Breaking News
Trending Tags
Beranda » Opini » Kongres GP Ansor, Mindset Maritim, dan Collective Genius

Kongres GP Ansor, Mindset Maritim, dan Collective Genius

  • account_circle Redaksi 9
  • calendar_month Sabtu, 3 Feb 2024
  • visibility 360
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Gerakan Pemuda (GP) Ansor, organisasi kepemudaan terbesar di Indonesia, membuat inovasi. Pertama dalam sejarah, organisasi yang merupakan Badan Otonom (Banom) dari Nahdlatul Ulama’ (NU) ini menggelar kongres di laut menggunakan Kapal Pelni KM Kelud, jum’at (2/1/2024).

Sekitar 1.700 kader akan berkongres di atas kapal, yang akan dimulai dari Tanjung Priok, Jakarta, dan akan berakhir di Tanjung Emas, Semarang. Total kapal ini akan menempuh samudera kurang lebih 210 naval miles. Rute ini tentu bukan rute primadona saat ini, terlebih sudah ada tol lintas jawa yang kini menjadi primadona.

Berkongres di atas kapal, memang sekilas terkesan sederhana dari sebuah inovasi ini. Tapi, hemat penulis, hal kreatif ini patut diapresiasi, terlebih ada makna yang mendalam dari kongres tidak lumrah ini.

Di lautan lepas, nenek moyang kita pernah jaya. Nenek moyang kita biasa disebut sebagai pelaut ulung, penghempas samudera, tapi atas itu semua, kita tidak pernah melupakan daratan dan udara. Apalagi, wali songo, penyebar Islam di tanah jawa juga menggunakan kapal laut untuk sarana dakwah. Mungkin karena inilah, wali songo banyak muncul di pesisir laut utara jawa.

Nusantara mempunyai sejarah maritim yang panjang. Kehidupan maritim kita, sudah dimulai sejak zaman pra sejarah hingga massa kini. Kerajaan seperti kerajaan Sriwijaya dan Majapahit, memiliki kehidupan maritime yang maju. Bahkan, Majapahit disebut menguasai sebagai besar wilayah maritim di Asia Tenggara pada abad ke-14 dan ke-15.

Dengan kongres di laut ini, diharapkan bisa menjadi pengingat soal pentingnya mindset kita sebagai negara maritim. Di tengah pembangunan infrastruktur yang luar biasa besarnya, kita tidak boleh “memunggungi” laut. Kita harus tetap menghadap ke laut, dengan menjadikan kebijakan maritim sebagai salah satu mindset kemajuan bangsa ini.

Laut mempunyai kekayaan ekonomi yang luar biasa. Karena inilah, ada istilah ekonomi kelautan atau marine ekonomi. Setidaknya ada sembilan kekayaan laut, yang ketika di eksploitasi, tidak akan berkurang. Sembilan kekayaan itu adalah perikanan, terumbu karang, hutan mangrove, sumber daya migas dan mineral, rumput laut, transportasi laut, keindahan pantai, taman laut, hingga pertahanan laut. Kekayaan laut ini perlu dimaksimalkan melalui kebijakan-kebijakan strategis oleh pemerintah. Terlebih, Indonesia mempunyai 17 ribu pulau dengan panjang garis pantai 180 ribu kilometer. Pulau-pulau ini harus dipikirkan konektivitas antar pulau, serta bagaimana garis pantai yang begitu panjang, bisa produktif dan bergeliat menjadi pusat ekonomi baru.

Dengan adanya kongres di laut ini, GP Ansor bisa menjadi mortir pengingat tentang pentingnya mindset terhadap kebijakan-kebijakan maritim. Terlebih, dalam debat calon presiden sebelumnya, kita belum pernah mendengar soal visi besar maritim calon pemimpin kita.

Selain soal filosofi laut, juga terdapat filosofi gunung kelud (nama kapal yang digunakan berkongres), yang bisa kita jadikan pelajaran soal langkah gerak GP Ansor dan Indonesia ke depan. Di Gunung Kelud yang berada di Kediri, mempunyai kisah legenda soal dua orang raja dan janji dewi kalisuci.

Syahdan, gunung kelud memiliki cerita tentang seorang perempuan cantik bernama Dewi Kilisuci, anak dari Jenggolo Manik. Dewi Kilisuci memiliki kedudukan sebagai putri mahkota Kerajaan Jenggala, kala itu. Ia dilamar oleh dua orang raja. Namun, raja tersebut bukan berwujud manusia seutuhnya, satu pelamar berkepala lembu yang bernama Raja Lembu Suro dan satu lagi yang berkepala kerbau, bernama Raja Mahesa Suro.

