Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Opini » Mutiara Langka Dari Ujung Pulau Madura

Mutiara Langka Dari Ujung Pulau Madura

  • account_circle Ansor Jatim
  • calendar_month Sen, 21 Sep 2020
  • visibility 466
  • comment 0 komentar

Saat catatan ini di tulis, saya baru saja menghatamkan ” Manarul Wafa ” sebuah kitab “Biografi” yang menceritakan sejarah hidup sang penulis sendiri. Orang yang pertama kali membaca kitab ini mungkin akan menyangka bahwa Mushonnif-nya adalah seorang ulama dari Mesir, Yaman, Saudi atau negara-negara Arab lainnya. Tapi siapa sangka, kitab yang ditulis sangat baik dengan balaghah tingkat tinggi ini adalah karya seorang Kiai dari Sumenep, kota paling ujung di pulau Madura. Beliau masih hidup sampai saat ini, bahkan usianya masih tergolong muda.

Adalah KH. Thoifur Ali Wafa, seorang Alim Produktif yang sampai sekarang berhasil menulis lebih dari 40 karya kitab berbahasa Arab. Beliau bahkan sudah mulai mengarang kitab sebelum menginjak usia baligh, kala itu beliau menadhomkan kitab Jurumiah meski belum sempat menyelesaikannya.

Kitab beliau “Manarul Wafa” sangat recomended sekali untuk dibaca para santri. Disitu beliau menceritakan perjalanan hidupnya, pengalamannya dalam menuntut ilmu, bagaimana beliau sempat kehilangan semangat untuk mondok setelah ditinggal wafat ayahnya, bagaimana beliau berjalan menempuh jarak 6 km tiap harinya ketika mengaji kepada Syaikh Ismail Zain dan Syaikh Abdullah Dardum di tanah suci Mekkah, dan masih banyak kisah dan pengalaman inspiratif lainnya.

Kh. Thoifur adalah salah satu murid kesayangan Syaikh Ismail Zain, beliau bahkan pernah dipercaya menjadi skretaris pribadi Syaikh Ismail selama bertahun-tahun. Saking Sayangnya Syaikh Ismail pada Kiai Thoifur, Beliau seringkali berpesan kepada muridnya itu :

” aku ingin engkau disini bersamaku sampai aku mati.. “

Puncaknya adalah ketika suatu hari Ibunda Kiai Thoifur memintanya untuk pulang dan mengurus pesantren di rumahnya. Kiai Thoifur berada ditengah gelombang dilema yang sangat besar. Disatu sisi Sang guru yang sangat ia hormati keberatan jika ia pulang ke tanah air, di sisi lain sang ibunda yang tinggal sendiri di rumahnya memintanya untuk pulang, ibunya bahkan jauh-jauh datang ke Mekkah dengan tujuan memintakan izin untuk anaknya kepada Syaikh Ismail.

Akhirnya Syaikh Ismail tak bisa menolak, pagi hari dimana Kiai Thoifur akan kembali ke tanah air, Syaikh Ismail memanggil Kiai Thoifur. Mata Syaikh Ismail terlihat merah, beliau lantas berkata kepada sang murid yang duduk menunduk dihadapannya :

” Wahai anakku, tadi malam aku tidak bisa tidur karena memikirkan kepulanganmu. Mengapa kau ingin pulang ? Apa ada yang kurang dari diriku ? Engkau tinggal disini lebih baik daripada engkau tinggal di rumahmu..disini ada Zamzam, Masjidil Haram dan Ka’bah. Anakku.. Jika engkau pulang untuk mengajar para pelajar di rumahmu, bukankah disini engkau juga mengajar murid-murid ? Ayahmu telah meninggal, maka akulah ayahmu, akulah orang tuamu.. “

Mendengar itu Kiai Thoifur tak bisa menahan air matanya, ia tak henti-hentinya menangis. Bahkan di pagi itu, diperjalanan menuju rumahnya di Misfalah, beliau masih saja menangis ketika membeli sesuatu di sebuah toko. Tentu saja penjaga toko heran melihat ada orang beli sambil nangis-nangis.

