidi dalam bidang akidah. Dalam bidang tasawuf mengikuti Al-Junaid Al-Baghdadi dan Al-Ghazali. Sementara, menurut KH Dawam Anwar, memahami Aswaja sebagai Islam itu sendiri, sehingga kalau ada yang mengatakan bahwa Aswaja itu tidak akomodatif, berarti sama dengan menuduh Islam tidak akomodatif (tidak sesuai dengan perkembangan zaman).

Dalam beberapa tahun belakangan ini, Aswaja dicoba diteliti dan ditinjau ulang oleh beberapa ulama seperti KH Said Aqil Siradj yang menginginkan definisi Aswaja sedikit didekontruksi pada aspek-aspek tertentu. Dengan tujuan agar Aswaja yang eksklusif dapat menjadi inklusif.

Namun yang menjadi pertanyaan apakah warga nahdliyin mampu memahami secara mendalam apa itu Aswaja? Dan bagaimana cara mengaplikasikannya dalam tataran akademis-keilmuan? Dan apakah mempunyai implikasi yang cukup signifikan pada cara berpikir ulama dan intelektual warga NU? Dalam buku kecil, praktis, dan sederhana ini, pertanyaan-pertanyaan di atas akan dijawab. Mulai dari masalah-masalah bagaimana warga NU dalam melakukan amal ibadah ubudiyah (secara vertikal kepada Allah) dan ibadah muamalah (secara horisontal dalam hubungannya antarsesama warga nahdliyin). Semuanya disajikan dengan bahasa yang komunikatif, sistematis, dan mudah dipahami khususnya masyarakat awam.

Buku “Aswaja An-Nahdliyah” ini, sengaja dijelaskan dalam bab-perbab. Bab pertama Mukaddimah. Bab kedua, mengulas sumber ajaran An-Nahdliyah yang di dalamnya meliputi madzhab qauli, madzhab manhaji, dan pengembangan asas ijtihad madzhabi. Bab ketiga, menerangkan akidah Aswaja An-Nahdliyah yang di dalamnya meliputi konsep Akidah Asy’ariyah, konsep Akidah Maturidiyah. Bab keempat, mengulas Syariat Aswaja An-Nahdliyah yang meliputi, kenapa harus Empat Mazdhab. Bab kelima, mengulas masalah Tasawuf Aswaja An-Nadliyah. Bab keenam, menerangkan tradisi dan budaya yang di dalamnya meliputi landasan dasar tradisi, dan sikap terhadap tradisi.

Sedangkan bab ketujuh, kemasyarakatan yang di dalamnya meliputi Mabadi’ Khaira Ummah dan Maslahatul Ummah. Mabadi’ Khairah Ummah ini, juga meliputi Al-Shidqu, Al-Amanah wa al-Wafa bi al-Ahdi, Al-Adalah, Al-Ta’awun dan Al-Istiqamah. Maslahatul Ummah, meliputi penguatan ekonomi, pendidikan dan pelayanan sosial. Bab kedelapan, menerangkan kebangsaan dan bab terakhir penutup (khatimah).

Adapun salah satu konsep dari pemahaman Aswaja di sini, yaitu tawasuth, tasamuh, tawazun dan amar ma’ruf nahi munkar. Yang dimaksud tawasuth (moderat) ini, sebuah sikap keberagamaan yang tidak terjebak terhadap hal-hal yang sifatnya ekstrim. Tasamuh, sebuah sikap keberagamaan dan kemasyarakatan yang menerima kehidupan sebagai sesuatu yang beragam.

Tawazun (seimbang), sebuah keseimbangan sikap keberagamaan dan kemasyarakatan yang bersedia memperhitungkan berbagai sudut pandang, dan kemudian mengambil posisi yang seimbang dan proporsional. Amar ma’ruf nahi munkar, mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran (hal. 51-52). Dari empat konsep Aswaja di atas, ada pokok yang paling ditekankan bagaimana konsep Aswaja bisa diaplikasikan dengan baik oleh warga NU.

Aswaja sebagai paham keagamaan yang di dalamnya mempunyai konsep moderat (tawasut), setidaknya harus memandang dan memperlakukan budaya secara proporsional (wajar). Karena budaya, sebagai kreasi manusia yang tujuannya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya bisa terjamin. Budaya memiliki nilai-nilai positif yang bisa dipertahankan bagi kebaikan manusia, baik secara personal maupun sosial.

Dalam hal ini, berlaku sebuah kaidah fikih “al muhafazhah ala al qadim al-shalih wal al-akhzu bil jadidi al-ashlah”, melestarikan kebaikan yang ada dan mengambil sesuatu yang baru yang lebih baik. Dengan menggunakan kaidah ini, pengikut Aswaja memiliki pegangan dalam menyikapi budaya. Jadi tidak semuanya budaya itu jelek, selama budaya itu tidak bertentangan dengan ajaran Islam, dan mengandung kebaikan maka bisa diterima. Bahkan bisa dipertahankan dan layak untuk diikutinya. Ini sesuai dengan sebauh kaidah fikih, “al-adah muhakkamah” bahwa budaya atau tradisi (yang baik) bisa menjadi pertimbangan hukum.