Dewi Kilisuci ingin menolak lamaran tersebut. Namun, ia ingin memberikan tantangan kepada dua raja itu. Ia pun membuat sayembara yang tidak mampu dilakukan manusia biasa, yaitu berupa tantangan membuat sumur di atas puncak Gunung Kelud. Ada dua jenis sumur yang harus dibuat, satu sumur berbau amis dan satu sumur lagi sumur berbau wangi. Pembuatan sumur harus selesai dalam satu malam sebelum ayam berkokok.

Dengan kesaktiannya, Mahesa Suro dan Lembu Suro menyanggupi sayembara tersebut. Setelah bekerja semalam suntuk, keduanya berhasil memenangkan sayembara tersebut. Namun Dewi kalisuci belum mau diperistri. Ia mengajukan satu permintaan lagi. Kali ini permintaan sang putri adalah kedua raja harus memastikan bahwa kedua sumur itu benar-benar berbau amis dan wangi. Caranya, mereka berdua harus masuk ke dalam sumur. Mahesa Suro dan Lembu Suro pun mengikuti permintaan Dewi Kilisuci, keduanya masuk ke dalam sumur yang sangat dalam yang dibikin sendiri. Lalu, Dewi Kilisuci memerintahkan prajurit untuk menimbun sumur dengan batu.

Akhirnya, dua raja tidak terselamatkan di atas Gunung Kelud. Sebelum mati, Lembu Suro bersumpah sempat bersumpah dalam bahasa Jawa. “Yoh, wong Kediri mbesuk bakal pethuk piwalesku sing makaping kaping. Yoiku, Kediri bakal dadi kali, Blitar dadi latar, Tulungagung bakal dadi kedung”.

Artinya, ya orang Kediri besok akan mendapatkan balasanku yang sangat besar. Kediri akan menjadi sungai, Blitar akan menjadi daratan, dan Tulungagung akan menjadi danau. Masyarakat setempat mempercayai legenda itu. Sebagai tolak bala, penduduk di lereng Gunung Kelud memberikan sesaji yang disebut Larung Sesaji setiap 23 bulan suro.

Pesan Moral Legenda Gunung Kelud Setiap keputusan yang diambil harus dipikirkann terlebih dahulu, jangan sampai menyesal di kemudian hari. Begitu juga dengan kongres GP Ansor ini, penulis berharap kebijakan-kebijakan strategis bisa dipikirkan terlebih dahulu, jangan sampai gegabah sehingga merugikan organisasi.

Collective Genius

Sebagai organisasi pemuda yang sangat besar, penulis beraharap nantinya kepengurusan di bawah Ketua Umum yang baru, yang akan menggantikan Gus Yaqut Cholil Qoumas, bisa menerapkan collective genius atau kegeniusan kolektif (bersama-sama).

Dalam salah satu artikelnya di Harvard Bussines Review, tiga penulis kenamaan yakni Linda A Hill, Greg Brandeau, dan Emily Truelove menyebutkan bahwa pemimpin yang sukses menelurkan inovasi-inovasi keren, adalah kepemimpinan yang tidak satu arah. Melainkan pemimpin yang menjadi dirigen, terhadap tumbuh kembangnya inovasi di organisasi tersebut.

Karena inilah, jika GP Ansor ingin konsisten menjadi organisasi kepemudaan yang relevan terhadap perkembangan zaman, maka diperlukan kejeniusan kolektif yang diciptakan. Bagaimana orang-orang terbaik, bekerja dalam satu kesatuan untuk tujuan organisasi, bukan bekerja sendiri-sendiri, untuk tujuan diri sendiri. Inilah yang disebut kejeniusan kolektif.

Dengan kejeniusan kolektif, penulis yakin GP Ansor bisa mengarungi abad kedua Nahdlatul Ulama’ dengan lebih hebat lagi. Tentu saja, GP Ansor tidak hendak membangun sumur sebagaimana cerita rakyat di Gunung Kelud, tapi GP Ansor hendak membangun peradaban untuk kemajuan umat manusia. Selamat berkongres, organisasiku. Seribu rintangan, patah semua.

Mahdi Kherid*
*Penulis adalah wakil ketua GP Ansor Jawa Timur dan Kapala Badan Cyber Ansor Jatim.

