Breaking News
Trending Tags
Beranda » Opini » Mutiara Langka Dari Ujung Pulau Madura

Mutiara Langka Dari Ujung Pulau Madura

  • account_circle Ansor Jatim
  • calendar_month Senin, 21 Sep 2020
  • visibility 495
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Saat catatan ini di tulis, saya baru saja menghatamkan ” Manarul Wafa ” sebuah kitab “Biografi” yang menceritakan sejarah hidup sang penulis sendiri. Orang yang pertama kali membaca kitab ini mungkin akan menyangka bahwa Mushonnif-nya adalah seorang ulama dari Mesir, Yaman, Saudi atau negara-negara Arab lainnya. Tapi siapa sangka, kitab yang ditulis sangat baik dengan balaghah tingkat tinggi ini adalah karya seorang Kiai dari Sumenep, kota paling ujung di pulau Madura. Beliau masih hidup sampai saat ini, bahkan usianya masih tergolong muda.

Adalah KH. Thoifur Ali Wafa, seorang Alim Produktif yang sampai sekarang berhasil menulis lebih dari 40 karya kitab berbahasa Arab. Beliau bahkan sudah mulai mengarang kitab sebelum menginjak usia baligh, kala itu beliau menadhomkan kitab Jurumiah meski belum sempat menyelesaikannya.

Kitab beliau “Manarul Wafa” sangat recomended sekali untuk dibaca para santri. Disitu beliau menceritakan perjalanan hidupnya, pengalamannya dalam menuntut ilmu, bagaimana beliau sempat kehilangan semangat untuk mondok setelah ditinggal wafat ayahnya, bagaimana beliau berjalan menempuh jarak 6 km tiap harinya ketika mengaji kepada Syaikh Ismail Zain dan Syaikh Abdullah Dardum di tanah suci Mekkah, dan masih banyak kisah dan pengalaman inspiratif lainnya.

Kh. Thoifur adalah salah satu murid kesayangan Syaikh Ismail Zain, beliau bahkan pernah dipercaya menjadi skretaris pribadi Syaikh Ismail selama bertahun-tahun. Saking Sayangnya Syaikh Ismail pada Kiai Thoifur, Beliau seringkali berpesan kepada muridnya itu :

” aku ingin engkau disini bersamaku sampai aku mati.. “

Puncaknya adalah ketika suatu hari Ibunda Kiai Thoifur memintanya untuk pulang dan mengurus pesantren di rumahnya. Kiai Thoifur berada ditengah gelombang dilema yang sangat besar. Disatu sisi Sang guru yang sangat ia hormati keberatan jika ia pulang ke tanah air, di sisi lain sang ibunda yang tinggal sendiri di rumahnya memintanya untuk pulang, ibunya bahkan jauh-jauh datang ke Mekkah dengan tujuan memintakan izin untuk anaknya kepada Syaikh Ismail.

Akhirnya Syaikh Ismail tak bisa menolak, pagi hari dimana Kiai Thoifur akan kembali ke tanah air, Syaikh Ismail memanggil Kiai Thoifur. Mata Syaikh Ismail terlihat merah, beliau lantas berkata kepada sang murid yang duduk menunduk dihadapannya :

” Wahai anakku, tadi malam aku tidak bisa tidur karena memikirkan kepulanganmu. Mengapa kau ingin pulang ? Apa ada yang kurang dari diriku ? Engkau tinggal disini lebih baik daripada engkau tinggal di rumahmu..disini ada Zamzam, Masjidil Haram dan Ka’bah. Anakku.. Jika engkau pulang untuk mengajar para pelajar di rumahmu, bukankah disini engkau juga mengajar murid-murid ? Ayahmu telah meninggal, maka akulah ayahmu, akulah orang tuamu.. “

Mendengar itu Kiai Thoifur tak bisa menahan air matanya, ia tak henti-hentinya menangis. Bahkan di pagi itu, diperjalanan menuju rumahnya di Misfalah, beliau masih saja menangis ketika membeli sesuatu di sebuah toko. Tentu saja penjaga toko heran melihat ada orang beli sambil nangis-nangis.

