Breaking News
Trending Tags
Beranda » Daerah » Sejarah Berdirinya Gerakan Pemuda Ansor

Sejarah Berdirinya Gerakan Pemuda Ansor

  • account_circle Ansor Jatim
  • calendar_month Minggu, 23 Feb 2020
  • visibility 1.551
  • comment 9 komentar
  • print Cetak

Kelahiran Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan. GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pasca-Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan. <>Karenanya, kisah Laskar Hizbullah, Barisan Kepanduan Ansor, dan Banser (Barisan Serbaguna) sebagai bentuk perjuangan Ansor nyaris melegenda. Terutama, saat perjuangan fisik melawan penjajahan dan penumpasan G 30 S/PKI, peran Ansor sangat menonjol.

Ansor dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) dari situasi ”konflik” internal dan tuntutan kebutuhan alamiah. Berawal dari perbedaan antara tokoh tradisional dan tokoh modernis yang muncul di tubuh Nahdlatul Wathan, organisasi keagamaan yang bergerak di bidang pendidikan Islam, pembinaan mubaligh, dan pembinaan kader. KH Abdul Wahab Hasbullah, tokoh tradisional dan KH Mas Mansyur yang berhaluan modernis, akhirnya menempuh arus gerakan yang berbeda justru saat tengah tumbuhnya semangat untuk mendirikan organisasi kepemudaan Islam.

Dua tahun setelah perpecahan itu, pada 1924 para pemuda yang mendukung KH Abdul Wahab –yang kemudian menjadi pendiri NU– membentuk wadah dengan nama Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air). Organisasi inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Gerakan Pemuda Ansor setelah sebelumnya mengalami perubahan nama seperti Persatuan Pemuda NU (PPNU), Pemuda NU (PNU), dan Anshoru Nahdlatul Oelama (ANO).

Nama Ansor ini merupakan saran KH. Abdul Wahab, “ulama besar” sekaligus guru besar kaum muda saat itu, yang diambil dari nama kehormatan yang diberikan Nabi Muhammad SAW kepada penduduk Madinah yang telah berjasa dalam perjuangan membela dan menegakkan agama Allah. Dengan demikian ANO dimaksudkan dapat mengambil hikmah serta tauladan terhadap sikap, perilaku dan semangat perjuangan para sahabat Nabi yang mendapat predikat Ansor tersebut. Gerakan ANO (yang kelak disebut GP Ansor) harus senantiasa mengacu pada nilai-nilai dasar Sahabat Ansor, yakni sebagi penolong, pejuang dan bahkan pelopor dalam menyiarkan, menegakkan dan membentengi ajaran Islam. Inilah komitmen awal yang harus dipegang teguh setiap anggota ANO (GP Ansor).

Meski ANO dinyatakan sebagai bagian dari NU, secara formal organisatoris belum tercantum dalam struktur organisasi NU. Hubungan ANO dengan NU saat itu masih bersifat hubungan pribadi antar tokoh. Baru pada Muktamar NU ke-9 di Banyuwangi, tepatnya pada tanggal 10 Muharram 1353 H atau 24 April 1934, ANO diterima dan disahkan sebagai bagian (departemen) pemuda NU dengan pengurus antara lain: Ketua H.M. Thohir Bakri; Wakil Ketua Abdullah Oebayd; Sekretaris H. Achmad Barawi dan Abdus Salam.

Dalam perkembangannya secara diam-diam khususnya ANO Cabang Malang, mengembangkan organisasi gerakan kepanduan yang disebut Banoe (Barisan Ansor Nahdlatul Oelama) yang kelak disebut BANSER (Barisan Serbaguna). Dalam Kongres II ANO di Malang tahun 1937. Di Kongres ini, Banoe menunjukkan kebolehan pertamakalinya dalam baris berbaris dengan mengenakan seragam dengan Komandan Moh. Syamsul Islam yang juga Ketua ANO Cabang Malang. Sedangkan instruktur umum Banoe Malang adalah Mayor TNI Hamid Rusydi, tokoh yang namaya tetap dikenang dan bahkan diabadikan sebagai sama salah satu jalan di kota Malang.

Salah satu keputusan penting Kongres II ANO di Malang tersebut adalah didirikannya Banoe di tiap cabang ANO. Selain itu, menyempurnakan Anggaran Rumah Tangga ANO terutama yang menyangkut soal Banoe.

Pada masa pendudukan Jepang organisasi-organisasi pemuda diberangus oleh pemerintah kolonial Jepang termasuk ANO. Setelah revolusi fisik (1945 – 1949) usai, tokoh ANO Surabaya, Moh. Chusaini Tiway, melempar mengemukakan ide untuk mengaktifkan kembali ANO. Ide ini mendapat sambutan positif dari KH. Wachid Hasyim, Menteri Agama RIS kala itu, maka pada tanggal 14 Desember 1949 lahir kesepakatan membangun kembali ANO dengan nama baru Gerakan Pemuda Ansor, disingkat Pemuda Ansor (kini lebih pupuler disingkat GP Ansor).

GP Ansor hingga saat ini telah berkembang sedemikan rupa menjadi organisasi kemasyarakatan pemuda di Indonesia yang memiliki watak kepemudaan, kerakyatan, keislaman dan kebangsaan. GP Ansor hingga saat ini telah berkembang memiliki 433 Cabang (Tingkat Kabupaten/Kota) di bawah koordinasi 32 Pengurus Wilayah (Tingkat Provinsi) hingga ke tingkat desa. Ditambah dengan kemampuannya mengelola keanggotaan khusus BANSER (Barisan Ansor Serbaguna) yang memiliki kualitas dan kekuatan tersendiri di tengah masyarakat.

