Breaking News
Trending Tags
Beranda » Daerah » Sejarah Berdirinya Gerakan Pemuda Ansor

Sejarah Berdirinya Gerakan Pemuda Ansor

  • account_circle Ansor Jatim
  • calendar_month Minggu, 23 Feb 2020
  • visibility 1.527
  • comment 9 komentar
  • print Cetak

Kelahiran Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan. GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pasca-Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan. <>Karenanya, kisah Laskar Hizbullah, Barisan Kepanduan Ansor, dan Banser (Barisan Serbaguna) sebagai bentuk perjuangan Ansor nyaris melegenda. Terutama, saat perjuangan fisik melawan penjajahan dan penumpasan G 30 S/PKI, peran Ansor sangat menonjol.

Ansor dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) dari situasi ”konflik” internal dan tuntutan kebutuhan alamiah. Berawal dari perbedaan antara tokoh tradisional dan tokoh modernis yang muncul di tubuh Nahdlatul Wathan, organisasi keagamaan yang bergerak di bidang pendidikan Islam, pembinaan mubaligh, dan pembinaan kader. KH Abdul Wahab Hasbullah, tokoh tradisional dan KH Mas Mansyur yang berhaluan modernis, akhirnya menempuh arus gerakan yang berbeda justru saat tengah tumbuhnya semangat untuk mendirikan organisasi kepemudaan Islam.

Dua tahun setelah perpecahan itu, pada 1924 para pemuda yang mendukung KH Abdul Wahab –yang kemudian menjadi pendiri NU– membentuk wadah dengan nama Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air). Organisasi inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Gerakan Pemuda Ansor setelah sebelumnya mengalami perubahan nama seperti Persatuan Pemuda NU (PPNU), Pemuda NU (PNU), dan Anshoru Nahdlatul Oelama (ANO).

Nama Ansor ini merupakan saran KH. Abdul Wahab, “ulama besar” sekaligus guru besar kaum muda saat itu, yang diambil dari nama kehormatan yang diberikan Nabi Muhammad SAW kepada penduduk Madinah yang telah berjasa dalam perjuangan membela dan menegakkan agama Allah. Dengan demikian ANO dimaksudkan dapat mengambil hikmah serta tauladan terhadap sikap, perilaku dan semangat perjuangan para sahabat Nabi yang mendapat predikat Ansor tersebut. Gerakan ANO (yang kelak disebut GP Ansor) harus senantiasa mengacu pada nilai-nilai dasar Sahabat Ansor, yakni sebagi penolong, pejuang dan bahkan pelopor dalam menyiarkan, menegakkan dan membentengi ajaran Islam. Inilah komitmen awal yang harus dipegang teguh setiap anggota ANO (GP Ansor).

Meski ANO dinyatakan sebagai bagian dari NU, secara formal organisatoris belum tercantum dalam struktur organisasi NU. Hubungan ANO dengan NU saat itu masih bersifat hubungan pribadi antar tokoh. Baru pada Muktamar NU ke-9 di Banyuwangi, tepatnya pada tanggal 10 Muharram 1353 H atau 24 April 1934, ANO diterima dan disahkan sebagai bagian (departemen) pemuda NU dengan pengurus antara lain: Ketua H.M. Thohir Bakri; Wakil Ketua Abdullah Oebayd; Sekretaris H. Achmad Barawi dan Abdus Salam.

Dalam perkembangannya secara diam-diam khususnya ANO Cabang Malang, mengembangkan organisasi gerakan kepanduan yang disebut Banoe (Barisan Ansor Nahdlatul Oelama) yang kelak disebut BANSER (Barisan Serbaguna). Dalam Kongres II ANO di Malang tahun 1937. Di Kongres ini, Banoe menunjukkan kebolehan pertamakalinya dalam baris berbaris dengan mengenakan seragam dengan Komandan Moh. Syamsul Islam yang juga Ketua ANO Cabang Malang. Sedangkan instruktur umum Banoe Malang adalah Mayor TNI Hamid Rusydi, tokoh yang namaya tetap dikenang dan bahkan diabadikan sebagai sama salah satu jalan di kota Malang.

Salah satu keputusan penting Kongres II ANO di Malang tersebut adalah didirikannya Banoe di tiap cabang ANO. Selain itu, menyempurnakan Anggaran Rumah Tangga ANO terutama yang menyangkut soal Banoe.

Pada masa pendudukan Jepang organisasi-organisasi pemuda diberangus oleh pemerintah kolonial Jepang termasuk ANO. Setelah revolusi fisik (1945 – 1949) usai, tokoh ANO Surabaya, Moh. Chusaini Tiway, melempar mengemukakan ide untuk mengaktifkan kembali ANO. Ide ini mendapat sambutan positif dari KH. Wachid Hasyim, Menteri Agama RIS kala itu, maka pada tanggal 14 Desember 1949 lahir kesepakatan membangun kembali ANO dengan nama baru Gerakan Pemuda Ansor, disingkat Pemuda Ansor (kini lebih pupuler disingkat GP Ansor).

GP Ansor hingga saat ini telah berkembang sedemikan rupa menjadi organisasi kemasyarakatan pemuda di Indonesia yang memiliki watak kepemudaan, kerakyatan, keislaman dan kebangsaan. GP Ansor hingga saat ini telah berkembang memiliki 433 Cabang (Tingkat Kabupaten/Kota) di bawah koordinasi 32 Pengurus Wilayah (Tingkat Provinsi) hingga ke tingkat desa. Ditambah dengan kemampuannya mengelola keanggotaan khusus BANSER (Barisan Ansor Serbaguna) yang memiliki kualitas dan kekuatan tersendiri di tengah masyarakat.

