Breaking News
Trending Tags
Beranda » Opini » PW GP Ansor Jatim Beri Warning Pemerintah Terkait Perpres 112

PW GP Ansor Jatim Beri Warning Pemerintah Terkait Perpres 112

  • account_circle Redaksi 9
  • calendar_month Rabu, 28 Sep 2022
  • visibility 339
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

PERPRES 112 : ANGIN SURGA EBT, KIAMAT PLTU ?

Oleh : Junaidi¹

Pengembangan pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) mendapatkan angin segar, dengan disahkannya Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022, 13 September lalu. Kebijakan tersebut, pada intinya, menetapkan patokan tarif pembelian listrik yang memanfaatkan EBT sebagai sumber energi oleh PLN. Patokan tarif ini sudah lama ditunggu-tunggu para pengembang, agar mendapatkan kepastian lebih dalam bisnis EBT.

Melalui Perpres tersebut, Presiden Jokowi boleh dikata serius mendorong pengembangan EBT di satu sisi dan mengancam bisnis PLTU di sisi lain, dengan membatasi operasionalnya paling lama sampai tahun 2050.

Mendorong Pembangkit EBT
Sudah menjadi rahasia umum, biaya listrik EBT, saat ini masih terbilang mahal. Faktor seperti tingginya biaya investasi awal, ketidakstabilan produksi (intermittent) yang berimplikasi pada pembiayaan komponen penyimpanan energi adalah sebagian penyebabnya. Tak heran, mayoritas listrik Indonesia masih disuplai pembangkit fosil (baca : batubara), yang lebih murah.

Atas dasar visi mulia, energi bersih, yang telah ditetapkan targetnya dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), berbagai pihak kemudian mendorong pemerintah memberikan kepastian bisnis listrik EBT, dengan jaminan tarif, yang berujung kelahiran Perpres tersebut. RUEN yang disahkan melalui Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2017, memberikan amanat bauran energi primer 23% EBT atau 45,2 GW pembangkit EBT pada tahun 2025 dan 31,2% EBT atau 167,6 GW pembangkit EBT pada tahun 2050. Sebagai gambaran, Dewan Energi Nasional melansir Neraca Energi Nasional 2021, bauran energi primer tahun 2020 baru mencapai 11,3% EBT dan 10,47 GW pembangkit EBT. Di sektor pembangkit, capaian tersebut belum melebihi 25% dari target tahun 2025.

Melalui Perpres 112, adanya kepastian tarif diharapkan mampu mendorong para pengembang pembangkit EBT secara ekspansif memperbesar investasinya, sehingga target bauran EBT lebih cepat tercapai. Sebagai contoh, penetapan patokan tarif tertinggi, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), untuk kapasitas lebih besar dari 50 MW sampai dengan 100 MW, ditetapkan patokan harga tertinggi pembelian listrik sebesar 8,64 cent USD per kWh pada periode operasi 10 tahun pertama dan 7,35 cent USD per kWh periode selanjutnya. Tahun 2020, dari data Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021 – 2030, produksi PLTP dari luar PLN sebesar 11.377 TWh. Dengan asumsi memakai patokan harga tertinggi periode 10 tahun pertama, maka pada tahun 2020, omset PLTP mencapai 982,97 miliar USD.

Secara tersirat, Pasal 24, Pemerintah menggaransi PLN, akan memberikan kompensasi jika terjadi kenaikan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) Listrik yang diakibatkan Perpres 112. Pada titik ini, pemerintah dengan sadar mentolerir kenaikan biaya kompensasi atau subsidi energi, atas idealitas energi hijau. Logika berbeda pada kebijakan kenaikan BBM beberapa waktu lampau, dengan menebarkan pesan ‘APBN Jebol’.

PLTU Pensiun ?

Selain soal tarif EBT, Perpres 112 juga mengamanatkan pada PLN dan Kementerian ESDM, segera mempensiunkan PLTU. Paling lama, PLTU boleh beroperasi hingga tahun 2050, kemudian digantikan pembangkit EBT.

Data RUPTL 2021 – 2030, tahun 2020, produksi listrik Indonesia didominasi oleh PLTU dengan proporsi 66,30% atau 180.203 TWh, mayoritas (62,66%) diantaranya berasal dari produksi PLTU milik PLN. Total, PLN memiliki 102 unit PLTU, dengan kapasitas terpasang 18,62 GW dan daya mampu 16,66 GW. Sementara di luar PLN, terdapat 75 unit PLTU dengan kapasitas terpasang 11,54 GW.

179 unit PLTU, jumlah yang tak sedikit. Di dalamnya, selain tenaga kerja, bisnis pendukung, terutama bisnis batubara, akan terimbas. Tahun 2021, data Handbook of Energy & Economic Statistics of Indonesia, produksi batu bara mencapai 613,99 juta ton, digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sejumlah 133,04 juta ton, 84,28% (112,13 juta ton) diantaranya diserap PLTU.

Hal tersebut mengisyaratkan ketergantungan listrik Indonesia pada PLTU, pun besar dan banyaknya bisnis yang bakal terimbas ketika berhenti operasinya. Oleh karena itu, penting kita mendorong pengembangan pembangkit EBT, khususnya panas bumi (PLTP), yang memiliki karakteristik pembangkitan hampir sama dengan PLTU. Sekaligus berpesan, agar pemerintah ekstra hati-hati dalam mengambil keputusan penghentian operasional PLTU. Harapannya, apapun keputusan pemerintah terkait PLTU, ketersediaan dan kualitas supply listrik harus tetap terjamin serta harganya terjangkau.