Syaikh Ismail akhirnya memberi restu untuk kepulangan Kiai Thoifur, dalam kertas Ijazah yang beliau berikan, Syaikh Ismail menulis :

” Amma Ba’du. Sesungguhnya anakku, muridku, orang dekatku, Al-Ustadz Al-Allamah Thoifur Bin Syaikh Ali Wafa telah belajar kepadaku dalam waktu yang lama. Dia adalah seorang yang tulus dan bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu. Dia adalah “keajaiban” diantara teman-temannya dengan indahnya akhlak dan budi pekertinya… “

Jujur saya merinding membaca tulisan ijazah dari Syaikh Ismail itu, benar-benar sebuah pengakuan berkelas dari seorang guru untuk murid kesayangannya..

” U’juubah Nadiroh ” keajaiban yang langka, begitu Syaikh Ismail menyebutnya. Kiai Thoifur memang bagaikan mutiara langka, jarang sekali ada ulama nusantara di zaman ini yang bisa seproduktif beliau, memiliki puluhan karangan dalam berbagai fan ilmu. Beliau -mungkin- adalah segelintir dari ulama Indonesia yang memiliki karangan Alfiah. Beliau memiliki karangan seribu nadhom dalam bidang Tarikh yang beliau namakan Alfiah Ibnu Ali Wafa.

Beliau juga mempunyai karangan kitab Al-Misan Al-lashif Syarah dari Al-Matnu Assyarif. Kitab Matan Fiqih karya Syaikhona Kholil Bangkalan yang hanya beberapa lembar itu berhasil beliau Syarahi lebih dari seribu Halaman. ! Hebatnya lagi, Taqridhz(kata pengantar) kitab itu beliau dapatkan langsung dari Mbah Kholil Bangkalan dalam sebuah mimpi.. !

5 hari yang lalu saya menyempatkan diri untuk sowan kepada Kiai Thoifur di kediamannya di desa Ambunten. Kala itu saya mengkonfirmasi mengenai Foto Syaikhona Kholil yang saya dapatkan dari salah satu kiai sepuh Bangkalan yang konon sumbernya adalah dari Kiai Thoifur. Saya juga meminta Ijazah dan sanad kitab-kitab karya beliau. Beliau lalu memberi saya hadiah kitab “Firdaus An-Naim” , kitab tafsir karya beliau yang dicetak sebanyak 6 jilid itu. Saya lalu “menculik” Ra Muhammad putra beliau yang juga termasuk keponakan saya (istri Kiai Thoifur adalah putri Kh. Abdullah Schal Bangkalan) dan mengajaknya ke toko kitab pesantren untuk memberi saya karya-karya abahnya yang lain.. Tentunya Balasy alias cuma-cuma. Hehe.

Kiai Thoifur menunjukkan kepada kita, bahwa dengan kemauan tinggi dan perjuangan tanpa henti, siapapun bisa menulis dan berkarya. Bahwa dalam menulis kitab-kitab dengan kualitas tinggi, ulama-ulama kita juga tak kalah hebatnya dari ulama-ulama dari berbagai negeri.

Berharap Semoga kelak masih banyak yang akan mengikuti jejak-luhur dan tindak-lampah beliau..

كياهي طيفور علي وفا أطال الله عمره و بقاءه و متعنا بعلومه في الدارين آمين ..

  • Ismael Amin Kholil .
  • Penulis: Ansor Jatim

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembukaan Posko Ramadhan PR GP Ansor Jumputrejo Sidoarjo Ditandai Apel dan Doa Bersama

    Pembukaan Posko Ramadhan PR GP Ansor Jumputrejo Sidoarjo Ditandai Apel dan Doa Bersama

    • calendar_month Kamis, 23 Mar 2023
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Sidoarjo – Pembukaan Posko Ramadhan 1444 Hijriyah Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jumputrejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo ditandai dengan apel dan doa bersama. Kegiatan ini dipusatkan di depan Posko Banser setempat, Rabu (22/03/2023) malam. Wakil Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Sukodono, Moh Winarto, dalam sambutannya mengapresiasi atas dibukanya Posko Ramadhan tersebut. […]