Buku ini penting dan menarik untuk dimiliki, dibaca, oleh warga NU supaya paham dan mengerti secara mendalam apa itu Aswaja. Aswaja tidak hanya dipahami sekilas saja, tapi bagaimana warga nahdliyin mampu mengaplikasinnya dengan baik dan sempurna. *) Peresensi adalah; Pecinta buku, Alumnus Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-guluk, Sumenep, Madura, Mahasiswa Fakultas Syariah, IAIN Sunan Ampel, Surabaya.

  • Penulis: Ansor Jatim

Rekomendasi Untuk Anda

  • PAC GP Ansor Kecamatan Geger Gelar Pelantikan Raya dan Pembukaan PKD Angkatan 2

    PAC GP Ansor Kecamatan Geger Gelar Pelantikan Raya dan Pembukaan PKD Angkatan 2

    • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2025
    • visibility 505
    • 0Komentar

    Bangkalan – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Geger, Bangkalan, sukses menggelar Pelantikan Raya sekaligus Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Angkatan 2 pada Jumat (10/01/2025). Acara tersebut berlangsung di Yayasan At-Tauhidiyah, Desa Kompol, Kecamatan Geger, dengan mengusung tema “Ciptakan Militansi Kader di Era Digital”. Dalam Pelantikan Raya, delapan Pimpinan Ranting dari 13 […]

  • Ansor Banser Probolinggo Kerja Bakti Kerahkan Kader di Banjir Bandang Dringu

    Ansor Banser Probolinggo Kerja Bakti Kerahkan Kader di Banjir Bandang Dringu

    • calendar_month Senin, 11 Mar 2024
    • visibility 413
    • 0Komentar

    Probolinggo – Puluhan pemuda kader Gerakan Pemuda Ansor dari berbagai kecamatan menuju perkampungan dua Desa di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo bersihkan lumpur dan pasir sisa banjir bandang di sepanjang jalan mendapat apresiasi dari warga dan tokoh masyarakat. Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo, Gus H. Misbahul Munir mengatakan, puluhan pemuda yang tergabung dalam Ansor dan […]

  • Awali Program Tahun Baru GP Ansor Tebuwung Gelar Khatmil Qur’an Dan MDS RA

    Awali Program Tahun Baru GP Ansor Tebuwung Gelar Khatmil Qur’an Dan MDS RA

    • calendar_month Sabtu, 7 Jan 2023
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Gresik – Satu bulan setelah Rapat kerja (Raker) di Agrowisata Klumpit Tuban. Jajaran pengurus Gerakan Pemuda (GP) Ansor Tebuwung Dukun Gresik langsung tancap Gas menggelar Khatmil Qur’an dan Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDS RA). MDA RA adalah bagian penting dalam membangun kebersamaan di organisasi Ansor karena seluruh pilar kekuatan GP Ansor kumpul menjadi […]

  • Puncak Haul YPP Alkarimi Ketua PWNU Jatim Kokohkan Militansi Khidmah Banser Dukun

    Puncak Haul YPP Alkarimi Ketua PWNU Jatim Kokohkan Militansi Khidmah Banser Dukun

    • calendar_month Rabu, 5 Jul 2023
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Gresik – Rangkaian Haul KH Abd Karim ke 131 Ponpes Alkarimi Desa Tebuwung Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik hari ini menjadi puncak acara. Berbagai macam kegiatan digelar mulai Khatmil Qur’an baik yang dilakukan oleh warga masyarakat, siswa santri Ponpes Alkarimi di berbagai tempat atau majelis. Dan giat Himpunan Alumni ponpes Alkarimi (Himappka) yang menggelar Temu Alumni […]

  • Lancar dan Inovatif, Gus Syafiq Apresiasi Kepemimpinan Gus Men Dalam Pelayanan Haji 2024

    Lancar dan Inovatif, Gus Syafiq Apresiasi Kepemimpinan Gus Men Dalam Pelayanan Haji 2024

    • calendar_month Rabu, 26 Jun 2024
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Surabaya – Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, menilai penyelenggaraan ibadah haji tahun 1445 H/2024 M berjalan dengan baik dan lancar. Dalam kepemimpinan yang kuat dan amanah, Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman telah sukses smemastikan semua rangkaian ibadah haji berjalan lancar. Menag Yaqut memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia atas sejumlah inovasi […]

  • Banser Pacitan Siaga Amankan Peringatan 200 Tahun Pondok Tremas

    Banser Pacitan Siaga Amankan Peringatan 200 Tahun Pondok Tremas

    • calendar_month Jumat, 22 Des 2023
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Pacitan – Sejumlah rangkaian acara Peringatan 200 Tahun Perguruan Islam Pondok Tremas Arjosari Pacitan Jawa Timur telah dimulai sejak hari ini Kamis, 21 Desember 2023 hingga nanti pada puncak acara pada hari Kamis, 28 Desember 2023 Berbagai Alumni dan Wali Santri dari berbagai Daerah dan Wilayah mulai berbondong-bondong nderek hormat ngalap berkah usia 2 Abad […]

expand_less