Al hasil, ke depan, pengembangan pembangkit EBT dihadapkan pada ragam tantangan (boleh dibaca : ancaman). Pertama, mengejar target bauran energi yang telah ditetapkan dalam RUEN. Kedua, besar kapasitas dan produktifitasnya harus mampu menggantikan PLTU yang bakal pensiun. Ketiga, mampu menjamin ketersediaan listrik yang kebutuhannya terus meningkat. Keempat, membengkaknya anggaran kompensasi atau subsidi energi yang telah disinyalir secara eksplisit dalam Perpres 112. Kelima, mendesak pengembangan teknologi dalam negeri terkait aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Keenam, transformasi tenaga kerja PLTU berikut bisnis pendukungnya. Terakhir, efek bisnis dan finansial PLN akibat rencana penghentian operasional 102 unit PLTU miliknya.

Selamat Merayakan Bulan Kelahiran Nabi Muhammad SAW. Mari berpacu terangi negeri, sebagaimana Cahaya Muhammad SAW yang senantiasa menerangi umatnya. Amiin.

¹ Wakil Sekretaris PW GP Ansor Jawa Timur / Mahasiswa Magister Inovasi Sistem dan Teknologi – Energi Terbarukan ITS Surabaya

  • Penulis: Redaksi 9

Rekomendasi Untuk Anda

  • PC GP Ansor Gresik Gelar Pelantikan Hybrid

    PC GP Ansor Gresik Gelar Pelantikan Hybrid

    • calendar_month Kamis, 8 Apr 2021
    • visibility 237
    • 0Komentar

    GRESIK – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Gresik (PC. GP Ansor) Hari ini menggelar Pelantikan sekaligus pengukuhan untuk masa khidmah 2020-2024. Kegiatan tersebut ditempatkan di Alun Alun Pendopo Kabupaten Gresik (7/4/2021). Turut hadir pada pelantikan yakni Rais Syuriah KH. Mahfud Ma’shum dan Tanfidziyah PCNU Gresik KH. Khusnan Ali, Gus Yani Bupati Gresik, Ketua DPRD […]

  • Usai Dikukuhkan, PW MDS Rijalul Ansor Jatim Bakal Gelar Rakerwil di Pesantren Lirboyo Kediri

    Usai Dikukuhkan, PW MDS Rijalul Ansor Jatim Bakal Gelar Rakerwil di Pesantren Lirboyo Kediri

    • calendar_month Senin, 14 Apr 2025
    • visibility 1.189
    • 0Komentar

    Sidoarjo – Pengurus Pimpinan Wilayah (PW) Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Jatim masa khidmat 2024-2028 resmi dikukuhkan oleh PW Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jatim di Gedung Jatim Expo Surabaya, Ahad (13/04/2025) sore. Kegiatan ini dikemas dalam acara Syawal Fest Halal Bihalal Akbar dan Inaugurasi Pelantikan Pengurus PW GP Ansor Jatim. Wakil Ketua IX […]

  • LI 1 dan Suspelat 1 Diadakan di PC GP Ansor Kabupaten Malang

    LI 1 dan Suspelat 1 Diadakan di PC GP Ansor Kabupaten Malang

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Malang, Ansor Jatim – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur akan menyelenggarakan kegiatan Latihan Instruktur 1 dan Suspelat (Kursus Pelatih) 1 di PC Ansor Kabupaten Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader Ansor dan Banser dalam bidang kepelatihan serta memperkuat struktur organisasi di tingkat daerah. Menurut Komandan Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) […]

  • PAC GP Ansor Paciran Dilantik dan Peletakan Batu Pertama Klinik As-Syifa’

    PAC GP Ansor Paciran Dilantik dan Peletakan Batu Pertama Klinik As-Syifa’

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2022
    • visibility 294
    • 0Komentar

    Ansorjatim, Lamongan – Pembangunan Klinik As-Syifa’ MWC NU Paciran mulai dilaksanakan hari ini, Minggu (6/2/2022). Hal tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama di Desa Tunggul, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini dirangkai dengan pelantikan pengurus Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda (PAC GP) Ansor Paciran masa khidmat 2021-2023, yang dinahkodai oleh Hilmi Adib. Turut hadir dalam kegiatan […]

  • Fikroh Nahdliyah Karya KH. Achmad Siddiq Menjadi Tema Besar Halaqoh NU Lakpesdam NU Kota Pasuruan

    Fikroh Nahdliyah Karya KH. Achmad Siddiq Menjadi Tema Besar Halaqoh NU Lakpesdam NU Kota Pasuruan

    • calendar_month Minggu, 28 Feb 2021
    • visibility 355
    • 0Komentar

    ansorjatim, Pasuruan – Rangkaian Harlah NU ke 98 yang dilakukan oleh PCNU Kota Pasuruan dilaksanakan dengan berbagai kegiatan. Gerakan sosial, penguatan Ke NU-an serta forum strategis Halaqoh NU menjadi beberapa program unggulan dalam moment Harlah NU tahun ini. Seperti yang dilakukan oleh Pengurus Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Kota Pasuruan pada […]

  • Transformasi Media Juang, Ansor Jatim Didik Kader Melalui Madrasah Cyber Gelombang Dua

    Transformasi Media Juang, Ansor Jatim Didik Kader Melalui Madrasah Cyber Gelombang Dua

    • calendar_month Sabtu, 23 Okt 2021
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Mojokerto – Digitalisasi dan Cyber dalam kehidupan sekarang tidak bisa terpisahkan, dengan menerjemahkan tantangan itu, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur tak tinggal diam, menggembleng kadernya melalui Madrasah Cyber, Jumat (22/10/201). Inovasi yang diklaim pertama di Indonesia tersebut, bergandeng tangan dengan Universitas Negeri Sunan Ampel Surabaya. Yang nantinya kader ansor seluruh Jawa Timur tersebut akan […]

expand_less