Di sepanjang sejarah perjalanan bangsa, dengan kemampuan dan kekuatan tersebut GP Ansor memiliki peran strategis dan signifikan dalam perkembangan masyarakat Indonesia. GP Ansor mampu mempertahankan eksistensi dirinya, mampu mendorong percepatan mobilitas sosial, politik dan kebudayaan bagi anggotanya, serta mampu menunjukkan kualitas peran maupun kualitas keanggotaannya. GP Ansor tetap eksis dalam setiap episode sejarah perjalan bangsa dan tetap menempati posisi dan peran yang stategis dalm setiap pergantian kepemimpinan nasional. (Dari berbagai sumber)

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/63893/sejarah-berdirinya-gerakan-pemuda-ansor

  • Penulis: Ansor Jatim

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panglima Ekspres, Biro Haji Milik Kader Ansor Charter Pesawat Dengan Ratusan Kursi Paket Haji Furoda 2022

    Panglima Ekspres, Biro Haji Milik Kader Ansor Charter Pesawat Dengan Ratusan Kursi Paket Haji Furoda 2022

    • calendar_month Senin, 18 Apr 2022
    • visibility 381
    • 0Komentar

    Surabaya – Panglima Express sebuah biro wisata haji dan umroh yang dimiliki oleh kader Ansor H. Muhibbin telah banyak dikenal oleh masyarakat sebagai biro haji dan travel amanah nan presisi. Setelah sempat terhenti akibat situasi pandemi global, di tahun ini setelah pemerintah kerajaan Arab Saudi kembali membuka akses perjalanan ke tanah suci, Panglima Tour and […]

  • Santunan yatim sambut kemerdekaan RI oleh PR GP Ansor Guluk Manjung, Bluto, Sumenep. (Foto: NOJ/A Habib)

    Ansor di Madura Sambut Kemerdekaan dengan Santuni Yatim

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2020
    • visibility 404
    • 0Komentar

    Sumenep -Semarak hari ulang tahun ke-75 kemerdekaan Republik Indonesia banyak dilakukan oleh berbagai organisasi dan instansi, baik di bawah naungan pemerintah ataupun mandiri. Hal itu pula yang dilakukan Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Guluk Manjung, Kecamatan Bluto, Sumenep. Tahun ini, Ansor setempat melaksanakan kegiatan membaca Shalawat Nariyah, orasi ke-Ansor-an, dan santunan yatim […]

  • Menjabat Satkorwil Banser Jatim, Irsyad Yusuf Patahkan Susunan Beton Dan Besi Cor

    Menjabat Satkorwil Banser Jatim, Irsyad Yusuf Patahkan Susunan Beton Dan Besi Cor

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2020
    • visibility 686
    • 3Komentar

    Pasuruan – Ditunjuk menjadi Kasatkorwil Banser (Barisan Ansor serbaguna) Provinsi Jawa Timur, Irsyad Yusuf mematahkan beton bata ringan dan besi cor dihadapan 1300 Banser dari seluruh Indonesia di lapangan Taman Candra Wilwatikta, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Senin (24/2/20). Pria yang saat ini menjabat Bupati Pasuruan memamerkan kebolehanya dalam apel kebangsaan dan pembukaan Susbanpim (Kursus Banser […]

  • Pegang Prinsip Usul Fiqh, Petani Muda Kader Ansor Raih Penghargaan dari Kementan RI

    Pegang Prinsip Usul Fiqh, Petani Muda Kader Ansor Raih Penghargaan dari Kementan RI

    • calendar_month Senin, 6 Des 2021
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Surabaya – Kader GP Ansor Jawa Timur terus menorehkan prestasi. Paling baru, ada petani muda asal Desa Sogo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, M. Aji Kurniawan (29). Dia berhasil memperoleh penghargaan Farmer of the Years dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI kategori milenial. Penyerahan penghargaan berlangsung di Gedung Waskita Rawali Tower, Jakarta Timur pada Kamis (2/12/2021) malam. […]

  • Catatan Hari Santri  2023 : Kapita Selekta NU, Rekonstruksi Pemikiran Generasi Muda NU

    Catatan Hari Santri 2023 : Kapita Selekta NU, Rekonstruksi Pemikiran Generasi Muda NU

    • calendar_month Kamis, 19 Okt 2023
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Begitu hebatnya para masyayih pendiri NU dalam meletakkan dasar perjuangan dan visi organisasi yang sangat luar biasa. Nilai nilai perjuangan NU tidak lekang oleh waktu (abadi) dan tidak lapuk oleh hujan. Dalam kondisi apapun NU selalu uptodate misi perjuangannya walau konsep pembentukannya dilakukan sudah satu abat. Nilai dasar perjuangan NU antara lain : 1. Mengokohkan […]

  • Peringati Harlah NU 101, Ansor Benjeng Gelar Majelis Dzikir dan Sholawat

    Peringati Harlah NU 101, Ansor Benjeng Gelar Majelis Dzikir dan Sholawat

    • calendar_month Senin, 29 Jan 2024
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Ansorjatim, Benjeng — Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Benjeng Majlis Dzikir dan Shalawat di Kantor MWCNU Benjeng, Sabtu  malam (27/1/2024). Kegiatan dibuka dengan pembacaan Shalawat oleh Tim Hadrah Syechermania Benjeng kemudian dilanjutkan pembacaan Istighosah yang  dipimpin KH Munif Sholeh dan Tahil KH Yusuf Ali. Serta pembicara  Romo KH Imam Syafii dari […]

expand_less