Syaikh Ismail akhirnya memberi restu untuk kepulangan Kiai Thoifur, dalam kertas Ijazah yang beliau berikan, Syaikh Ismail menulis :

” Amma Ba’du. Sesungguhnya anakku, muridku, orang dekatku, Al-Ustadz Al-Allamah Thoifur Bin Syaikh Ali Wafa telah belajar kepadaku dalam waktu yang lama. Dia adalah seorang yang tulus dan bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu. Dia adalah “keajaiban” diantara teman-temannya dengan indahnya akhlak dan budi pekertinya… “

Jujur saya merinding membaca tulisan ijazah dari Syaikh Ismail itu, benar-benar sebuah pengakuan berkelas dari seorang guru untuk murid kesayangannya..

” U’juubah Nadiroh ” keajaiban yang langka, begitu Syaikh Ismail menyebutnya. Kiai Thoifur memang bagaikan mutiara langka, jarang sekali ada ulama nusantara di zaman ini yang bisa seproduktif beliau, memiliki puluhan karangan dalam berbagai fan ilmu. Beliau -mungkin- adalah segelintir dari ulama Indonesia yang memiliki karangan Alfiah. Beliau memiliki karangan seribu nadhom dalam bidang Tarikh yang beliau namakan Alfiah Ibnu Ali Wafa.

Beliau juga mempunyai karangan kitab Al-Misan Al-lashif Syarah dari Al-Matnu Assyarif. Kitab Matan Fiqih karya Syaikhona Kholil Bangkalan yang hanya beberapa lembar itu berhasil beliau Syarahi lebih dari seribu Halaman. ! Hebatnya lagi, Taqridhz(kata pengantar) kitab itu beliau dapatkan langsung dari Mbah Kholil Bangkalan dalam sebuah mimpi.. !

5 hari yang lalu saya menyempatkan diri untuk sowan kepada Kiai Thoifur di kediamannya di desa Ambunten. Kala itu saya mengkonfirmasi mengenai Foto Syaikhona Kholil yang saya dapatkan dari salah satu kiai sepuh Bangkalan yang konon sumbernya adalah dari Kiai Thoifur. Saya juga meminta Ijazah dan sanad kitab-kitab karya beliau. Beliau lalu memberi saya hadiah kitab “Firdaus An-Naim” , kitab tafsir karya beliau yang dicetak sebanyak 6 jilid itu. Saya lalu “menculik” Ra Muhammad putra beliau yang juga termasuk keponakan saya (istri Kiai Thoifur adalah putri Kh. Abdullah Schal Bangkalan) dan mengajaknya ke toko kitab pesantren untuk memberi saya karya-karya abahnya yang lain.. Tentunya Balasy alias cuma-cuma. Hehe.

Kiai Thoifur menunjukkan kepada kita, bahwa dengan kemauan tinggi dan perjuangan tanpa henti, siapapun bisa menulis dan berkarya. Bahwa dalam menulis kitab-kitab dengan kualitas tinggi, ulama-ulama kita juga tak kalah hebatnya dari ulama-ulama dari berbagai negeri.

Berharap Semoga kelak masih banyak yang akan mengikuti jejak-luhur dan tindak-lampah beliau..

كياهي طيفور علي وفا أطال الله عمره و بقاءه و متعنا بعلومه في الدارين آمين ..

  • Ismael Amin Kholil .
  • Penulis: Ansor Jatim

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konsisten Ekspor Mangga Dan Kopi Ke Australia Hingga Turki, Ansor Jatim Resmikan Haraka Garden Ansor Sukorejo

    Konsisten Ekspor Mangga Dan Kopi Ke Australia Hingga Turki, Ansor Jatim Resmikan Haraka Garden Ansor Sukorejo

    • calendar_month Rab, 8 Jan 2025
    • visibility 430
    • 0Komentar

    Prigen, Kabupaten Pasuruan, (05/01/25) merupakan momentum berharga di awal tahun bagi Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Sukorejo yang telah meresmikan Haraka Garden yakni  Kebun Kopi sebagai bentuk pengelolaan Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) PAC  GP Ansor Sukorejo. Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh elemen kepengurusan PAC GP Ansor Sukorejo dan juga dihadiri oleh perwakilan Pengurus […]