  • Penulis: Redaksi 9

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gus Irsyad Terpillih Sebagai Wakasatkornas, Ini Harapan dari Ketua PW GP Ansor Jawa Timur

    Gus Irsyad Terpillih Sebagai Wakasatkornas, Ini Harapan dari Ketua PW GP Ansor Jawa Timur

    • calendar_month Jumat, 12 Nov 2021
    • visibility 456
    • 0Komentar

    Surabaya – Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur kembali delegasikan kader terbaiknya di jajaran pucuk Pimpinan Pusat GP Ansor. Gus H.M. Irsyad Yusuf yang selama periode kepemimpinan Gus H.M. Syafiq Syauqi di PW GP Ansor Jawa Timur menjabat sebagai Kasatkorwil Banser Jawa Timur, kini mendapatkan amanah baru dalam level khidmah di skala nasional. Melalui surat […]

  • Dikawal Ketat Polisi-Banser NU, Berikut Pesan Syekh Ali Jaber di Malang

    Dikawal Ketat Polisi-Banser NU, Berikut Pesan Syekh Ali Jaber di Malang

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2020
    • visibility 336
    • 0Komentar

    MALANG – Meski mengalami insiden penusukan oleh pemuda tak dikenal, ulama tersohor Syekh Ali Jaber tak mengurungkan niatnya untuk melanjutkan kegiatan tausiyah dan safari dakwah di berbagai kota. Termasuk pada Kamis hari ini (17/9), Syekh Ali Jaber mengisi tausiyah di Masjid Khadijah, Jalan Arjuno, Kota Malang. Datang dengan pengawalan ketat kurang lebih sebanyak 70 personil […]

  • Peringati HSN, GP Ansor Labang Ajak Kaum Millenial  Sholawatan Bareng di Lapangan Koalas

    Peringati HSN, GP Ansor Labang Ajak Kaum Millenial Sholawatan Bareng di Lapangan Koalas

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2020
    • visibility 333
    • 3Komentar

    Ansorjatim, Bangkalan– Pengurus Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kecamatan Labang Kabupaten Bangkalan Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2020 dengan kegiatan sholawatan bersama, Rabu malam, 21 Oktober 2020. Acara yang digelar di Lapangan Koalas itu, dihadiri Ribuan jamaah yang didominasi kalangan millenial berasal dari berbagai penjuru desa se Kecamatan Labang. Dengan penuh khidmat dan […]

  • Wakil Ketua GP Ansor Jatim, Fairouz Huda Mendapat Dukungan Jaringan UMKM Kota Malang pada Pilkada 2024

    Wakil Ketua GP Ansor Jatim, Fairouz Huda Mendapat Dukungan Jaringan UMKM Kota Malang pada Pilkada 2024

    • calendar_month Sabtu, 8 Jun 2024
    • visibility 379
    • 0Komentar

    Wakil Ketua Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur, Fairouz Huda mendapat dukungan Jaringan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Malang untuk maju pada Pilkada 2024. Kader yang akrab disapa Kak Fai ini mendapat dukungan untuk maju sebagai wakil wali Kota Malang. Yudi Purwanto, Ketua Jaringan UMKM dalam deklarasinya menyatakan bahwa Kak Fai merupakan satu-satunya kandidat […]

  • Panglima Group Libatkan Tim Terbaik Ansor Jatim Susun Program Kaderisasi Agen Travel Umroh Haji Profesional

    Panglima Group Libatkan Tim Terbaik Ansor Jatim Susun Program Kaderisasi Agen Travel Umroh Haji Profesional

    • calendar_month Minggu, 1 Okt 2023
    • visibility 501
    • 0Komentar

    Surabaya – Bendahara PW GP Ansor Jawa Timur H. Muhibbin Billah melalui korporasi usahanya yaitu Panglima Group terus melakukan inovasi dalam membangun strategi bisnis usaha yang bergerak dibidang Travel Umroh dan Haji. Guna melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) agen travel yang unggul, H. Muhibbin Billah bersama tim Human Resourch Development (HRD) Panglima Group serius menyiapkan […]

  • Ansor Jatim Desak Jokowi Bangun Kilang Minyak Baru

    Ansor Jatim Desak Jokowi Bangun Kilang Minyak Baru

    • calendar_month Rabu, 7 Sep 2022
    • visibility 350
    • 0Komentar

    Pemerintah kembali melakukan penyesuaian harga BBM, tepat pada hari sabtu (3/9), Presiden Jokowi secara langsung mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak yang pasti akan berdampak secara langsung pada inflasi. Kebijakan kenaikan BBM yang diambil Jokowi tentu bersifat taktis dan jangka pendek, soal anggaran subsidi. Pemerintah sebaiknya segera ambil kebijakan strategis/jangka panjang untuk menyelesaikan problem klasik […]

expand_less