  • PC GP Ansor Kota Probolinggo Gelar Jalan Santai Bertema “Ansor Sehat Banser Kuat”

    PC GP Ansor Kota Probolinggo Gelar Jalan Santai Bertema “Ansor Sehat Banser Kuat”

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Probolinggo – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Probolinggo menggelar kegiatan jalan santai bertajuk “Ansor Sehat Banser Kuat” pada Sabtu, 17 Januari 2026. Kegiatan tersebut dipusatkan di Alun-alun Kota Probolinggo dan diikuti oleh kader Ansor, Banser, serta masyarakat umum. Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua PC GP Ansor Kota Probolinggo, Sahabat Salamul Huda, yang […]

  • Gus Udin Instruksikan Kader GP Ansor Lebih Agresif Berinovasi dan Khidmah Sosial

    Gus Udin Instruksikan Kader GP Ansor Lebih Agresif Berinovasi dan Khidmah Sosial

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Lumajang, Ansor Jatim – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Lumajang resmi memulai rangkaian Turun ke Bawah (Turba) perdana. Bertempat di Kantor MWC NU Tekung pada Senin (16/02/2026), rombongan PC GP Ansor Lumajang menyapa jajaran pengurus PAC Tekung dan Pimpinan Ranting (PR) se-Kecamatan Tekung dalam suasana penuh semangat khidmah. Mandataris Ketua PC GP Ansor […]

  • Munajat Haji dan Harlah Rijalul Ansor ke 11 Gus Amak Tegaskan Rijalul Ansor Harus jadi Pendingin dan Penengah.

    Munajat Haji dan Harlah Rijalul Ansor ke 11 Gus Amak Tegaskan Rijalul Ansor Harus jadi Pendingin dan Penengah.

    • calendar_month Jumat, 23 Jun 2023
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Pasuruan – Rijalul Ansor merupakan Badan semi otonom Gerakan Pemuda Ansor yang bergerak melestarikan tradisi ulama NU. Tepat sebelas tahun yang lalu, 12 Juni 2012 Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor didirikan. Jumat, (12/06/23) bertempat di Pondok Pesantren Bayt Al Hikmah Kota Pasuruan, Peringatan Harlah MDS Rijalul Ansor di adakan secara Hidmat dengan diawali pembacaan […]

  • Konfercab VIII Kota Probolinggo, Relevansi dengan Generasi Muda Kunci Peran Ansor Perkotaan

    Konfercab VIII Kota Probolinggo, Relevansi dengan Generasi Muda Kunci Peran Ansor Perkotaan

    • calendar_month Minggu, 15 Des 2024
    • visibility 485
    • 0Komentar

    Probolinggo, Ansor – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kota Probolinggo menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) VIII di Aula Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan. Acara ini dihadiri oleh Ketua PCNU Kota Probolinggo, H. Arbai Hasan, dan Rais Syuriah KH. Abdul Wahid, serta dihadiri oleh badan otonom (banom) NU se-Kota Probolinggo. Minggu (15/12). Mewakili Pimpinan Pusat GP […]

  • Melalui CHATour, Kader Ansor H. Muhibbin Billah Siap Berangkatkan 6000 Jamaah Umroh Korban Travel Arofah Mina.

    Melalui CHATour, Kader Ansor H. Muhibbin Billah Siap Berangkatkan 6000 Jamaah Umroh Korban Travel Arofah Mina.

    • calendar_month Senin, 14 Agt 2023
    • visibility 422
    • 0Komentar

    Surabaya – Tanggung jawab moril dan khidmah kepada umat dari seorang kader Ansor yang menekuni bidang travel ibadah haji dan umroh ditunjukan dengan penuh dedikasi oleh Sahabat H. Muhibbin Billah. Kader Ansor yang dahulu menahkodai Panglima Express itu saat ini bersiap untuk menahkodai perusahaan travel haji umroh baru bernama Cemerlang Hajar Aswad Tour (CHATour) dengan […]

expand_less