Di sepanjang sejarah perjalanan bangsa, dengan kemampuan dan kekuatan tersebut GP Ansor memiliki peran strategis dan signifikan dalam perkembangan masyarakat Indonesia. GP Ansor mampu mempertahankan eksistensi dirinya, mampu mendorong percepatan mobilitas sosial, politik dan kebudayaan bagi anggotanya, serta mampu menunjukkan kualitas peran maupun kualitas keanggotaannya. GP Ansor tetap eksis dalam setiap episode sejarah perjalan bangsa dan tetap menempati posisi dan peran yang stategis dalm setiap pergantian kepemimpinan nasional. (Dari berbagai sumber)

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/63893/sejarah-berdirinya-gerakan-pemuda-ansor

  • Penulis: Ansor Jatim

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gus Syafiq Jemput Langsung Gus Yaqut di Bandara Juanda

    Gus Syafiq Jemput Langsung Gus Yaqut di Bandara Juanda

    • calendar_month Jumat, 17 Jun 2022
    • visibility 331
    • 0Komentar

    Surabaya-Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW-GP Ansor) Jawa Timur (Jatim), Syafiq Syauqi atau yang akrab disapa Gus Syafiq menjemput langsung Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas di Bandara Juanda, Jum’at (17/6/2022). Kedatangan Panglima Tertinggi Banser itu akan menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Banser 2022 di Kabupaten Pasuruan. Gus Syafiq mengatakan, sebagai tuan […]

  • Pacu Tertib Administrasi, PAC GP Ansor Krejengan Gelar Tadarus PO PD/PRT

    Pacu Tertib Administrasi, PAC GP Ansor Krejengan Gelar Tadarus PO PD/PRT

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Kraksan, Ansor Jatim – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Krejengan menggelar kegiatan strategis bertajuk “Tadarus Peraturan Organisasi (PO) dan Pedoman Dasar/Pedoman Rumah Tangga (PD/PRT)”. Acara ini berlangsung khidmat pada Minggu (08/03/2026) bertempat di kediaman Ketua PAC GP Ansor Krejengan, Sahabat Khoirul Umam. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh perwakilan Pimpinan Ranting (PR) se-Kecamatan […]

  • Konsolidasikan Organisasi, Rijalul Ansor Jatim Ngaji Bulanan dan Gelar Haul Habib Iqbal Assegaf

    Konsolidasikan Organisasi, Rijalul Ansor Jatim Ngaji Bulanan dan Gelar Haul Habib Iqbal Assegaf

    • calendar_month Rabu, 3 Mar 2021
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Surabaya – Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Jawa Timur memulai agenda konsolidasi organisasi dengan menggunakan sarana keilmuan yang bertajuk Ngaji Bulanan (02/03/2021). Kegiatan Ngaji Bulanan yang dilakukan setiap selasa awal bulan masehi tersebut dilakukan perdana di Aula Lantai III Kantor PW GP Ansor Jawa Timur. Dengan diawali dengan pembacaan Ratibul Haddad. Ketua MDS […]

  • Perluas Jejaring Global, Ansor Jatim Bahas Peluang Kerja Sama Strategis dengan Jerman

    Perluas Jejaring Global, Ansor Jatim Bahas Peluang Kerja Sama Strategis dengan Jerman

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • visibility 441
    • 0Komentar

    Surabaya, Ansor Jatim – Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Musaffa Safril, melakukan kunjungan resmi ke kantor Honorary Consul of the Federal Republic of Germany Surabaya pada Selasa (25/11/2025). Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala Konsul, Bapak Christopher Tjokrosetio, dan menjadi bagian dari upaya Ansor Jawa Timur memperkuat jejaring global serta membuka ruang kolaborasi […]

  • Gebrakan 1 Abad NU: GP Ansor Lumajang Siap Bentengi NKRI Lewat Dzikir Budaya

    Gebrakan 1 Abad NU: GP Ansor Lumajang Siap Bentengi NKRI Lewat Dzikir Budaya

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • visibility 326
    • 0Komentar

    Lumajang, Ansor Jatim – Momentum bersejarah 100 Tahun Masehi Nahdlatul Ulama (NU) dirayakan dengan cara yang unik dan mendalam di Kabupaten Lumajang. Bertempat di Aula LP2KS Yayasan Kyai Syarifuddin Wonorejo, Sabtu (14/02/2026), digelar perhelatan “Dzikir Budaya” yang mempertemukan semangat religiusitas dengan keteguhan menjaga tradisi nusantara. Acara yang digagas dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan atau […]

  • Perkuat Kekompakan, Ansor Sukorejo Selenggarakan Raker Sambil Berkemah Di Hutan

    Perkuat Kekompakan, Ansor Sukorejo Selenggarakan Raker Sambil Berkemah Di Hutan

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2025
    • visibility 442
    • 0Komentar

    Sabtu ( 04/01/25 ) Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Sukorejo mengadakan Rapat Kerja (Raker) Masa Khidmat 2024-2027, di hutan cempaka Dayurejo kecamatan Prigen. Hadir pada kegiatan tersebut  ketua majelis wakil cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Sukorejo K.H. Anjumil Azhari dan perwakilan Pengurus Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Pasuruan Naufal Faris. Pada pembukaan […]

expand_less