  • PAC GP Ansor Pronojiwo Gelar Ngopi Kemerdekaan

    PAC GP Ansor Pronojiwo Gelar Ngopi Kemerdekaan

    • calendar_month Ming, 17 Agu 2025
    • visibility 659
    • 0Komentar

    Lumajang, Ansor Jatim – PAC GP Ansor Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, menggelar kegiatan ngopi merdeka. Dalam kegiatan itu dihadiri oleh Ketua Bidang Ketahanan Keluarga PW GP Ansor Jawa Timur sekaligus Kepala Kemenag, Lumajang Sahabat H. Faisol Ahmad dan Ketua Bidang Kaderisasi PW Ansor Jatim Samsul Mashudi. Ketua Bidang Ketahanan Keluarga PW GP Ansor Jawa Timur mengatakan […]

  • Cyber Ansor Jatim : Permadi Arya atau Abu Janda Tak Jelas Asal Usulnya

    Cyber Ansor Jatim : Permadi Arya atau Abu Janda Tak Jelas Asal Usulnya

    • calendar_month Sab, 30 Jan 2021
    • visibility 1.215
    • 0Komentar

    Ansorjatim, Surabaya – Permadi Arya alias Abu Janda yang dilaporkan bertindak rasis terhadap Natalius Pigai kerap terlihat mengenakan pakaian khas Banser di beberapa kesempatan kini diragukan status aslinya. Secara berturut-turut teguran datang dari PWNU Jawa Timur, PP GP Ansor, Hingga Tokoh sepuh PBNU dan Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara Kiai As’ad Said Ali. Menurut Kyai […]

  • Peringati HSN, GP Ansor Labang Ajak Kaum Millenial  Sholawatan Bareng di Lapangan Koalas

    Peringati HSN, GP Ansor Labang Ajak Kaum Millenial Sholawatan Bareng di Lapangan Koalas

    • calendar_month Kam, 22 Okt 2020
    • visibility 319
    • 3Komentar

    Ansorjatim, Bangkalan– Pengurus Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kecamatan Labang Kabupaten Bangkalan Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2020 dengan kegiatan sholawatan bersama, Rabu malam, 21 Oktober 2020. Acara yang digelar di Lapangan Koalas itu, dihadiri Ribuan jamaah yang didominasi kalangan millenial berasal dari berbagai penjuru desa se Kecamatan Labang. Dengan penuh khidmat dan […]

  • ANSOR & KEMANDIRIAN ORGANISASI.

    ANSOR & KEMANDIRIAN ORGANISASI.

    • calendar_month Rab, 12 Mei 2021
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Dalam berbagai forum keAnsoran yg pernah saya ikuti, seringkali saya mendengar petuah yg karna sering dituahkan akhirny menjadi semacam idiom dan cita-cita semua warga Ansor. “Ansor Mandiri” hingga “Kemandirian Ansor”. begitu kira-kira yg pernah disampaikan Ketum PW GP Ansor Jatim Gus Syafiq Amanullah, seingat saya pernah juga disampaikan oleh Ketum PC GP Ansor Tuban Gus […]

  • Aksi Kemanusiaan GP Ansor Tulungagung Bantu Pemulangan Jenazah TKI Malaysia

    Aksi Kemanusiaan GP Ansor Tulungagung Bantu Pemulangan Jenazah TKI Malaysia

    • calendar_month Ming, 14 Feb 2021
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Tulungagung – Kabar meninggalnya seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Tulungagung yang diinformasikan oleh Pengurus Cabang Istimewa (PCI) GP Ansor Malaysia pada Rabu (10/02/2020) langsung mendapatkan perhatian khusus dari PC GP Ansor Tulungagung. Berita duka diterima langsung oleh ketua PC GP Ansor Tulungagung Dr. Muh. Khoirul Rifai dari Nur Alamin Ketua PCI GP Ansor Malaysia […]

expand_less